
"boleh saya ambil sendal saya?"tanya dean masih dengan nada dingin
"nih orang ngomong nya dingin amat sih"batin naila
"mbaak!!"ucap dean sedikit berteriak
"eh iya maaf ya"balas naila menundukkan kepalanya karena malu
"iya nggak papa"ucap dean sambil menukar sendalnya dengan sendal naila, dan berlalu pergi tanpa sepatah kata apapun
naila masih menundukkan kepalanya hingga tak tahu bahwa dean sudah pergi dari sisinya
"maaf banget ya mas tadi saya nggak tahu kalo itu sandalnya mas"ucap naila
orang yang lewat di sekitar Naila pun menjadi agak takut melihat naila yang berbicara sendiri,ada dua kemungkinan menurut mereka yang pertama naila indigo dan yang kedua Naila gila
"kok dia nggak nyaut ya"batin naila
akhirnya pun ia memutuskan untuk mengangkat kepalanya dan..... kosong.
naila tak menemukan seorang pun didepannya
"whatt .. dia kemana coba"gumam naila
"pasti gue dikira gila tadi gara gara ngomong sendiri.emang bener bener tu orang"gerutu naila lalu akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kembali menuju ke ruangan kakaknya
naila sampai dan menemukan banyak orang didalam ruangan kakaknya,ia panik dan langsung masuk ke dalam ruangan kakaknya
"ada apa mah"tanya naila dengan panik
__ADS_1
"kakak nggak papa kan?"tanya nya lagi
"kenapa dek nyariin kakak?"tanya nabil
Naila yang mendengar suara Nabil langsung menengok ke arah brankar yang di jadikan tempat tidur kakaknya.
ia langsung berhamburan ke pelukan kakak tersayangnya
"kakak nggak papa kan"tanya naila sambil menahan air matanya agar tak jatuh
"kakak nggak papa dek"ucap nabil sambil mengelus rambut adiknya
"hiks hiks aku takut kakak kenapa napa"air mata naila pun lolos dari matanya yang indah,ia tak mampu membendung lagi air matanya
"loh kok nangis sih"ucap nabil
"ihh kakak aku tu khawatir sama kakak hiks"ucap naila yang melepas pelukan pada kakaknya
"ya lagian pakek acara nangis segala"goda nabil
"kakak janji ya jangan tinggalin aku"ucap naila menggenggam tangan kakaknya
"insyaallah dek"balas nabil sembari tersenyum
dokter dimas yang kebetulan berada disitu,ikut senang melihat keakraban nabil dan naila,dan ia tambah suka kepada sosok naila
"emang wanita idaman"batin Dimas tersenyum
"eh kalian nggak malu apa ada dokter dimas tuh"ucap mama
__ADS_1
"eh iya maaf ya dokter adik saya emang gini"ucap nabil sambil menunjukkan deretan giginya
"iya nggak papa kok"sahut dokter dimas tersenyum
setelah memeriksa dokter dimas pun keluar dari ruangan nabil
"mah kenapa rame begini sih"bisik naila
"ini rekan kerja papa,mereka lagi jenguk kakak kamu"ganti bisik intan
"ooooo"naila hanya ber o ria
"emang harus ya ma datengnya bareng bareng gini"bisik naila lagi
"katanya tu tadi mereka nggak janjian tapi,pada ketemu di lobi rumah sakit yaudah deh akhirnya mutusin buat bareng kesininya"jelas intan sambil berbisik
lagi lagi naila hanya ber o ria
"kamu tu dari tadi a o a o aja sih"jengkel intan
"ya terus aku harus jawab apa mah"jengah naila
"ya jawab iya kek apa gituh"balas intan
"iyaaaaaa maaaaaa"jawab naila malas
"udah seneng mama?"tanya naila
"nah gitu dong"jawab intan dan bangkit dari duduknya menuju teman teman bisnisnya
__ADS_1