
keesokan harinnya di kediaman Arya
"pa, di mana bunda?" tanya arya yang merasa ada keanehan di rumahnnya. biasannya setiap dimas pulang selalu di sambut senyuman dan bawelan bundanya. tapi semua itu berbeda sekarang, tiada suara nyaring bundannya.
"papa mau k mana? ga ke kantor? papa kenapa diam sih dari tadi?" merasa semakin binggung dengan keadaan yg ada. para supir dan pembantupun menunjukan wajah yg murung.
"arya, cepat mandi dan ikut papa" hanya itu yang bisa ayahnya ucapkan tampa membalas semua pertanyaan Arya. tampa mikir panjan,arya segera mandi dan turuh menggikuti langkah papanya.
...
...
...
30 menit berlalu di jalan ibukota yang sangat padat saat itu. tiba pas di depan sebuah lobby rumah sakit ternama di ibukota. arya mulai menaikan satu alisnnya tampa menggucap sepata kata.
suasana rumah sakit yang seperti biasa ramai, lorong demi lorong dilewati arya dan ayahnnya. tibalah di satu ruang icu. matannya mulai memandang ke dalam ruanggan dan yah bundannya sedang berbaring di dalam, di temani beberapa alat bantu pernapasan yg tertempel di hidung dan beberpaa kabel yg tertempel di dada bundannya itu. ayahnya masih saja terdiam sambil memandangi istrinnya dengan tatapan senduh dan berharap.
"pa, wejak kapan? kenapa ga kasih tahu arya" sejuta pertanyaan di lampirkan arya karna masih tidak percaya kondisi bundannya saat ini.
"kita hanya bisa berdoa dan terus berdoa. bunda pasti bisa melewati semua ini. walau mungkin hidupnnya harus bergantung alat alat itu." dengan ekting dan kordinasi seluruh pekerja di rumah sakit sang ayah meyakinkan kondisi bundannya dengan makximal bagusnnya. seorang dokter baru saja keliar dari ruangan sang bunda, "dok gimana kondisi bunda saya? kapan dia sadar? dia kenapa?" tiba tiba arya menyamperin dokter tersebut dengan sangat cemas. "yang kuat yah pak, ibu dewi dalam keadaan koma dan beliau membutuhkan banyak doa untuk kembali sadar" setelah mengatakan itu dokternnya pun pergi meninggalkan arya dan ayahnnya. arya kembali renung dan tetap menjaga bundannya.
...
...
...
...
sarah merasa matannya sakit saat membuka mata.
tok....tok....tok... pintu kamar sarah berbunyi dan masuklah bi iyem yang membawa segelas susu dan roti untuk sarapan sarah.
"bi, di mana nenek?" tanya sarah sambil memakn rotinya itu. nyonya ada di bawah non sedang sarapan.
" belum selesai ia menggunyah sarahpun segera turun menemui neneknya.
__ADS_1
"pagi nenenk chantik" itulah godaan sarah setiap pagi. "sini sayang kita makan lalu nenek mau berangkat ke rumah sakit" jaqab nenek sambil tersenyum. "nek, sarah ikut yah ke rumah sakit" tanya sarah.
tampa menjawab sekatapun neneknya langsung senyum dan menganguk untuk mengijinkan cucunya ikut bersamannya. sehubung masih libur kenaikan klas.
sejak kecil sarah selalu senag ikut neneknya ke rumah sakit, karena menurut dia rumah sakit adalah rumah kedua buatnya. banyk sekali pelajaran yg ia plajari di rumah sakit. itulah lasan cita cota sarah dari kecil. buat sarah, bisa menyembuhkan orang adalah sebuah keajaiban dan anugrah sehinga dapat memancarkan senyum orang orang di sekitarnya. sarah selalu membuat cemilan untuk menemaninnya di rumah sakit sewaktu bosan dan laper. cemilan sehat yang di panggang kering berbahan dasar sayur sayuran.
....
" pagi dok" saut salah satu sapam dan bebebrapa suster yang melewati mereka.
nenek sarah memang cantik walau usiannya sudah menginjak angka 71 tahun tapi beliau masih terlihat segar. sarah selalu senag melewati lorong khusus untu anak anak. buatnnya di lorong ini dia bisa membagikan kebahagiaan buat anak anak yg terkena penyakit memberinnya seamgat untuk terus berjuang.
"DOK..... DOK.... DOK.... TOLONG ANAK SAYA...... " teriakan seorang ibu ibu yang berlari mwnuju ruang UGD yang di ikuti beberapa perawat.
" MAMA......AKIT........AKIT......." sembari menagis dengan bicara cadel anak laki laki itu.
"dok...... ada pasien baru yang dateng dengan keadaan cukup parah" seorang dokter junior yang masih magang. peraturam di rumah sakit ini setiap kali mau mengambil tindakan darurat yangbcukup parah harua selalu melibatkan dokter senior.
tampa berpikir panjang nenek sarah berlari mengikuti jejak doter muda itu. sarah yg merasa penasaran mengikutinnya dari blakang.
"sus siapkan ruang oprasi, dan beberapa alat bantu" dengan sigap nenek memberih arahan. nenek adalah orang yang selalu sarah kagumi. sarah selalu memperhatikan kinerja neneknya. di luar lampu ruangan operasi menyala, hening dan hening hanya bebberpa auara kaki yg terdengar. sarah duduk menanti jalannya operasi. ibu itu terus terus menagis. sarah merasa irih terhadap anak itu karna memiliki seorang ibu yang menghawatirkannya.
5 jam berlalu, lampu ruangan telah di matikan bertanda operasi telah selesai. dokter keluar dwngan pakaian oprasinnya sambil tersenyum.
" operasi berhasil, anak ibu selamat. dia anal yang kuat." nenek memegang janggan ibu itu dan menbantunnya untuk bangkit.
"terimakasih dok.... terima kasih dik....." jawab ibu itu tampa sepata katapun hanya terima lasih yang berulang....
sarah menemani nenek kembali ke ruanggan dokter.
"nek, sara ke kantin dulu belikan nenek sup asparagus yah" sarah tahu banget kesukaan neneknya.
karena 5 jam yang melelahkan pasti mengguras pikiran dan kesabaran seorang dokter untuk menaggani pasien, pasti membuatnya lemas dan laper.
....
....
__ADS_1
"hay.... cantik mau makan apa sayang" tanya ibu kantin yang sudah menganggap sarah sebagai anaknnya.
" sup asparagus dan es coklat yah tante" di balas senyum manis sarah yang mengemaskan.
berjalan melewati kerumbunan orang adalah hal biaaa baginnya tapi tidak untuk hati ini.
GUBRAK....... es coklat yang di bawa sarah jatuh karna tersandung tali sepatunnya.
"AIS.......... SIAL...... celana putih gua kena kan" jawab seorang peria yang tidak asing suarannya bagi sarah.
"MAAF..... MAAF..... MAAF.. " tampa melihat siapa orangnnya sarah hanya bisa meminta maaf.
"ELO.... LAGI...... SIAL AMAT SIH GUA KLO SETIAP KETEMU LO.... KEMARIN DI KEJAR SAPAM, SEKARANG KETUMPAHAN COKLAT, BEASK APA COBA? " jawabnya kesal. Arya yang merasa kesal melihat siapa yg telah menjatukan coklat ke celanannya makin kesal setelah melihat siapa orang yg menjatuhkannya.
"sorrry...... kak sini aku bantu bersiin" sambil mengambil tisu di tas kecilnnya. belum sempat dia muali mengelapnya tiba tiba seorang suster dateng memanggil arya. tampa pikir panjang arya berlari mwngikuti suster itu yangbternyata memberi kabar bahwa pasien bernama bu dewi telah sadarkan diri.
"dasar cowo aneh....."sambil berjalan membawa asparagus kesukaan neneknnya itu.
...
...
ruanggan yang tadi hanya bisa berdoa sekaramg memberi harapan bunda telah sadar dan ayah ada di dalm memegang tangan bunda. memang ekting yang maximal. arya tersenyum melihat bundannya yang sadar dan segera mencium tangannya.
" Bunda.... arya pulang....." kata itu adalah kata wajib yang ahrus di ucapakan arya setelah sekian lama tidak bertemu. yah arya memang menempuh pendidikna di luar negri sambil berkerja paruh waktu. walau mereka dari keluarga berada tapi orang tuanya selalu mengajarkan anaknnya kerja keras.
tampa basa basi
"arya.... bunda ada 1 permintaan buat kamu nak"
wajah arya mulai berubah otaknnya mulai mencerna perkataan bundannya.
"hidup bunda tiada yang tahu..... bunda hanya mau kamu memiliki pengurus yang sayang sama kamu dan ayah.... membantu bunda menggantikan posisi bunda di saat nanti kalau di panggil tuhan" dengan kata kata yang terputus putus memberikan permintaan kepada arya. " ia nak.... ayah dan bunda mau menjodohkan kamu dengan cucu dari teman ayah" mereka berdua mulai memandangi arya denfan wajah berharap. "ada apa ini....? bunda pasti sembuh" jabawnya dengan kesal. " ar....y..a.. tolong degarkan permintaan. .b
.u...nda... menukalah sebelum b...unda... per...gi... " perkataan yang terputus putus membuat arya menjadi tidak bisa berpikir panjang karna buatnnya kesembuhan bundannya adalah yang utama. "ok..... ok.... apapun mau bunda arya lakukan..... bunda harua kuat..... arya terima..... bunda harus bertahan harus bisa melewati ini..."
.....
__ADS_1
....
...