
seperti biasa jam 4 kantor telah di bubarkan dan arya masih sibuk mengerjakan kerjaanya.
KRING....KRING.... hp arya berbunyi
"halo..... kak, kakak pulang jam berapa?" tanya sarah
"gua pulang telatan.... napa?" dengan nada coolnya
"bunda suruh hari ini makan malam di runah "
"iaudah tar gua lihat" dengan nada yang sama
TOK.... TOK... TOK...
"yaudah ga ada lagi kan yang mau di tanya gua sibuk" tampa mendengar balasan dan menutup panggilannya
willy membuka pintu
"bro.... masih sibuk aja.... dah pulang kale....." tegur willy sambil membantingkan tubuhnya di sofa ruangan arya
"bentar lah..... malas gua pulang cepet...." sambil membalik balikan lembaran file dimejanya.
"makanya punya bini dong biar semangat kalau jam pulang" lanjut willy
"lihat diri loh sendiri.....gaa sadar!!!! "
"hahahah.... gua mah masih mau bebas main main makanya selalu ke clup" sambil tertawa
arya hanya bisa menggelengkan kepalanya. ia tahu seperti apa sahabatnya itu. selalu mengikuti kata hatinya. terkadang ia ingin seperti sahabat dan teman temannya yang lain bisa bebas. tapi, ia tahu kondisi keluargannya. dimana ia adalah anak tunggal dan dia memiliki kewajiban untuk meneruskan perusahaan ayahnya. sedari kecil ia selalu berdoa dan bermimpi memiliki saudara, setidaknya ada teman serumah buatnya dan dia bisa lebih bebas memilih jalannya.
...
...
...
TENG...... tepat jam 7 malam arya baru sampai di depan rumah. bunda yang mendegar suara mobil arya pun menyuruh sarah menyambut arya.
setelah di sambut mereka melanjutkan ke meja makan dan mulai makan malamnya.
di sela sela selesai makan.
__ADS_1
"yah, bun.... arya berfikir arya mau coba hidup mandiri dengan sarah" arya mulai berbicara
"GA...." semua kaget dengan jawaban bunda
"bun, biarkan arya memilih. sekarangkan dia sudah memiliki keluarga. biarkan dia belajar menjadi pemimpin di keluarganya" jawab ayah dengan bijak
"tapi yah bunda baru merasakan memiliki anak perempuan " dengan raut wajah sedih
"ia tapi kan kita bisa berkunjung ke mereka bun" balas ayah
"ia bun, ayah benar, bunda dan ayah masih bisa mengunjungi
kamu atau kami yang akan sering ke sini" balas arya
di satu sisi, sarah hanya mendengar dan terdiam.
setelah acara makan malam selesai arya dan sarah menuju kamar mereka.
"nih black master card no limit buat kamu" sambil menyodorkan kartu berwarna hitam.
"untuk apa ini" masih binggung
"untuk semua keperluan kamu " jawabnya kembali menuju kamar mandi.
ga berapa lama arya keluar dengan handuk di pinggang.
"udah ga usah lihat itu mulu" berjalan menuju ruang ganti.
"nanti setiap pagi akan ada uang jajan khas untuk kamu" lanjutnya. karena ia tahu kartu itu ga bisa di pakai di sekolah.
"minggu depan kita akan pindah ke apartemen saya dan kita akan menjalani sesuai kontrak" lanjut arya
sarah hanya mengangukan kepala dan menyimpan pemberian arya. ia mulai menuju kamar mandi.
20 menit kemudian sarah selesai dan melihat arya yg ada di atas kasur yang sedang mebuka laptop miliknya. sarah berjalan menuju meja rias untuk mengeringkan rambutnya. tampa di sadari, arya melihat langkah saray. sempat terlewat pikiran kotornya. yah namanya juga laki laki normal.dan seketika ia langsung melanjutkan pekerjaannya.
"ingat..... nikah konterak" teriak batin arya
semua kembali ke posisibmasing masing yang di mana sarah di sofa dan arya di kasur.kehidupan mereka berjalan seperti biasa. tak terasa waktu berjalan sangat cepat. hati ini adalah hari kepindahan mereka ke apartemen milik arya. terletak di kawasan elit yang lumayan asri suasanannya.
"nih kamarmu, dan jngan pernah masuk ke kamar gua " sambil membawa sarah ke kamarnya.
__ADS_1
arya melanjutkan membawa barnag ke kamarnya dan meningalkan sarah.
"ah..... hidupku kembali normal" sambil melempar diri ke atas ranjang yang empiluk.
KRING..... KRING.... suara telefon sarah berbunyi. ternyata windi dan merlin yang menelefonnya melalui vodeo call.
"sarahhhhhhhhhhhhh........." teriak serempak
"ihhhhh...... kagen......" serempak kembali tapi kali ini ber 3
"gimana liburan lu" windi
" biasa aja nih palaing menyiapkan buat entar masuk." jawab sarah yang tiba tiba berubah expreai bt.
"ihh.... gua rasanya malas balik deh masih mau d sini..... "teriak frustasi merlin
"lo pada gimana dah tahu mau lanjut d mana " tanya sarah semangat
"fix gua lanjut di ausi " teriak merlin kembali
" bokap gua suruh ambil kedokteran di kampus xz" dengan lesu windi
"gua juga lanjut di kampus xz dan mengambil jurusan kedokteran" balas sarah yang tiba tiba senag. merasa masih ada sahabatnya bersama sampai kuliah 1 kampus yang sama.
"seriusan loh" seketika windi bersemangat
"ahhh... masa hanya gue doang yg jauh dari kalian..... ga seru nih " balas merlin yang tiba tiba.
keduanya pun tertawa...... dan mereka melanjutkan kangen kangenan mereka sampai waktu menunjukan jam 6 sore.
"girls gua udahan dulu yah ada urusan bentar gua nih " ningprung sarah.
sarah masih tidak ingin kedua sahabatnya tahu kalau ia sudah menikah dan semua itu karena di jodohin.
setelah mengakhiri telefonya sarah segerah bergegas ke dapur untuk melihat stok makanan dan membuat makan malam. ga butuh waktu lama makan malam pun jadi. sarah pergi menuku depan kamar arya dan memangilnya. dan ternyata tidak ada balasan. ia takut untuk mengecek kamar arya karrna teringat perjanjian mereka.
"yah sudah lah mending gau sms aja lah kak arya darioada serba salah" ia mulai mengetik getik dan setelah itu melanjutkan langkahnya menuju dapur dan makan malam sendiri.
di sisis lain arya tertidur karena kelelahan beberapa hari ini, sampai sampai tidak mendengarkan ketukan pintu sarah.
tengah malam arya terbangun karna merasa cacing di perutnya melakukan konser. yah ia merasa lapar dan segera meninggalkan kamarnya.
__ADS_1
sesampainya di dapur dan membuka tutupan meja ia melihat masakan yang di buat sarah.
entah mengapa bibirnya tersenyum sendiri dan melanjutkan makannya yang tertunda.