Jodohku Di Bandara

Jodohku Di Bandara
AWAL BARU


__ADS_3

...


...


hari yang di tunggu pun tiba.


"yah tuhan........ kenapa harus bersama laki kali dingin ini sih" sarah hanya bisa pasrah. demi ketenaggan neneknya.


tiba-tiba


"kamu.....cantik sayang" mutiara bening terjatuh dari ujung mata nenek itu


"nenek tahu kamu belum siap, tapi percaya sama nene dia laki-laki yang baik"lanjutnya.


"nek.... sarah sayang sama nenek." memeluk nenek


"sayang.... jangan nagis, ga baik buat hari bahagia kamu" menghapus air mata sarah.


"sayang..... kamu cantik sekali....." tampa di sadari bunda dewi sudah ada di depan pintu untuk melihat calon mantunnya.


sarah hanya bisa tersenyum.


acara pernikahan pun di mulai, semuannya sudah hadir. dalam acara ini hanya saudara terdekat saja yang di undang.karena, berhubung sarah masi sma dan ini adalah salah satu ayarat sarah untuk neneknya untuk mengadakan acara yang sakral saja.


tidak satupun teman maupun sahabat sarah tahu akan hal ini. begitu juga dengan arya.


...


...


...


"sarah selamat yah sayang sekarang kamu beneran jadi anak bunda"sambil mencium sarah dan memeluk bahagia.


"selamat ya arya. mulai sekarang kamu harus menjaga sarah. papa gamau ada laporan sarah terlantarkna oleh kamu." memukul pundak arya.


"ok..... hari ini kalian tinggal di rumah bunda." jeng dewi sangat bergembira sambil mengajak sarah.


"ta... pi bun......" arya sepontan membalas.


"ga ada tapi...tapian...." tampa memperdulilkan arya dan masih memawa sarah ke mobil.


sarah hanya bisa pasrah, entah apa yang akan terjadi kedepannya.


....


...


...


...


"arya, bawa sarah ke kamarmu nak" lanjut ayah setelah sampai di kediaman mereka.


"sarah mulai sekarang kamu pangil saya dengan sebutan bunda yah sayang" jeng dewi sangat bersemangat.


"ia bunda..." masih merasa canggung


mereka pun menaiki tangga menuju kamar arya.sarah selalu mengekori arya.


"masuk lo....." dengan ketus arya yang meningalkan sara di depn kamarnya


"ini pasti peerbuatan bunda dan bibi" sambil melihat kasurnnya yang di tata dengan kelopak mawar.


sarah masih saja terpaku di depan kamar.

__ADS_1


"mau sampai kapan loh di situ" lanjut arya.


sarah pun perlahan masuk dan melihat sekeliling kamar arya yang bernuansa maakulin berdinding abu abu.


arya sudah meningalkan sarah ke kamar mandi untuk memberaihkan dirinya. sarah masih saja terpanah dengan kamar arya yang lebih besar dari kamarnnya. ini pertama kalo buatnya memasuki kamar peria.


...


...


"loh mandi gih ga gerah pakai kebaya mulu. gua aja gerah lihat lo"


"ALAMAK........" Teriak sarah saat membalikan tubuhnya. melihat arya yang bertelanjang dada dengan rambut basahnya. semua serba perrtama kali buatnya.


arya yang melihat itu hanya tersenyum nakal.


....


...


20 menit berlalu, sarah keluar dengan dress doraemonnya. sambil berjalan malu malu. arya yang saat itu melihatnya hanya bisa tersenyum.


"dasar bocah" dalam pikiran arya


"tuh bantal dan selimut di sofa, lu tidur di sana." jawab arya sambil memainkan hpnya.


"ga ada perasaan baget sih jadi cowo"memajukan bibir sarah yang merasa kesal.


...


...


...


TOK....TOK...TOK...


TOK...TOK...TOK....


"GAWAT.....kalo kelihatan bunda... "secepat kilat mengangkar sarah dari sofa ke kasur. sarah yang merasa kaget pun teriak.


"AH......"


"arya buka pintunnya" teriakan bunda yang tiba tiba merasa kahwatir.


"ia bun arya bukain dulu pintunya " teriak arya saat bundanya mulai merasa aneh dengan triakan sarah.


setelah mengangkar sarah ke kasur segeralah arya membukakan pintunnya.


"ga sabaran baget sih kamu.... maain terkam aja...." goda bunda dengan senyum jahilnnya.


arya hnya bisa trsenyum.


sarah baru sadar kalo arya memindahkannya karena keadaan darurat.


"nih kalian minum susu dulu supaya nyenyak tidurnya " entah hanya alasan unda semata yang ingin melihat kedua anaknya itu.


setelah bunda keluar mereka kembali ke posisi semula.


...


...


...


jam menunjukan 5 dini hari sarah segera bangun dan membersihkan mukannya. ia turun untuk membantu menyiapkan sarapan. ia tahu sekarang setatusnya bukan lagi anak manja yang hanya melayani neneknya. di satu sisi ia merasa senag karena memiliki seorang ayah dan bunda walaupun itu bukan orang tua asli sarah.

__ADS_1


"pagi bi...." ucap sarah sesampai di dapur.


"pagi non" jawab bibi dengan terkejutnya.


"sini bi sarah bantu buatkan sarapan" semancarkan senyum manisnnya.


"ehh... nda... usah non...." merasa tidak enak dengan sarah yang dimana adalah nona baru di rumah ini.


"ga apa bi... aku juga dah terbiasa kok" sambil membuat kopi untuk arya dan ayahnya.


ternyata bunda sudah memperhatikanya sedari tadi karena merasa ada langkah kaki yang menuruni tangga.


bunda hanya melihat dan merasa beruntuk memiliki mantu yang sopan dan baik tampa memandang setatus orang.


"mama sidah bangun?" sarah kaget


"sudah sayang" sambil tersenyum dan menduduki salah sartu kursi.


"sayang, bunda sangat senang dengan kehiduoan bunda yang dekarang. karena sudah ada kamu." mengelus rambut panjang sarah


sarah hanya tersenyum dan entah mengapa butiran beningpun lolos tampa tertahankan.


"kamu kenapa nak?" tanya bunda


"sarah kangen mama dan ini adalah pertama kalinya sarah merasakan kasih sayang seorang ibu lagi bun" mencoba nenahan rasa sedihnya


"sekarang, bunda adalah mama kamu juga sayang jadi jangan sunkan sama bunda" sambil menghapus butiran bening itu dan megelus pipi sarah.


"hey..... hey... hey ada apa nih pagi pagi sudah pada sedih" nimprung suara ayah dari belakang.


"sarah, kamu babgunin arya yah udah jam 7" perintah bunda dengan senyuman.


sarah pun meninggalkan mereka dan mengikuti perintag bunda.


sampai di kamar sarah tidak melihat siapapun.


" di mana tuh orang" pikir sarah bertanya tanya.


desahan air berbunyi dari arah kamar mandi.


sarah pun memilih untuk membereskan kamarnya.


semua sudah berada di meja makan. menikmati sarapan di pagi hari yang cerah itu. pagi pertama buat sarah yang merasakan memiliki keluarga yang utuh.


"bun, yah... arya berangkat yah " bangkit dan mencium pundak tangan kedua orang tuannya.


"EHEM......" kode bunda memangil arya dan megarahkan matanya menuju sarah.


"istri kamu ga di cium" tegur bunda


"tapi bun...."


"ga ada tapi tapi" balas bunda


"ga papa kok bun" balas sarah yang merasa tidak enak.


CUP....


satu ciuman mendarat di jidat sarah.


"aku pergi" saut arya


"kak...." panggil sarah


arya berbalik.

__ADS_1


"hati hati " melanjutkan pembicaraannya


__ADS_2