
.
...
" dasar cowo gila..... " gumel sarah sesampai di ruangan neneknya.
neneknya hanya bisa tersenyum melihat tingkah sarah yang tidak seperti biasannya.
seperti biasa, hari mulai sore. mereka berdua menelusuri ruang demi ruang menuju lobby.
"Sarah..... kita jenguk teman nenek yuk"
"OK..... nehcan" nechan adalah sebutan yang di baut sarah untuk neneknya.
perlahan tapi pasti nenek membuka suatu ruanggan yang menurut sarah sedikit asing baginya. tapi siapa sangkah.
"LOH...... kaka yang suka marah marah itu kan" sarah terkejut dan membisu sambil menatap laki laki berbadan atletis itu. yah ARYA ADIGUNA.
seolah arya tidak memperdulikannya, ia masih merasa senag melihat bundannya yang sudah siuman.
" gimana kabarnnya jeng dewi" nenenk segera memegang tangan bunda dewi dengan wajah yang santai.
"aku merasa sedikit lebih baik jeng" jawab bunda dewi sambil melihat siapa yang bersama nenek itu.
"hay... cantik.... kamu sudah besar yah sekarang " mepemparkan senyuman terindahnya ke arah sarah.
sarah yang merasa bingung dengan perkataan jeng dewi itupun hanya bisa menjawab dengan agukan sambil tersenyum. padahal dalam pikirannya banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang melintas.
di tengah tengah perbincanggan mereka jeng dewi berubah expresi menjadi senduh.
"jeng, saya tidak tahu sampai kapan tuhan masih memberi saya kesempatan melihat dunia ini." dengan sekejab semua mata bertuju pada bunda.
"arya adalah anak ku satu satunnya dan aku takut saat tuhan memanggilku menghadapnya aku belum sempat melihat pernikahan arya dan menimang cucu darinya"
__ADS_1
arya mendekat dan memgang bahu tanggan bundannya. ia memang sudah tahu maksud dari bundanya itu dan dia juga tidak memiliki alasan lain untuk menolaknnya katna berhubung kondisi bundah yang bisa di bilang belum setabil.
"jeng, saya sebagai bunda dan sekaligus salahsatu wali dari ARYA ADIGUNA meminta ijin untuk menjodohkan ARYA ADIGUNA dengan cucu cantik anda."
semuanya semakin kaget begitu juga ayahnya arya. tapi memanag semua sudah di rencanakan oleh mereka ber 3 untuk menjodohkna keduanya.
saat itu sarah yang masih kaget langsung meninggalkan runggan itu dan duduk di depan ruanggan sambil tidak percaya apa yg di ucapkan kedua wanita paruh baya itu di dlaam tadi.
sedangkan arya yang pasrah, tetap di dalam menemani bundannya.
....
....
...
waktu berkunjung telah selesai, nenek akhirnya keluar di teman arya dan ayahnya menemui sarah yang masih terduduk diam dengan pandangan kosong ke depan.
"hai..... maaf soal yang tadi di knatin dan d runagan bunda" mengajukan satu tanggannya di hadapan sarah.
sarah hanya bangkit dan meninggalkan mereka semua. nenek yang melihatnnya hanya bisa meminta maaf karena ketidak sopanan cucunya itu.
"arya papa tahu kmu tidak mau mengecewakan bunda walau harus mengorbankan kehidupan kedepan kamu" sambil menepuk punggung anak lakinya. dan meninggalkannya di belakang. yah, dia memang tidak ingin mengecewakan bundanya. buatnya, kedua orang tua itu adalah surga buatnya dan dia masih belum bisa membahagiakan keduannya.
...
...
...
sarah, berlalri meningalkan neneknya itu yang mengejarnya dari belakang.
yah, sarah merasa pikiran dan batinnya merontak rontak karena keadaan yang ia alami sekarang. belum terselesaikan masalah dimas kini masuk laki laki yang di tabraknnya d bandara tempo hari. dan berujung di jodohkan.
__ADS_1
tampa sadar, sarah melihat banyak suster yang berlari lalulalang melewatinnya. karna penasaran ia menoleh ke belakang dan yah, nenek kesayangannya jatuh sambil memegang dadanya.
"NENEK.........." tangis sarah pesah seketika.
ia panik dengan seadaan neneknya sekarang. sambil berlalu melewati koridor rumah sakit.
nenek masuk ke ruanggan ugd dan beberapa dokter juga berlaruan keluar masuk dengan sangat panik.
di dalam pikirannyabsekarang adalah kesembuhan neneknya. ia tidak memiliki siapa siapa sekarang di sisinya.
arya dan ayahnya yang melihat sarah di depan ruangan ugd itu laangsung segera menghampirinnya.
tampa di sadari sarah yang menagis histeri di peluk oleh arya. semua seolah olah membantu menenagkannya. karwn ai bisa merasakan takut kehilangan seseorang itu. apalagi dalam kondisi seperti ini sarah seorang diri. ayah atya hanya bisa tersenyum melihat mereka.
...
...
"dok, gimana nenek dok"
dengan berat hati dokter itu hanya bisa menjawab "yangsabar yah" kata ibu membuat tangisan sarah memecah. padahal belum selesai penjelasan dari dokter yang menangani neneknya
"sarah... nenek sudah melewati masa keritisnnya, cuman kita belun tahu kapan beliau akan sadar. itu semua karena efek tekanan jantung mendadak" lanjut dokter itu.
"jadi nenek selamat dok?" senyum mulai terpancar di wajah sarah walaupun masih teras kesedihan di dalam hatinnya.
"yah... nenemu kuat sar" balas dokter itu.
yah ..... semua dokter dan perawat menggenal sarah. karena sejak kecik ia selalu menemani neneknya berkerja. dan juga karena kelucuanya dulu. ia sempat menjadi model untuk rumah sakit itu. khususnnya di bagian dokter anak.
...
...
__ADS_1
...