
Tyas Arini sebuah nama yang diberikan bapk dan ibuk,aku terlahir sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara.Kami tinggal di pelosok kabupaten bantul lebih tepatnya di daerah imogiri,kami bukan dari keluarga kaya raya yang tajir melintir tapi walaupun tidak kaya alhamdulilah bapak dan ibuk dapat menyekolahkan kami ketiga anaknya sampai tamat di jenjang SMA.Pekerjaan bapak sebagai penjual jamu dari pasar ke pasar dan ibu menjadi buruh cuci gosok baju di laundry mbak anis kampung sebelah.Masku yang paling tua sudah berkeluarga dan tinggal di kota Samarinda berjualan bakso,kemudian masku yang kedua belum nikah dan saat ini tinggal dan kerja di salah satu pt galangan kapal di daerah sekupang batam,sedangkan aku sendiri "tyas ariani"gadis tomboy baru tamat SMA yang belum mempunyai pekerjaan hanya lontang lantung pergi ke depnaker bantul trus ke depnaker kodya yogya hanya untuk mencari dan mengisi lowongan pekerjaan.Seperti saat ini aku dan sahabat baikku si elin sedang berada di kantor depnaker kodya yogya mengikuti tes tertulis dan wawancara dari salah satu perusahaaan di batam yaitu PT Surya Teknology."yas...iya napa sahutku ke si elin yang kaget,busyet dah yas opo gak salah kui direkture golek karyawan?,"la ngopo e lin...kui loh sing di butuhke gur sebelas sing daftar 500 orang edan tenan"(yas apa gak salah itu direkturnya cari karyawan?mengapa lin...itu loh yang di butuhkan cuma sebelas orang yang daftar 500 orang,gila ya").",lah suka suka bose yang punya pt to lin,kita cuma berharap di antara sebelas orang itu ada nama kita berdua ya lin"dengan kompak kita aminkan berdua.Tak terasa waktu penentuan,"selamat siang menjelang petang adek adek,sebagaimana adek adek telah saksikan proses dari tes tertulis ,wawancara semuanya serba terbuka dan transparan tanpa ada embel embel maka saya akan membacakan kesebelas nama yang akan berangkat ke batam dan yang untuk namanya belom di panggil jangan berkecil hati silahkan untuk berjuang lagi,baiklah yang pertama Andriani,Tina Hartanti,Dian Anggraeni,Tyas Arini,Suharti,Suyanti, Sriningsih,Catharina,Irawati,Tri utami,Sri Rahayu,silahkan kepada mereka untuk maju ke depan".Aku terkejut karena tidak menyangka namaku terpanggil untuk berangkat ke batam,sujud syukur ku ucapkan dan tak terasa air mataku turun dan kulihat kesamping "lin aku di terima aku berangkat".Nampak raut kekecewaan di wajahnya karna elin tidak lolos,ku usap bahunya"sabar semangat ya lin belum riskimu berangkat ke batam".Setelah selesai semua urusan dan kami telah di beri pengarahan,akhirnya saatnya aku pulang ke rumah segera aku keluar kucari cari si elin tapi gak ada,ku telpon dia tapi tidak di angkat tak lama ada WA dari elin"yas selamat ya,semoga sukses di batam,maaf ya aku sudah pulang duluan".Huft....aku kecewa dengan elin,selama ini kami pergi bersama tapi sekarang dia ninggalin aku sendiri di depnaker",dengan langkah gontai dan kecewa atas sikap elin akhirnya ku ambil motor bututku di parkiran ku arahkan pulang ke rumah untuk kuceritakan ke bapak ibuk letihku satu hari ini akhirnya berbuah manis bisa berangkat ke batam dan akan berjumpa dengan masku yang nomer dua mas tio....