
Kamipun mengajukan berkas permohonan menikah ke Batalyon.
Besoknya kami harus kembali ke Batalyon dengan memenuhi segala rentetan persyaratan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembinaan mental dan terakhir sebelum malamnya aku mengisi acara di batalyon, siang ini kami mengahadap ke pejabat kesatuan tentunya dengan memakai baju persit dan perlengkapannya.
4 Hari sudah kami selesai mengurus semuanya, dan tinggal mencari hari yang pas untuk ijab kabul.
Skip
Malam hari sekitar jam 20:00 aku sudah berada di lapangan batalyon untuk mengisi dan menghibur acara perayaan HUT TNI. Tentunya Mas Agung tidak mengetahui soal ini, aku sengaja tidak memberitahu dia perkara aku mengisi acara disini, supaya dia percaya kalo suara ku memang bagus, secara dia selama dua tahun ini selalu keburukan suara ku saat bernyanyi.
Setelah acara dimulai oleh MC dan acara pembukaan dibuka oleh Pejabat tertinggi kesatuan batalyon, kemudian bintang tamu bernyanyi dan akhirnya aku tampil untuk mengisi beberapa lagu.
MC "Baiklah selanjutnya akan dihibur oleh salah satu calon keluarga kita di batalyon, silahkan Dania Ayuningtyas untuk menyanyikan beberapa lagu untuk kami semua"
Akupun naik ke atas pentas, dan melihat bagaimana ekspresi kaget Mas Agung melihat aku. Dan akupun bernyanyi. Lagu pertama karena kebetulan acaranya pas malam minggu maka lagunya tamu malam minggu dengan genre dangdut.
"Siapa sih malam minggu
ketuk ketuk pintu
hatiku bertanya tanya
sungguh aneh tapi nyata
memang dia dia dia...dia
siang tadi jumpa di depan rumah
senyum senyum padaku
aku pun jadi malu
akhirnya ada tamu malam minggu
siapa sih malam minggu
ketuk ketuk pintu
hatiku bertanya tanya
banyak lelaki
hanya menggoda
tapi yang satu ini
dia nekat juga
ulurkan tangan
sebut namanya
aku pun terpaksa
__ADS_1
sebut namaku
malam minggu
kini ku tak sendiri
ada si dia di sampingku"
Dilanjutkan lagu kedua, "Lagu ini terkhusus buat para ibu-ibu persit yang ditinggal tugas suaminya jauh" Aku sambil mengambil gitar dan mengambil posisi duduk di kursi panggung. jreng aku petik senar gitarku dan aku bernyanyi:
"Ku selalu mencoba
Untuk menguatkan hati
Dari kamu yang belum juga kembali
Ada satu keyakinan
Yang membuatku bertahan
Penantian ini kan terbayar pasti
Lihat aku sayang
Yang sudah berjuang
Menunggumu datang
Menjemputmu pulang
Ingat slalu sayang
Hati ku kau genggam
Aku tak kan pergi
(Tetap di sini)
Jika bukan kepadamu
Aku tidak tau lagi
Pada siapa rindu ini kan ku beri
Pada siapa rindu ini kan ku beri, ooh
Lihat aku sayang
Yang sudah berjuang
Menunggumu datang
Menjemputmu pulang
__ADS_1
Ingat slalu sayang
Hati ku kau genggam
Aku tak kan pergi
(Disini)
Lihat aku sayang
Sudah berjuang
Menunggumu datang
Menjemputmu pulang
Ingat slalu sayang
Hati ku kau genggam
Aku tak kan pergi
Aku tak kan pergi
Setelah selesai bernyanyi akupun turun dari panggung, dan duduk di tenda bersama Mas Agung dan Alisa.
"Ga nyangka bagus suaramu dek" Mas Agung
"Makanya jangan suka ngejek kamu mas" Aku
"Wehhh Danki, ini calonnya ternyata, kapan nikahan. Sedih aku ditinggal nikah sohib, secara aku belum dapat calon sampai sekarang" Ucap teman Mas Agung yang merupakan seorang komandan peleton. Komandan peleton itu ada dibawah komandan kompi.
"Hahhaha iya, makanya jangan suka banyak pilih, kenalin namanya Nia" Kamipun bersalaman.
"Salam kenal buk, saya Ryan Bayu Wijaya" Bayu
"Oo iya saya Nia" Aku
SKIP
Acara selesai dan kamipun pulang ke rumah, kasian Alisa sudah sedari tadi tidur di pangkuanku. Jam 23:00 kami sampai rumah kak Sandra. Ternyata mereka sudah pulang duluan karena Dayhan sang raja rewel ngajak pulang.
Ruang Tamu
"Ga usah pulang dek, udah malem. Nginep sini aja. Alisa tidurin di kamar Nia. Trus kau pake kamar tamu satu lagi" Bg Adit
"Iyoo Danru" jawab Mas Agung. Mas Agungpun menggendong Alisa menuju kamarku dan membaringkannya di kasur.
"Habis ini cuci muka, tidur langsung ya sayang" Mas Agung
"Siap kapten" sautku.
Mas Agungpun tertawa dan berjalan menuju ke kamar tamu.
__ADS_1