Jodohku Pak Tara

Jodohku Pak Tara
Bagian 20


__ADS_3

Kamipun mengajukan berkas permohonan menikah ke Batalyon.


Besoknya kami harus kembali ke Batalyon dengan memenuhi segala rentetan persyaratan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembinaan mental dan terakhir sebelum malamnya aku mengisi acara di batalyon, siang ini kami mengahadap ke pejabat kesatuan tentunya dengan memakai baju persit dan perlengkapannya.


4 Hari sudah kami selesai mengurus semuanya, dan tinggal mencari hari yang pas untuk ijab kabul.


Skip


Malam hari sekitar jam 20:00 aku sudah berada di lapangan batalyon untuk mengisi dan menghibur acara perayaan HUT TNI. Tentunya Mas Agung tidak mengetahui soal ini, aku sengaja tidak memberitahu dia perkara aku mengisi acara disini, supaya dia percaya kalo suara ku memang bagus, secara dia selama dua tahun ini selalu keburukan suara ku saat bernyanyi.


Setelah acara dimulai oleh MC dan acara pembukaan dibuka oleh Pejabat tertinggi kesatuan batalyon, kemudian bintang tamu bernyanyi dan akhirnya aku tampil untuk mengisi beberapa lagu.


MC "Baiklah selanjutnya akan dihibur oleh salah satu calon keluarga kita di batalyon, silahkan Dania Ayuningtyas untuk menyanyikan beberapa lagu untuk kami semua"


Akupun naik ke atas pentas, dan melihat bagaimana ekspresi kaget Mas Agung melihat aku. Dan akupun bernyanyi. Lagu pertama karena kebetulan acaranya pas malam minggu maka lagunya tamu malam minggu dengan genre dangdut.


"Siapa sih malam minggu 


ketuk  ketuk pintu


hatiku bertanya tanya


sungguh aneh tapi nyata


memang dia dia dia...dia


siang tadi jumpa di depan rumah


senyum senyum padaku


aku pun jadi malu


akhirnya ada tamu malam minggu


siapa sih malam minggu 


ketuk ketuk pintu


hatiku bertanya tanya


banyak lelaki 


hanya menggoda


tapi yang satu ini 


dia nekat juga


ulurkan tangan 


sebut namanya


aku pun terpaksa

__ADS_1


sebut namaku


malam minggu 


kini ku tak sendiri


ada si dia di sampingku"


Dilanjutkan lagu kedua, "Lagu ini terkhusus buat para ibu-ibu persit yang ditinggal tugas suaminya jauh" Aku sambil mengambil gitar dan mengambil posisi duduk di kursi panggung. jreng aku petik senar gitarku dan aku bernyanyi:


"Ku selalu mencoba


Untuk menguatkan hati


Dari kamu yang belum juga kembali


Ada satu keyakinan


Yang membuatku bertahan


Penantian ini kan terbayar pasti


Lihat aku sayang


Yang sudah berjuang


Menunggumu datang


Menjemputmu pulang


Ingat slalu sayang


Hati ku kau genggam


Aku tak kan pergi


(Tetap di sini)


Jika bukan kepadamu


Aku tidak tau lagi


Pada siapa rindu ini kan ku beri


Pada siapa rindu ini kan ku beri, ooh


Lihat aku sayang


Yang sudah berjuang


Menunggumu datang


Menjemputmu pulang

__ADS_1


Ingat slalu sayang


Hati ku kau genggam


Aku tak kan pergi


(Disini)


Lihat aku sayang


Sudah berjuang


Menunggumu datang


Menjemputmu pulang


Ingat slalu sayang


Hati ku kau genggam


Aku tak kan pergi


Aku tak kan pergi


Setelah selesai bernyanyi akupun turun dari panggung, dan duduk di tenda bersama Mas Agung dan Alisa.


"Ga nyangka bagus suaramu dek" Mas Agung


"Makanya jangan suka ngejek kamu mas" Aku


"Wehhh Danki, ini calonnya ternyata, kapan nikahan. Sedih aku ditinggal nikah sohib, secara aku belum dapat calon sampai sekarang" Ucap teman Mas Agung yang merupakan seorang komandan peleton. Komandan peleton itu ada dibawah komandan kompi.


"Hahhaha iya, makanya jangan suka banyak pilih, kenalin namanya Nia" Kamipun bersalaman.


"Salam kenal buk, saya Ryan Bayu Wijaya" Bayu


"Oo iya saya Nia" Aku


SKIP


Acara selesai dan kamipun pulang ke rumah, kasian Alisa sudah sedari tadi tidur di pangkuanku. Jam 23:00 kami sampai rumah kak Sandra. Ternyata mereka sudah pulang duluan karena Dayhan sang raja rewel ngajak pulang.


Ruang Tamu


"Ga usah pulang dek, udah malem. Nginep sini aja. Alisa tidurin di kamar Nia. Trus kau pake kamar tamu satu lagi" Bg Adit


"Iyoo Danru" jawab Mas Agung. Mas Agungpun menggendong Alisa menuju kamarku dan membaringkannya di kasur.


"Habis ini cuci muka, tidur langsung ya sayang" Mas Agung


"Siap kapten" sautku.


Mas Agungpun tertawa dan berjalan menuju ke kamar tamu.

__ADS_1


 


__ADS_2