Jodohku Pak Tara

Jodohku Pak Tara
Bagian 26


__ADS_3

#26


Setelah selesai semuanya akupun beristirahat sejenak kemudian aku pamit kepada Mas Agung untuk menjemput Alisa.


30 menit perjalanan akhirnya sampai di rumah mama.


"Assalamualaikum, mama" Teriakku.


"Waalaikumsalam, kok udah sampe sini aja menantu mama" Mama.


"Iya ma, Nia mau jemput Alisa. Bolehkan Alisa Nia bawa pulang" Aku.


"Tentu dong sayang, kamukan sekarang ibunya. Bentar mama panggil Alisa dulu soalnya dia lagi di taman belakang bermain dengan kelinci" Kata Mama.


SKIP


"Mama, ayok kita pulang" Rengek Alisa.


"Iya sayang kita pulang, sebelum pulang salim dulu sama nenek" Ucapku.


"Nenek, Alisa pamit ya, besok Alisa main kesini lagi. Nenek jangan sedih" Alisa.


"Iya sayang, nenek ga sedih kok" Ucap Mama mertuaku sambil meluk Alisa.


"Iya udah ma, Nia pamit dulu. Soalnya mau mampir belanja ke minimarket, takutnya Mas Agung nunggunya lama" Aku sambil nyium tangan mama mertua.


"Iya sayang, ati-ati dijalan ya. Mama titip Alisa sama Agung sepenuhnya sama kamu" Mama mertuaku.


SKIP

__ADS_1


Sesampainya di asrama aku langsung menurunkan belanjaanku dari bagasi mobil dan memasukkannya ke dalam kulkas, setelah itu aku memasak untuk makan malam dan tentunya Alisa membantuku.


"Mama mau masak apa?" Tanya Alisa.


"Maunya Alisa makan apa nak?" Tanyaku balik.


"Apa aja ma, yang penting masakan mama" Jawab Alisa sambil senyum. "Alisa boleh bantu mama masak? "


"Boleh dong sayang" Jawabku. Kemudian Alisa duduk di kursi sampingku, dia mengupas kulit bawah merah dan bawah putih, kemudian aku ajari memotong kecil - kecil.


"Ma, Alisa pandai. Tapi mata Alisa perih ma" Rengek Alisa.


"Iya udah Alisa mandi dulu sana ke kamar, habis itu main sama boneka barbie kalau udah selesai nanti mama panggil".


Ketika aku asik memasak tiba-tiba dari belakang pinggangku dipeluk erat dan aku kaget bukan main, spontan aku mukul tangan orang tersebut dengan spatula penggorengan.


"Sayang maaf, adek ga tau kalau mas. Soalnya mas juga main peluk - peluk aja. Udah tau adek lagi masak. Lagian adek itu ga biasa dipeluk - peluk makanya reflek mukul tadi" Jawabku sambil menunjukkan wajah tak berdosa.


"Kalau ga lagi masak berarti mas boleh peluk - peluk, ya kan dek? " Tanya mas Agung.


"Peluk guling kamar boleh dong" Jawabku bercanda.


"Tega kamu dek, pengantin baru bukannya di kasih jatah sebagai suami malah disuruh peluk guling" Mas Agung sambil menyenderkan muka dia leher aku yang membuatku geli.


"Mas, geli ah jangan gitu. Nanti nampak Alisa" Ucapku.


"Oke nanti habis makan kita lanjutkan di kamar biar ga nampak Alisa" Cup. cup. cup sambil nyium pipi aku.


"Mas mending ambilin piring itu trus taro di atas meja, biar adek bawa lauknya kesana" Suruhku karena aku bos di rumah dan dia nurut apa yang aku perintahkan.

__ADS_1


Setelah selesai semuanya, aku pun memanggil Alisa. Dan kamipun makan bertiga, sesekali Alisa minta aku suapin, tentunya aku menurutinya karena aku mama yang baik tentunya.


Setelah Alisa selesai makan.


"Mah, kapan Alisa punya adek" Alisa


"Uhuk",, langsung keselek seketika aku dan mas Agung memberikan aku minum.


" Mama kenapa? " Tanya Alisa.


"Mama ga kenapa - kenapa sayang, secepatnya Alisa punya adek pokoknya, Alisa banyak berdoa sama Allah" Jawab Mas Agung.


"Iya udah sayang, ayuk kita ke kamar. Mama temenin tidur" Aku gandeng Alisa menuju kamarnya dan Mas Agung melangkah menonton televisi.


30 menit kemudian ternyata Alisa sudah tertidur dan aku kembali ke kamarku, tak lama kemudian mas Agung menyusulku masuk kamar.


Dan hawa hawa tidak enak dapat aku rasakan. Setelah aku cuci muka dari kamar mandi aku membaringkan tubuhku di kasur, dan tak lama kemudian mas Agung keluar dari kamar mandi menatapku dengan tatapan buas seolah menjadi seekor singa yang kelaparan.


"Mas kenapa sih kok nengok adek gitu" Tanyaku.


Dia berjalan menuju arahku, dan deg rasanya jantungku berdebar berpuluh kali lipat seperti orang selesai lari maraton. Dia tiba-tiba memelukku, mengecup keningmu dan ******* bibirku perlahan. Awalnya aku hanya diam namun lama-lama aku memberikan respon dan dia menghentikan ciuman kami.


"Dek, kamu siap kan? " Dan aku hanya membalasnya dengan senyuman. Dan dia mengajakku berdoa terlebih dahulu, berlanjut lah ciuman kami yang semakin panas. Dan tidak dapat dijelaskan kelanjutannya seperti apa, yang jelas mereka menuruti permintaan Alisa untuk punya dedek bayi.


Ga usah dijelasin detail ya pemirsah.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN PENCET ❤


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2