Jodohku Pak Tara

Jodohku Pak Tara
bagian 5


__ADS_3

Bagian 5


Terimakasih buat yang udah baca


Jangan lupa pencet like dan isi kolom komentar


Seperti biasanya aku selalu bangun pagi untuk melakukan aktivitasku dan melanjutkannya pergi mengajar di sekolah SMA Nusatama.. Sesampai disekolah seperti biasanya ketika jam pelajaran dimulai aku langsung menuju ruang kelas...


Setengah jam aku mengajar di kelas XII. IPS1 kepalaku terasa pusing dan tiba-tiba gelap. Setelah aku sadar ternyata aku sudah berada di puskesmas dekat sekolahku mengajar dan berapa terkejutnya aku ketika dokter bilang jika aku hamil 2 minggu. Antara senang dan sedih karena aku takut dengan keadaanku saat ini, sebab suamiku selama sebulan ini tidak pernah pulang. Dan aku belum mengetahui tentang kebenarannya.


Setelah merasa mendingan aku pun segera menebus resep yang telah diberikan oleh dokter. Dan aku pun memutuskan untuk izin tidak masuk kelas kepada guru piket.


Sesampainya dirumah aku langsung menelfon Ana untuk datang kerumahku dan setelah hampir satu jam dia pun datang dengan panik.


Ana “Ada apa? “


Aku “Ada informasi engga soal yang aku bilang kmaren sol? “


Ana “Ooo itu, aku sudah dapat informasi ternyata.. (Sambil menghela nafas panjang? “


Aku “Kenapa sangka? “


Ana “Tapi koe janji jangan marah dan jangan berbuat hal gila”


Aku “Iya aku janji”


Ana “Dia udah nikah siri sama orang yang bernama Putri anak pemilik bengkel suku cadang terbesar di Sumatera Barat”


Aku “Sol, jangan bercanda please “ sambil menangis

__ADS_1


Ana “aku ga becanda” sambil memeluk Nia dan Nia pun menangis sambil memegang perutnya.


Aku “Aku hamil 2 minggu tapi dia malah khianati aku, ternyata bener kata orang tuaku sol.. Seharusnya aku nurut sama mereka dan andai aku nurut engga bakal aku begini” sambil terisak-isak


Ana “Nia, jangan sedih setiap kejadian diambil hikmahnya mungkin dia yang terbaik”


Tak lama kemudian terdengar suara mobil dari luar dan ternyata benar itu adalah suamiku Sangka tapi dia bersama seorang wanita yang sedang hamil besar.


Sangka “Aku mau cerai”


Aku “Mas engga bisa gitu dong mas, aku lagi hamil dan kamu minta cerai”


Sangka “Aku ga mau tau, akan hidupi anakmu tapi kamu pergi jauh dari kehidupanku”


Aku “Aku ga mau mas, siapa wanita disampingmu? “ sambil menangis


Lelaki kejam itu melemparkan surat perceraian yang akan aku tanda tangani, karena aku emosi Ana mulai menenangkanku dan memintaku untuk berpisah dengan menandatangani surat perceraian tersebut. Setelah aku tanda tangani surat itu dia dan wanita itu lekas pergi, seketika itu duniaku berasa hancur dimana dihari ini aku mengetahui jika aku hamil dan dihari ini aku mengetahui sifat asli suamiku.


Aku berlari menuju lantai dua. Dan ketika sampai di tangga ketiga gubrakkk aku terjatuh dan Ana langsung menolongku membawaku ke rumah sakit terdekat. Aku melihat darah mengalir dari kakiku dan seketika pandanganku gelap dan aku tidak sadarkan diri selama 3 jam.


Setelah aku siuman, aku bertanya keadaanku kepada Ana dan Orangtuaku yang ternyata sudah datang ke rumah sakit juga. Mereka berusaha menguatkanku dan berkata jika aku keguguran. Seketika itu juga aku merasa langit jatuh menimpaku dan duniaku hancur,rasa sakit dihatiku bagai dihujam beribu anak panah. Aku nangis histeris dan ibu dan Ana berusaha menenangkan ku.


Ibu “Sayang jangan begini nak, ini mungkin yang terbaik “


Ana “Iya bener kata ibumu, ambil hikmahnya”


Aku “Andai aku dulu mendengarkan apa yang kalian inginkan pasti aku ga akan begini” sambil tersedu-sedu.


Ibu “Yang sudah ya sudah ya sayang jangan dipikirkan. Masa depan kamu masih panjang, kamu masih bisa lanjut sekolah S2 lagi di manapun kamu mau. Ibuk engga akan larang kamu”

__ADS_1


Ana “Aku juga setuju apa kata ibukmu, aku selalu dukung kamu kok” sambil memelukku


Ibu “Sekarang diminum ya obatnya biar cepat pulih dan bisa pulang kerumah” (ibu memberikan obat ditanganku dan aku lekas meminumnya)


Ana “Sekarang kamu istirahat biar cepat sembuh, bentar lagi mungkin Asih sama Mega datang ntar kalo mereka datang aku bangunin”


Belum mataku terpejam mereka sudah masuk dan heboh bertanya ini itu, dan aku hanya diam dan meminta Ana untuk memberikan penjelasan kepada mereka.


Mega “Beneran sumpah demi apa kalian? “ dengan tampang kaget


Aku “Mengangguk pelan”


Asih “Ya Allah temenku belum setahun udah jadi janda”


Ana langsung memukul jidat Asih


Asih “Awww.. Sakit bodoh”


Mega “Gapapa Nia sayang kami, lelaki diluar sana ada banyak. Mana tau jodoh kamu besok tentara, polisi atau bahkan presiden” sambil menghiburku


Ana “betul tuh kata mega”


Asih “setuju aku, asal jangan cari suami pengangguran ya mbol.”


Aku “aku trauma, kayanya aku engga bakal buka hati buat orang lagi”


Asih “hustttttttttttttt gaboleh gitu, menyalahi takdir Allahitu namanya”


Aku pun memeluk mereka, aku sangat bersyukur mempunyai sahabat gila seperti meraka, mereka memang mulutnya lemes tapi mereka sangat baik.

__ADS_1


__ADS_2