Kabur Ku Yang Berujung Pernikahan

Kabur Ku Yang Berujung Pernikahan
Terlalu brutal


__ADS_3

Di dalam pikiran Zephyr, mungkin hanya ada satu pikiran yaitu ingin terus menyentuhnya. Tapi tidak dengan Vaola, Vaola merasa bangga karena akhirnya dia bisa merasakan apa yang ia lihat di dalam drama favoritnya.


Namun, saat Vaola asik dalam pikirannya, dia merasakan tangan Zephyr yang mulai naik ke atas dada nya, hingga sentuhan itu pun terjadi begitu saja.


Vaola menggeliatkan tubuhnya karena geli, dia ingin protes namun sayang sekali karena Zephyr tak membiarkan nya karena kedua tangannya Zephyr pegang.


"Ughh... A-apa yang kau lakukanhhh.." Tanya Vaola saat ciuman yang Zephyr berikan terlepas, Zephyr tidak menjawab nya karena ia asik menelusuri perut Vaola yang terbuka lebar karena dia sudah menaikan kaos yang Vaola kenakan.


Zephyr menarik tangan Vaola sehingga membuat Vaola terduduk di depannya dengan wajah yang merah padam, Zephyr tersenyum dan mengecup bibir Vaola singkat.


"Bukankah sudah aku katakan, sebut dan panggil saja nama ku." Ucap Zephyr dengan memegang kedua pinggang Vaola.


Baru saja Vaola hendak menjawab, Zephyr sudah lebih dulu menarik kaos yang Vaola kenakan melewati kepalanya hingga membuat Vaola memekik kaget, kini Vaola hanya memakai b*ra berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya.


"Apa yang kau lak...Hmff!" Vaola terkejut lagi dan lagi saat Zephyr membaringkan nya lagi dan kembali menyerang bibir nya, kali ini terasa sangat brutal.


Vaola memegang kedua lengan Zephyr saat merasakan b*ra nya mulai mengendur, ciuman Zephyr mulai menurun ke arah leher Vaola yang hanya mendongakkan kepalanya dengan menggigit bibir bawahnya, kedua kaki nya nampak menekuk karena rasa yang saat ini ia rasakan.


"Ughh!" Vaola segera menutup mulutnya rapat-rapat menggunakan sebelah tangannya saat merasakan his*apan lembut di atas dada nya, kepalanya terus menggeleng kesana kemari.


Untuk Zephyr sendiri, dia benar-benar gemas dengan dada Vaola yang nampak kenyal dan kencang. Terlebih, ujung nya yang masih menguncup namun sekarang sudah berdiri dengan tegak.


"Jangan di tahan, aku ingin mendengar suara mu sayang..." Bisik Zephyr dengan menggigit telinga Vaola yang saat itu juga langsung lolos suara aneh nya.


"I-inihhh gilaaahhh..." Ucap Vaola dengan nafas yang memburu.


"Aku akan membuat nya menjadi lebih gila..." Ucap Zephyr dengan menatap mata Vaola yang nampak sayu.


"Ap...Akhhh!! kau menela*njangi ku?" Kaget Vaola saat Zephyr menarik celana pendeknya, Zephyr yang mendengar itu hanya menghela nafas sebelum akhirnya dia melepaskan kemeja nya.


"Sudah impas bukan?" Tanya Zephyr namun Vaola hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Celana mu belum di buka." Cicit nya.


Zephyr tergelak, dia tersenyum sebelum akhirnya langsung beranjak dari atas tubuh Vaola untuk melepaskan celana nya hingga yang terlihat hanya ****** ***** nya saja.


Vaola yang melihat itu hanya diam membisu, dia bisa melihat bagian bawah Zephyr nampak mengembang dan itu tidak kecil!


"Apa yang kau lihat?" Tanya Zephyr dengan tersenyum.


"Milikmu, sangat besar!" Jujur Vaola dengan merinding.


"Benarkah?" Tanya Zephyr yang di balas anggukan kepala oleh Zephyr.


"Sebentar lagi kau akan merasakan nya..." Seringai nya, Vaola yang melihat seringaian nya menjadi percaya bahwa Zephyr adalah iblis karena mata merahnya itu.


Karena suka melihat seringaian Zephyr, akhirnya Vaola melingkarkan kedua tangannya di leher Zephyr dan segera mengecup bibir Zephyr dengan gemas.


"Aku sangat suka melihat seringaian mu, sangat tampan!" Jujur Vaola.


Entah sejak kapan, tubuh bagian bawah saling bersentuhan. Vaola bisa merasakan sesuatu yang tegang terus menerus bergesekan dengan paha nya, namun tiba-tiba saja Zephyr mencium bibir nya dengan cepat.


Sebelum akhirnya, mata Vaola melotot dan segera mendorong tubuh Zephyr saat merasakan sesuatu yang mencoba menerobos masuk kedalam tubuhnya.


Namun Zephyr sudah memperkirakan hal ini sehingga dia hanya bisa menjadi pelampiasan Vaola yang kini mencakar punggung bahkan lehernya pun menjadi tempat sasaran empuk nya.


"Maaf..." Lembut Zephyr dengan mengelus bibir Vaola.


Terlihat Vaola yang sedang memejamkan matanya dengan kedua mata yang basah di sudut mata nya, mendengar suara Zephyr Vaola segera membuka matanya.


"Kau bilang ini tidak akan sakit!!" Kesal nya dengan menggigit leher Zephyr kencang hingga membuat Zephyr meringis kesakitan, namun dia tahu bahwa yang ia lakukan pada Vaola lebih menyakitkan.


"Kau bisa menggigit ku sepuas nya jika merasa sakit oke?" Ucap Zephyr yang mulai menggerakkan tubuhnya, terlihat punggung Vaola yang ikut melengkung di setiap Zephyr menarik miliknya.

__ADS_1


"Zhephirrhhh...." Panggil Vaola dengan membenamkan wajahnya di leher Zephyr, kedua tangannya ia gunakan untuk memeluk punggung Zephyr yang terdengar menggeram dengan otot-otot tubuh yang nampak menonjol.


"Aku tidak bisa menahan nya lagi..." Ucap nya dengan penuh gairah, Vaola tidak mengerti apa yang Zephyr katakan. Namun, detik berikutnya Vaola di buat berteriak sebelum akhirnya bibir Zephyr yang langsung membungkam nya.


Gerakan tubuhnya begitu kencang hingga membuat Vaola menangis karena rasa tersebut tidak tidak pernah ia rasakan sebelumnya, Zephyr sendiri sesekali menggigit pundak Vaola gemas.


Vaola sudah berkali-kali mendapatkan pelepasan nya, entah sudah jam berapa sekarang yang jelas mereka bisa melihat matahari mulai muncul namun mereka belum selesai melakukan nya.


Hingga akhirnya Zephyr membenamkan kepalanya miliknya dalam-dalam hingga Vaola merasakan sesuatu mengalir kembali di dalam rahim nya, terasa hangat dan nyaman.


"Hhh... Hhh...Hhh..." Zephyr terbaring di samping Vaola yang sudah tertidur lemas, dia tersenyum dan mengecup pipi Vaola sebelum akhirnya ikut memejamkan mata nya setelah menarik selimut untuk mereka berdua.


Zephyr memeluk Vaola senang, ia tahu bahwa setelah Vaola bangun nanti dia akan mendapatkan ucapan yang entah berapa lama Vaola akan mengoceh.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


Zephyr melirik ponselnya, tertera nama Romy di sana. Meskipun lelah dan mengantuk, Zephyr menyempatkan untuk mengangkat nya.


"Ada apa?" Tanya Zephyr dengan suara serak nya.


"Tuan,apa anda baik-baik saja?" Tanya Romy dengan heran.


"Cepat katakan?aku sangat mengantuk dan belum tidur." Ucap Zephyr dengan kesal.


"Ahh baik tuan, anda jangan terlalu bersedih. Anda bisa memulihkan diri terlebih dahulu, urusan kantor biar saya yang urus. Anda istirahat lah de... Halo? halo?"


Zephyr mematikan nya secara sepihak dan segera mematikan ponselnya sebelum akhirnya tertidur dalam pelukan Vaola, dia pikir Romy ingin menanyakan sesuatu yang penting? ternyata dia terlalu menganggap tinggi Romy.


••••


"Di mana Zephyr dan Vaola?" Tanya kakek karena sudah waktunya sarapan namun mereka belum muncul.

__ADS_1


Para pelayan yang ada di sana langsung saling pandang sebelum akhirnya menundukkan kepalanya, mereka tidak bermaksud untuk lancang dan menguping namun mereka tidak sengaja mendengar suara Vaola yang begitu aneh, mereka tidak polos sehingga tidak tahu apa yang terjadi di dalam.


__ADS_2