
"Rika, kau kenal dengan wanita itu?" Tanya Vaola dengan menutup wajahnya menggunakan menu makanan.
"Sudah berapa kali aku bilang, nama ku Aladrika! kau bisa memanggilku Al!!" Kesal nya karena Vaola terus memanggil nya Rika, Rika adalah nama perempuan.
"Sama saja, nama belakang mu Rika kan?" Ucap Vaola membuat Al mendengus sebal.
"Cepat katakan bodoh!" Kesal Vaola.
"Iya iya!! dia seorang model dan juga aktris terkenal saat ini, aku sendiri heran kenapa kau masih bisa mengenali nya padahal dia sudah memakai masker dan juga kacamata beserta topi nya." Heran nya dengan menatap Vaola yang menghela nafas berat.
"Orang yang pernah membuat masalah dengan ku akan aku ingat selalu!! sama seperti mu!" Ketus nya.
"Baiklah baiklah, kenapa kau jadi mengintai nya? masalah apa yang telah ia perbuat?" Tanya nya heran.
"Dia sudah menggoda S-U-A-M-I ku!! aku tidak suka itu." Geram nya dengan menekankan kata suami.
"Suami? jangan bercanda Vaola!!" Kaget nya.
"Terserah jika kau tidak percaya, tapi itu memang benar adanya. Benarkan Ta?" Tanya Vaola pada Lolita yang hanya tersenyum.
"Tapi, kau masih terlihat seperti seorang gadis polos." Herannya yang membuat Lolita tertawa cekikikan.
"Polos apanya, dia baru saja di gempur habis-habisan oleh suaminya tadi malam." Ucap Lolita dengan meminum jus nya.
"...." Al nampak diam, dia memperhatikan Vaola yang nampak santai, dia sedikit mengeryit heran saat Vaola merapihkan rambut nya yang menghalanginya makan hingga memperlihatkan sebuah bercak merah di dekat telinga nya.
"Siapa suamimu?" Tanya nya penasaran, selagi dia bisa mengalahkan nya dia akan merebut Vaola.
"Kenapa? kau mau merebut nya?" Tanya Lolita.
"Ya!" Angguk Al dengan serius yang membuat Vaola maupun Lolita terkejut.
"Jangan sembarangan bicara! jika suami ku tahu kau akan langsung di lenyap kan!" Peringat Vaola, dia tidak ingin ada korban dari kecemburuan Zephyr yang sangat mematikan.
__ADS_1
"Tidak apa, aku akan mengalahkan suami mu. Aku kaya, aku juga memiliki banyak fasilitas di mana-mana." Bangga nya.
"Memangnya kau pikir suami Vaola seperti apa? miskin? kekurangan uang?" Tanya Lolita.
Al terdiam, dia menatap Vaola yang sama menatapnya. Meskipun Vaola berdandan biasa namun ia tahu bahwa pakaian yang ia pakai baru di rilis beberapa hari yang lalu, dan itu pun hanya orang orang tertentu yang mampu membelinya.
"Selagi aku belum bertemu dengan suami mu, aku akan mencoba membuat mu suka padaku." Ucap Al dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Kau suka padaku? apa kau yakin?" Tanya Vaola dengan memangku wajahnya, dia tersenyum kecil melihat Al yang langsung mengangguk cepat.
"Suka! sangat suka, bahkan aku sudah mencari mu di seluruh rumah sakit di kota ini namun aku tidak berhasil menemukan mu." Jujur nya.
"Kau sangat manis!" Tawa Vaola namun dia langsung mendapatkan pelototan dari Lolita yang ada di depannya.
"Ada apa? bukankah aku benar? dia sangat manis sama seperti Kevin." Ucap Vaola sekali lagi yang membuat Lolita meringis, dia memberikan kode pada Vaola untuk diam.
"I-itu.." Tunjuk Al pada orang yang berada di belakang Vaola.
"Ap...a...." Mata Vaola membulat saat melihat sosok Zephyr yang memakai kacamata hitam nya, sudut bibir Zephyr nampak menyeringai. Dia segera mendekati Vaola dan mengukung tubuhnya dengan kedua tangannya yang memegang meja.
"Anu, itu... Kau salah dengar! aku tidak mengatakan manis, aku hanya... Itu... Bantu aku..." Gumam Vaola pada Lolita yang langsung menggelengkan kepalanya dengan kedua tangan yang terkatup untuk meminta maaf karena tidak bisa menolong.
Untuk Al, dia masih diam dengan tatapan heran. Dia sangat mengenal laki-laki itu, laki-laki yang ingin ia saingi namun tidak pernah bisa ia lakukan karena Zephyr tidak sebanding dengan nya yang masih jauh berada di bawahnya.
"Dia, suamimu?" Tanya Al dengan menatap Vaola.
"Ahh iya, kau pasti kenal dengan laki-laki tampan ini bukan? jadi... Apa kau masih mau menyaingi nya?" Tanya Vaola dengan mengalihkan pembicaraan.
"Kau mau menyaingi ku untuk mendapatkan nya?" Tanya Zephyr dengan menatap Al yang langsung bangkit dari duduknya dan menatap Zephyr dingin.
"Astaga, dia sepertinya serius..." Gugup Lolita yang melihat Al terus menatap Zephyr yang nampak santai.
"Memang nya kau pikir aku siapa? tentu saja aku..... Aku... Aku sadar diri, maafkan aku. Aku hanya bercanda." Tunduk nya dengan menggaruk tengkuknya.
__ADS_1
"..." Lolita langsung melongo tak percaya, kemana ekspresi kepercayaan dirinya tadi? Vaola sendiri hanya terkekeh pelan dan menarik tangan Zephyr untuk duduk di sampingnya.
"Sudah lupakan, kenapa kau datang kemari?" Tanya Vaola pada Zephyr.
"Kau tidak senang jika aku datang?" Kesal Zephyr.
"Tentu saja, tidak! kau mengganggu waktu ku dengan Lolita. Apa pekerjaan kantor mu sudah tidak sibuk lagi? kaus sepertinya memiliki banyak waktu luang untuk terus berkeliaran." Tanya Vaola dengan ketus.
"Cih, kau pikir aku... Sudah lupakan, apa kau sudah tahu mengenai masalah di rumah sakit? tentang gosip mu dan dokter sialan itu?" Tanya Zephyr dengan kesal.
"Dokter sialan? maksud mu dokter Theo?" Tanya Al yang membuat Zephyr menatap nya.
"Ya, kau tahu?" Tanya Zephyr.
"Tentu saja, saat aku berada di rumah sakit karena baru saja operasi, aku mendengar para suster mulai membicarakan nya. Mereka mengatakan bahwa dokter Theo sangat menyukai Vaola, bahkan saat Vaola di pindahkan pun dia tetap ikut." Jelas Al.
"Lalu?"
"Setelah itu, aku sangat penasaran karena aku pun suka dengan nya. Akhirnya aku menyelidiki dan mengetahui bahwa mereka hanya berteman, karena itu lah aku pun mulai mencari Vaola kembali dan baru bertemu sekarang."
"Jangan mengada-ada! dia ikut karena atas perintah papa!" Ucap Vaola yang tidak ingin jika Zephyr salah paham lagi terhadap Theo.
"Sepertinya papa mu sangat menyukai nya." Senyum Zephyr yang membuat ekspresi Vaola langsung berubah.
"Itu, itu karena.... Karena... " Gugup nya yang entah apa yang harus ia katakan.
"Bersiap lah, malam ini kita akan ke Inggris untuk menemui papa mu." Ucap Zephyr yang membuat Vaola langsung melotot.
"Kau yakin? kenapa sangat cepat?" Kaget nya.
"Kakek sudah tahu dan menyuruh ku untuk segera mengurusnya, jangan sampai orang-orang mengira kalau aku menikahi paksa putri kesayangannya tuan Famiko." Ucap Zephyr.
"What!! Famiko? kau.... Kau putri tunggal tuan Famiko?" Kaget Al yang langsung mendapatkan pelototan dari Vaola, dia tidak ingin terlalu mencolok.
__ADS_1
"Astaga!! sudah aku kalah satu langkah, sekarang.... Aku sungguh tidak berani lagi, tidak berani. Maafkan aku," Ucap nya dengan menundukkan kepalanya pada Vaola yang langsung menghela nafas panjang.
"Jangan berlebihan!" Kesal Vaola.