Kabur Ku Yang Berujung Pernikahan

Kabur Ku Yang Berujung Pernikahan
Cemburu


__ADS_3

Sepeninggal nya Theo, Vaola hanya diam di tempat. Dia pikir Theo akan menyalahkan nya dan mengatakan yang tidak tidak, tapi ternyata dugaannya salah. Theo justru mengucapkan selamat pada nya, namun Vaola tahu bahwa terdapat ekspresi sedih dan iri secara bersamaan dalam dirinya.


"Apa kau kejam?" Tanya Vaola pada Lolita yang membawa cemilan untuk nya.


"Tidak, karena kau sudah mengatakannya sejak dulu untuk tidak berharap lebih pada mu." Balas Lolita dengan menepuk pundak Vaola yang hanya menghela nafas berat.


"Sudah, jangan terlalu di pikirkan. Bagaimana kalau kita pergi ke mall? ada sesuatu yang ingin aku beli untuk menghias tempat ini." Rayu nya.


"Oke." Angguk Vaola yang langsung di seret oleh Lolita menuju mobilnya.


Di dalam perjalanan mereka hanya asik bercerita satu sama lain, hingga membuat Lolita ingat sesuatu.


"La, bagaimana rasanya? apa tuan Zephyr sangat kuat? setahu ku kau sangat menyukai dada nya itu!" Sindir Lolita yang ingat dengan foto yang ia lihat dari ponsel Romy kemarin.


"Rasanya, entahlah. Aku tidak bisa melukiskan dengan kata-kata namun, awalnya memang terasa sangat sakit!! dia membohongi ku! dia bilang itu tidak akan sakit, tapi meskipun begitu rasa sakit nya memang hanya sebentar." Senyum nya dengan ekspresi yang menggelikan.


"Enak?" Tanya Lolita.


"Heem... Enak." Polos nya yang membuat Lolita tertawa terbahak-bahak, dia tidak menyangka teman yang begitu lugu dan mudah untuk di bohongi ini ternyata sudah lebih dulu merasakan nya.


"Kenapa kau tertawa?" Heran Vaola dengan melirik Lolita yang menyetir.


"Hahaha tidak, aku hanya tidak menyangka. Berapa gaya yang sudah kau lakukan? apa sama seperti video yang aku tonton itu?" Tanya nya.


"Ih apaan sih Ta?" Malu Vaola yang lagi-lagi membuat Lolita tertawa.


"Tapi, setiap aku mengingat kejadian semalam, entah kenapa tubuh ku langsung panas dingin dan... Aku menginginkan nya lagi." Ucap nya yang membuat Lolita langsung mengerem mobil nya secara mendadak, untung saja di belakang sepi.


"Apa? kau... Kau mau lagi?" Kaget nya.


"Iya." Angguk Vaola dengan menjilat bibirnya hingga membuat Lolita menepuk kepalanya sendiri.


"Jangan bahas hal ini, kau tidak kasihan pada jomblo seperti ku?" Kesal Lolita.


"Bukankah kau yang pertama membahas nya?" Heran Vaola yang tidak bisa di jawab oleh Lolita.


••••

__ADS_1


Dokter John menatap Zephyr yang asik dengan laptopnya, dia melirik kakek juga yang asik dengan laptopnya. Kedatangannya di sana untuk apa? dia sendiri pun tidak tahu karena Zephyr yang memanggilnya.


"Hm itu, tuan? apa ada sesuatu yang ingin anda katakan?" Tanya dokter John dengan heran.


"Ah iya aku lupa, bagaimana perkembangan ku? apakah tidak ada yang aneh? maksud ku, tentang kesuburan ku?" Tanya Zephyr.


"Itu sudah di bahas bukan? anda sangat sehat dan subur, memangnya apa yang terjadi?" Tanya nya heran.


"Dia sudah bercocok tanam semalam, jadi dia pikir dengan sekali bercocok akan langsung menghasilkan." Ucap Kakek Subono dengan santai.


"Bercocok tanam? apa mak...Oh ASTAGAAAAAA?" Pekik nya yang membuat kedua laki-laki di sana menatapnya kesal.


"Berisik!" Kesal Zephyr dengan sorot mata yang tajam.


"Maaf, maafkan saya tuan. Siapa yang beruntung mendapatkan benih anda tuan?" Penasaran nya.


"Tentu saja istriku! siapa lagi?" Balas nya dengan ketus.


"Nona Vaola sudah kembali?"


"Itu, tuan... Maksud ku, semua dokter di rumah sakit sudah tahu bahwa pasien dokter Theo adalah ke-kasih nya. Bagaimana ya, menjelaskan nya.... Yang jelas, kami semua tahu nya bahwa nona Vaola itu ke-kasih nya bukan istri anda." Jelas dokter John yang membuat Zephyr melotot.


"Kenapa kau tidak mengatakan nya bodoh!" Marah Zephyr.


"Saya sendiri pun tidak tahu siapa pasiennya karena itu melanggar kode etik rumah sakit, namun beberapa hari yang lalu saya melihat nona Vaola yang datang dengan dokter Theo. Di sana dokter Theo menjelaskan bahwa Vaola adalah pasiennya selama setahun ini, bahkan dia pun ikut pergi dengannya." Jelas nya.


"Sial!!!" Geram nya dengan meletakkan laptop tersebut dengan kesal.


••••


Vaola dan Lolita berjalan-jalan di mall dengan kedua tangan yang penuh dengan belanjaan mereka, bahkan mereka juga masih sempat-sempatnya makan eskrim meskipun keduanya sangat repot.


"Hahaha lihatlah, kau sangat buruk!" Tawa Vaola saat melihat Lolita yang nampak belepotan.


"Kau pikir kau tidak? ayo ke kamar mandi..." Ajak Lolita yang pergi lebih dulu.


Mereka pergi ke kamar mandi untuk merapihkan penampilan mereka yang nampak berantakan, mereka segera memakai lipstik nya kembali agar tidak terlalu pucat.

__ADS_1


"Tanpa bedak pun kau sudah sangat cantik!" Iri Lolita yang sedang memakai bedak nya.


"Benarkah? aku memang jarang memakai bedak karena itu tidak enak di pakai, aku hanya memakai cream yang simpel saja untuk membuat wajah ku tetap lembab." Jelas Vaola.


"Aku tahu, semua perawatan mu bahkan bisa membeli sebuah kota kecil. Sangat mahal dan tidak bisa di tiru!" Cemberut nya yang justru malah membuat Vaola terkekeh.


"Kau pun bisa meniru nya, bukankah kau sudah kaya?"


"Kaya matamu!"


Setelah bersiap-siap di dalam kamar mandi, mereka pun segera keluar. Saat berada di lorong mall, mereka melihat seorang laki-laki yang berjalan ke arah mereka lebih tepatnya ke arah Vaola.


"Kau, akhirnya aku menemukan mu." Ucap laki-laki itu dengan bertolak pinggang di hadapan Vaola yang nampak mengeryit heran.


"Kau kenal dengan ku?" Heran Vaola.


"Tentu saja! bukankah kau pasien yang selalu marah itu? kau tidak ingat dengan ku?" Tanya nya dengan mengedipkan matanya lucu.


Vaola terdiam sejenak sebelum akhirnya dia teringat dengan sosok laki-laki yang membuat nya kesal itu, dia segera memukul nya hingga membuat laki-laki itu terkejut dan segera menjauh.


"Kau masih sama seperti dulu, kasar dan sembrono!!" Kaget nya.


"Aku masih punya dendam yang belum terlaksana!! kemari kau, aku masih belum puas memukul mu!!" Marah Vaola, karena laki-laki itu lah dia terus marah marah hingga merasa sakit terus menerus.


"Ampun, aku tidak sengaja. Berhenti, berhenti!! kita damai saja oke?" Tanya nya dengan mengulurkan tangannya.


"Cih!" Ketus Vaola dan kembali pergi.


"Hei tunggu!" Panggil nya namun Vaola tidak menanggapi, Lolita yang melihat itu segera menyusul nya.


"Hah, hahh tunggu sebentar...." Ucap nya dengan memegang tangan Vaola.


"Apalagi?"


"Aku minta maaf padamu, bagaimana jika aku mentraktir mu makan?" Tanya nya namun Vaola hendak menolaknya, tapi dia segera menyetujui nya saat melihat seorang wanita yang ia kenali, dia Sella yang datang dengan seorang laki-laki tua di sampingnya.


"Baiklah, ayo." Ajak Vaola yang ikut masuk kedalam restoran yang sebelumnya di masuki oleh Sella.

__ADS_1


__ADS_2