KAISAR DEWA SANG PEMUKUL SURGA

KAISAR DEWA SANG PEMUKUL SURGA
Chapter 11


__ADS_3

 Bertunangan


'Malam setelah kompetisi!'


'Istana kerajaan itu sangat ramai meriah karena semua bangsawan dan para pengikut mereka berkumpul di istana untuk merayakan pesta.'


'Selain pemimpin klan Huang yang langsung pergi setelah mengambil Huang Wu


semua bangsawan yang menonton kompetisi hadir di istana. Bahkan pemimpin klan Mu yang awalnya memprovokasi kerajaan tanpa malu-malu datang dengan putranya yang memiliki ekspresi buruk.'


'Dengan bakat Qin Tian yang luar biasa


pemimpin klan Mu secara alami tahu tindakan seperti apa yang harus dia ambil. Jika saat ini dia masih mencoba memprovokasi kerajaan


bahkan tanpa raja yang melakukannya secara pribadi


ada banyak orang yang tidak keberatan untuk mengusirnya dari kerajaan Qin. Klan Mu berbeda dengan klan Huang yang memiliki cabang utama. Dia adalah tulang punggung klannya sehingga tindakan pribadinya akan menentukan nasib klannya.'


'Menyadari arah angin berubah


tentu saja dia juga harus mengubah tindakannya.'


'Selain pesta karena kemenangan Qin Tian


istana kerajaan juga mengadakan pesta pertunangan antara Qin Tian dan Yu Siqi.'


'Di kalangan para bangsawan di dunia ini


pernikahan itu sangat penting dan perlu melewati beberapa proses. Bertunangan secara alami adalah hal pertama yang harus dilakukan.'


'Ketika dua orang sudah dinyatakan bertunangan


meskipun itu tidak berarti mereka akan tinggal bersama


namun mereka sudah bisa dianggap sebagai setengah suami istri. Jika pada masa pertunangan


si pria tiba-tiba meninggal


maka si wanita akan dianggap sebagai janda pria itu. Dan ketika seorang wanita berstatus sebagai janda


mereka tidak diperbolehkan untuk menikah lagi kecuali mereka memutuskan pertunangan yang sudah diadakan.'


'Tentu saja peraturan seperti itu hanya berlaku untuk orang-orang dengan kekuatan atau latar belakang yang sama kuatnya. Bagi mereka yang lemah


bahkan jika ada yang merebut istri mereka


orang-orang tidak akan mengatakan apa-apa.'


'Saat ini


di tengah-tengah kerumunan orang-orang


Qin Tian dan Yu Siqi saling menghadap satu sama lain.'


'Qin Tian mengenakan pakaian formal kerajaan berwarna putih sementara Yu Siqi mengenakan gaun putih ketat dengan kerah V sehingga bagian atas dadanya cukup terlihat. Dan rambutnya yang sedikit keriting juga diikat dalam bentuk tertentu sehingga lehernya yang putih seperti salju terlihat jelas.'


'"Upacara pertunangan dimulai!"'


'Sama seperti mereka berdua saling menghadap satu sama lain


teriakan seorang pria terdengar di seluruh ruang istana yang menandakan dimulainya upacara pertunangan.'


'Setelah suara itu


Qin Tian segera mengeluarkan sesuatu dari kantung bajunya. Itu adalah sebuah kalung berwarna perak dengan berlian berwarna merah muda berbentuk hati tergantung di kalung.'


'Kalung itu diberikan oleh ibunya untuk dijadikan simbol pertunangan. Dia tidak tahu apakah itu sebuah harta berharga. Namun


sesuatu yang diberikan oleh ibunya tidak mungkin menjadi sesuatu yang tidak berharga.'


'Setelah dia mengambil kalung


Qin Tian segera mengerahkan tangannya ke leher Yu Siqi


mencoba memasangkan kalung di lehernya. Hanya setelah kalung itu terpasang di leher si wanita


mereka baru akan dianggap sebagai tunangan resmi.'


'Tangan Qin Tian sedikit gemetar saat dia mencoba meletakkan kalung di leher Yu Siqi


sementara leher Yu Siqi menjadi merah saat tangan Qin Tian melingkari lehernya.'


'Sesuatu yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat membutuhkan waktu yang sedikit lama bagi Qin Tian untuk menyelesaikannya yang menyebabkan leher Yu Siqi menjadi semakin dan semakin merah lagi.'


'Untungnya tidak ada kecelakaan terjadi sehingga dia masih bisa dengan lancar meletakkan kalung di leher Yu Siqi.'


'Segera setelah Qin Tian meletakkan kalung


suara tepukan tangan terdengar di seluruh istana bersama dengan ucapan selamat.'


'Para pemimpin klan mengucapkan selamat kepada raja dan ayah Yu Siqi


sementara generasi muda mengucapkan selamat kepada Qin Tian dan Yu Siqi.'


'"Selamat Yang Mulia! Nona Yu! Kalian pasti akan menjadi pasangan yang bahagia." Yang pertama mengucapkan selamat adalah pria muda dengan tubuh besar. Dia adalah Shi Bao


tuan muda klan Shi.'


'Setelah Shi Bao


Liu Jun juga mengucapkan selamat kepada keduanya.'


'Saat mereka berdua menatap Qin Tian


mata mereka dipenuhi dengan kekaguman dan penyembahan.'

__ADS_1


'Tidak lama kemudian


para pemuda lainnya juga mengucapkan selamat kepada Qin Tian dan Yu Siqi.'


'Setelah semua pemuda mengucapkan selamat


tiba-tiba ada pemuda dengan ekspresi buruk yang mendatangi mereka.'


'Saat dia tiba di depan keduanya


dia langsung berbicara. "Selamat Yang Mulia


nona Yu. Yi ini telah menyinggung anda berdua sebelumnya. Saya mohon Yang Mulia dan nona Yu untuk memaafkan kesalahan Yi ini. Yi ini hanya goreng kecil bila dibandingkan dengan Yang Mulia dan nona Yu yang seperti Naga dan Phoenix."'


'Meskipun ekspresinya sangat buruk


namun kata-katanya sangat manis sehingga membuat pemandangan yang kontras.'


'Alasan mengapa ekspresinya sangat buruk secara alami karena dia masih tidak bisa menerima kenyataan. Jika bukan karena dipaksa oleh ayahnya


dia pasti tidak mau menunjukkan dirinya di sini.'


'Melihat tindakan Mu Yi


Qin Tian tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. Namun


Yu Siqi di sampingnya mendengus dingin. "Hmph


selama kamu tidak muncul lagi di depan nona ini


nona ini secara alami tidak akan melakukan apa-apa."'


'Meskipun Yu Siqi sangat membenci Mu Yi ini


itu masih tidak pantas untuk membalas dendam di tengah kerumunan bangsawan ketika seseorang meminta maaf meskipun itu tidak tulus. Karena itu


Yu Siqi hanya bisa memberinya jalan untuk mundur.'


'Melihat bahwa keduanya tidak membuat hal-hal sulit terhadapnya


Mu Yi segera merasa lebih tenang. Dia membungkuk sekali lagi kepada mereka berdua sebelum bergegas pergi dengan tergesa-gesa.'


'Para pemuda lainnya tidak bisa menahan tawa melihat tindakan Mu Yi.'


'Setelah masing-masing orang selesai mengucapkan selamat


para penari dan pemain musik memasuki ruangan tempat pesta diadakan dan mulai menghibur para tamu. Sambil makan dan minum


para tamu dengan gembira menikmati pertunjukan tarian.'


'Sementara semua orang dipenuhi dengan kegembiraan


entah itu Qin Tian atau Yu Siqi


keduanya dipenuhi dengan perasaan yang tidak menentu.'


peristiwa yang tiba-tiba ini membuat mereka tidak tahu bagaimana harus bertindak terhadap yang lain.'


'Meskipun mereka belum secara resmi menikah


namun


untuk kebanyakan orang


pertunangan semacam ini sudah cukup bagi mereka untuk menjelajah lebih jauh kepada pasangannya.'


'Mereka berdua sama-sama bingung dengan apa yang harus mereka lakukan setelah pesta itu berakhir.'


'Hingga akhir acara


keduanya tidak berbicara satu sama lain karena suasana yang canggung.'


'"Tian'er


ibumu dan ayahmu memiliki sesuatu yang harus didiskusikan dengan tamu-tamu lain


karena itu


kamu bisa kembali lebih dulu dan rawat Qi'er." Sama seperti keduanya sedang linglung


ratu tiba-tiba mendatangi mereka berdua.'


'Sebelum Qin Tian bisa dengan jelas memahami kata-kata ratu


ratu sudah pergi ke arah lain bersama dengan para pemimpin klan bangsawan.'


'Setelah semua orang pergi


hanya ada Qin Tian dan Yu Siqi yang tersisa di aula.'


'"Ini..." Qin Tian tidak tahu harus berbuat dengan perubahan peristiwa yang mendadak ini.'


'"Yang Mulia!" Saat tidak ada lagi satu orang pun di aula


Yu Siqi akhirnya memulai pembicaraan pertama mereka.'


'"Ehmmm


kamu bisa memanggilku saudara Tian mulai sekarang!" Qin Tian merasa malu karena Yu Siqi masih memanggilnya dengan sebutan Yang Mulia. Karena mereka sudah bertunangan


mereka seharusnya saling memanggil dengan panggilan yang lebih akrab.'


'"Tapi kamu juga harus memanggilku Siqi mulai sekarang." Dia menjawab Qin Tian dengan senyum malu-malu.'


'"Baik

__ADS_1


Siqi!" Qin Tian berbicara dengan nada yang agak canggung. Bagaimanapun


perubahan hubungan mereka agak terlalu mendadak. Tidak ada orang yang bisa terbiasa dengan cepat dalam situasi mereka. Kecuali orang-orang cabul seperti Mu Yi


tentu saja.'


'"Uhmm


saudara Tian


apa yang akan kita lakukan?" Siqi akhirnya menanyakan apa yang ingin dia tanyakan.'


'Jantung Qin Tian berdetak kencang setelah mendengar pertanyaan Yu Siqi. Untungnya


dia sudah memikirkan apa yang harus dia lakukan. Jika situasinya memang akan lari ke selatan


dia hanya harus mengikuti jalannya alam.'


'"Em


karena tidak ada orang di sini


bagaimana kalau kita kembali dulu?" Dia hanya bisa mengajaknya kembali ke tempatnya di istana.'


'Wajah Yu Siqi langsung menjadi merah padam setelah dia mendengar jawab Qin Tian. "Baik!" Namun


dia hanya bisa mengikuti kata-katanya.'


'Keduanya kemudian berjalan beriringan menuju tempat tinggal Qin Tian di istana. Keduanya tidak saling berbicara lagi dalam perjalanan kembali sementara ekspresi mereka berdua sama-sama terlihat risau.'


'Namun


entah mereka berdua kerasukan sesuatu


waktu yang mereka butuhkan untuk tiba di tempat tujuan mereka sebenarnya sangat cepat seolah-olah mereka sedang tidak sabar untuk melakukan sesuatu. Jelas keduanya berjalan dengan langkah yang sangat cepat.'


'Hanya ketika keduanya tiba di depan pintu kamar Qin Tian


mereka berdua baru kemudian menyadari kalau mereka sudah sampai


dan bahkan sedikit melewati tempat yang ingin mereka tuju.'


'"Ini?" Qin Tian ingin menangis tapi tidak ada air mata yang keluar. Yang membuatnya lebih terkejut adalah telapak tangannya saat ini bahkan memegang pergelangan tangan Yu Siqi dengan sangat erat. Melihat itu


dia akhirnya sadar


meskipun dia masih muda namun dia sudah bisa dianggap sebagai pria dewasa dan memiliki keinginan terpendamnya sendiri.'


'Sama seperti dia ingin mengatakan sesuatu pada Yu Siqi


Yu Siqi yang berada di belakangnya tiba-tiba berjalan lebih dekat ke arahnya. "Yang Mulia!" Dia berbicara dengan wajah memerah sementara tatapannya terpaku pada wajah Qin Tian. Bahkan cara dia memanggil Qin Tian sekarang kembali seperti sebelumnya seolah-olah dia memiliki sensasi tersendiri saat memanggilnya dengan cara itu.'


'Melihat Yu Siqi yang sangat dekat dengannya


Qin Tian bisa merasakan tubuhnya menjadi sangat panas seolah-olah ada api yang menyala dari dalam tubuhnya.'


'Terutama ketika dia melihat bagian atas dada Yu Siqi


dia merasa dirinya sudah kehilangan kendali saat tubuhnya berangsur menempel ke tubuh Yu Siqi sementara tangannya mulai memeluk pinggangnya yang ramping. Itu tidak lama sebelum bibir keduanya menjadi saling menempel satu sama lain sementara tubuh mereka berdua bergerak dengan sendirinya ke kasur di kamar Qin Tian.'


'Pada awalnya


keduanya hanya saling memeluk sambil berciuman. Namun


setelah beberapa saat


Yu Siqi tiba-tiba menjadi sangat agresif. Lidahnya tiba-tiba menerobos masuk ke dalam mulut Qin Tian sementara tangannya dengan agresif meraba-raba setiap bagian tubuhnya. Dia bahkan mendorong Qin Tian ke bawah sehingga dia menindihnya.'


'Qin Tian awalnya terkejut. Namun


dengan cepat


dia juga mulai membalas serangan Yu Siqi dengan menjelajah ke berbagai tempat di tubuhnya.'


'Hanya dalam waktu singkat


pakaian di tubuh keduanya sudah hampir sepenuhnya terlepas.'


'Ketika keduanya kehabisan nafas


mereka berdua melepaskan bibir masing-masing.'


'"Yang Mulia! Aku!" Saat bibir mereka terpisah


Yu Siqi akhirnya dapat dengan jelas melihat keadaan mereka. Saat dia menatap Qin Tian yang berbaring di bawahnya


dia merasa malu karena dia yang pertama kehilangan kendali dan yang paling agresif.'


'Dia merasa malu karena nafsunya terhadap pangeran sebenarnya begitu menggelora. Siqi apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu begitu tak terkendali? Dia dipenuhi dengan pikiran acak.'


'Namun


saat dia melihat wajah Qin Tian yang sangat tampan di bawahnya


dia merasa tidak bisa menahan keinginannya. Tapi


karena takut kesan Qin Tian terhadapnya menjadi buruk


dia tidak memiliki keberanian untuk menyerang lagi.'


'Melihat Yu Siqi yang merasa malu


Qin Tian tahu bahwa dia perlu bertindak sebagai pria sekarang. Jika tidak


Yu Siqi mungkin tidak berani bahkan hanya untuk bertemu dengannya karena rasa malu.'

__ADS_1


'"Siqi." Dia memanggilnya sementara tangannya menarik tubuh Yu Siqi ke bawah ke pelukannya.'


'Itu tidak lama sebelum suara rintihan dua orang muda terdengar dari dalam kamar itu.'


__ADS_2