
Kedatangan Tamu
'Karena ada banyak orang yang menyapanya
perjalanan Qin Tian sedikit melambat. Butuh hampir dua puluh menit baginya untuk tiba di dekat istana. Itu bahkan lebih lama dari waktu yang dia butuhkan dalam perjalanan ke ibu kota dari akademi. Tentu saja itu karena dalam perjalanan itu Qin Tian terbang. Jika sekarang dia juga terbang
dia dapat dengan mudah melintasi seluruh ibukota dalam setengah menit.'
'Sebagai istana kerajaan Qin
istana itu memiliki penampilan yang paling megah di seluruh ibukota. Itu juga memancarkan aura yang sangat agung
yang membuat siapapun yang menatap istana merasakan keinginan untuk berlutut.'
'Di kaki gunung di sekitar
ada sangat banyak orang berkeliaran sambil menatap ke istana di atas gunung.'
'Beberapa orang menatap istana dengan kekaguman. Beberapa lagi menatap istana dengan mata penuh tekad. Tidak diketahui apa yang mereka pikirkan. Namun
beberapa orang mungkin bermimpi pada suatu hari nanti mereka juga bisa seperti raja Qin
memiliki istana megah dan dihormati oleh banyak orang.'
'Tentu saja
kemungkinan mereka dapat mewujudkan impian mereka sama sulitnya dengan naik ke surga.'
'Kedatangan Qin Tian secara alami menarik perhatian semua orang di sekitar karena sejak dia tiba
semua prajurit yang berjaga di gerbang istana langsung pergi menyambutnya.'
'Tapi Qin Tian tidak berbasa-basi
dia segera memasuki gerbang istana.'
'Meskipun itu disebut istana
pada kenyataannya
ada banyak sekali bangunan lain di seluruh pegunungan yang menjadi tempat tinggal prajurit.'
'"Eh!" Qin Tian terkejut.'
'Saat dia masuk ke dalam lingkungan istana
dia melihat beberapa kelompok prajurit asing.'
'Ada lima kelompok prajurit asing dan masing-masing kelompok memiliki puluhan orang. Mereka semua mengenakan pakaian yang berbeda. Dan setiap pakaian mereka memiliki lambang masing-masing.'
'"Apakah mereka prajurit klan bangsawan itu." Qin Tian bertanya karena dia mengenali beberapa lambang.'
'"Itu benar
Yang Mulia! Hari ini
pemimpin klan Liu
klan Mu
klan Shi
klan Yu
dan klan Huang datang berkunjung." Salah satu prajurit yang mengikutinya menjawab.'
'"Apa?" Meskipun sudah menebaknya
dia masih kaget dengan kata-kata prajurit itu. Itu karena kelima klan yang datang itu adalah lima klan terkuat di seluruh kerajaan Qin selain klan Qin nya.'
'"Apa yang mereka lakukan?" Qin Tian bertanya-tanya di benaknya. Tidak biasanya bagi para pemimpin klan itu untuk berkunjung ke istana secara bersamaan. Kenyataannya
sejak Qin Tian lahir hingga sekarang
dia belum pernah menemui kejadian seperti itu.'
'"Pasti ada sesuatu yang besar terjadi." Qin Tian menebak.'
'"Tidak heran kalau ayah kerajaan menyuruhku untuk langsung kembali." Dia akhirnya sadar kenapa. Bagaimanapun
status kelima pemimpin itu sangat tinggi. Bahkan jika hanya ada salah satu dari mereka yang berkunjung
Qin Tian
sebagai pangeran kerajaan
pasti harus ikut menemani raja untuk menyambutnya. Apalagi jika ada lima secara bersamaan.'
'Tanpa berlama-lama
Qin Tian segera mempercepat langkahnya menuju istana di puncak gunung.'
'Melihat Qin Tian
keributan segera terdengar di kelompok prajurit asing itu.'
'"Itu adalah pangeran Qin. Dia memang terlihat tidak biasa." Seorang prajurit dari klan Yu berseru.'
'"Kudengar dia adalah genius yang paling berbakat dalam sejarah kerajaan Qin." Prajurit lain dari klan Yu juga berbicara.'
'"Itu benar! Aku bertanya-tanya bagaimana jika dia dibandingkan dengan nona muda kita." Prajurit lainnya menambahkan.'
'"Entahlah! Tapi nona muda kita juga luar biasa."'
'Kata-kata prajurit dari klan Yu terasa lebih netral.'
'Namun
prajurit dari klan lain mengatakan kata-kata yang berbeda.'
'"Hmph
jadi itu adalah pangeran Qin
__ADS_1
yang katanya yang paling berbakat! Tapi kurasa dia sedikit kurang jika dibandingkan dengan tuan muda klan Huang kami." Seorang prajurit klan Huang berbicara.'
'Dari kata-katanya
jelas dia tidak terlalu menganggap Qin Tian. Dia percaya bahwa tuan muda mereka jauh lebih berbakat daripada Qin Tian.'
'Sebenarnya
dia tidak asal bicara. Kenyataannya
meskipun klan Huang juga hanya klan bangsawan di kerajaan Qin
itu sebenarnya sedikit unik bila dibandingkan dengan klan lainnya. Alasannya adalah karena klan Huang sebenarnya hanya klan cabang dari klan besar tertentu. Klan Huang yang asli pada kenyataannya adalah klan besar yang menguasai sebuah Kekaisaran Besar yang disebut Kekaisaran Huang yang Agung. Mereka adalah salah satu kekaisaran terbesar dan terkuat di seluruh benua. Dan klan mereka memiliki banyak cabang yang tersebar di mana-mana.'
'Meskipun sebagian besar klan cabang itu lemah. Namun
itu bukan berarti mereka kehilangan warisan mereka.'
'Alasan mengapa prajurit itu percaya dengan tuan muda klan Huang adalah karena tuan muda itu berhasil mengolah salah satu warisan klan Huang mereka. Ini menyebabkan kekuatannya melonjak.'
'Kejadian itu bahkan menarik perhatian tetua di cabang utama klan. Dan tetua itu bahkan mengundang tuan muda itu untuk pergi ke cabang utama klan untuk membimbingnya. Dengan bimbingan tetua itu
kekuatannya melonjak sekali lagi sehingga dia bahkan dianggap jenius yang langka bahkan di cabang utama klan.'
'"Itu benar! Dia mungkin dianggap jenius di kerajaan ini. Tapi tuan muda Huang dianggap jenius bahkan di Kekaisaran Besar. Perbedaan antara mereka seperti langit dan bumi." Prajurit lain dari klan Huang berbicara dengan nada arogan. Dia bahkan sengaja menaikkan suaranya sehingga didengar oleh prajurit istana.'
'"Itu hanya karena tuan muda sering berada di Kekaisaran Huang yang Agung sehingga orang-orang tidak tahu betapa menakjubkannya dia. Tapi sekarang
tuan muda Huang ada di sini
segera tuan muda akan mengajari pangeran itu apa yang disebut jenius." Prajurit lain menambahkan.'
'Kata-kata prajurit klan Huang itu secara alami menarik perhatian prajurit istana. Dan ketika mereka mendengar prajurit klan Huang meremehkan pangeran mereka
mereka segera menjadi marah.'
'"Apa katamu?" Salah satu prajurit berteriak.'
'Segera keributan terjadi diantara dua kelompok prajurit. Mereka berdebat tentang siapa yang lebih baik antara pangeran Qin dan tuan muda Huang.'
'"Hmph
lihat saja nanti
tuan muda kami akan menantang pangeran itu. Lihat nanti bagaimana pangeran itu dikalahkan." Prajurit klan Huang berkata sambil mendengus.'
'Meskipun Qin Tian sudah agak jauh
dia masih bisa mendengarkan keributan antara kelompok prajurit. Tapi dia terus melanjutkan langkahnya menuju istana. Dia tidak terlalu khawatir dengan mereka
karena adalah hal biasa bagi para prajurit untuk saling bertengkar satu sama lain.'
'"Yang Mulia!" Namun
sama seperti Qin Tian terus melanjutkan langkahnya
tiba-tiba ada suara seorang gadis muda memanggilnya dari samping.'
'Di arah suara itu berasal
Qin Tian melihat gadis muda yang seusia dengannya berjalan ke arahnya.'
'Gadis itu memiliki kulit putih seperti salju dan rambut hitam yang sedikit ikal. Dia mengenakan gaun berwarna putih yang bersulam bunga. Anehnya ada cambuk yang diikat di pinggangnya.'
'Jika yang dibicarakan adalah tentang kecantikannya
gadis muda itu mungkin bukan yang paling cantik. Namun
jika dilihat dari pesona dan kematangan tubuhnya
jelas gadis itu adalah salah satu peringkat teratas. Dia tidak terlihat seperti seorang gadis berusia empat belas tahun.'
'"Yang Mulia
lama tidak bertemu." Gadis muda itu berjalan ke arah Qin Tian sambil tersenyum.'
'Melihat gadis muda itu
Qin Tian terkejut sesaat sebelum tersenyum dan akan menyapanya juga.'
'"Yu Siqi
kamu pikir bisa lari dari tuan muda ini." Namun
sebelum Qin Tian bisa berbicara
dia tiba-tiba mendengar teriakan seorang pemuda tidak jauh di belakang Yu Siqi.'
'Mendengar teriakan itu
Qin Tian tidak bisa untuk tidak melihat ke belakang Yu Siqi. Dia menyipitkan matanya ketika dia melihat seorang pemuda mengenakan pakaian mewah dan diikuti oleh dua prajurit mengejar Yu Siqi.'
'"Siapa dia?" Qin Tian bertanya-tanya.'
'Qin Tian mengenal Yu Siqi karena hubungan klan Yu dan kerajaan lumayan baik
menyebabkan pemimpin klan Yu dan putrinya sering berkunjung ke istana. Namun
untuk pemuda itu
ini adalah pertama kalinya Qin Tian melihatnya. Tapi
karena kedatangan para pemimpin klan bangsawan dan kata-kata pemuda itu
dia dapat menebak bahwa pemuda itu pasti tuan muda salah satu dari empat klan lainnya selain klan Yu karena Yu Siqi adalah satu-satunya anak yang dimiliki oleh pemimpin klan Yu.'
'Kedatangan pemuda itu membuat Yu Siqi menjadi panik! Dia mempercepat langkah kakinya saat dia mendekati Qin Tian.'
'"Yang Mulia
bisakah kamu mengusir Mu Yi itu. Dia benar-benar berani bermimpi menjadikanku sebagai istrinya." Yu Siqi berbicara dengan nada keluhan saat dia bersembunyi di belakang Qin Tian.'
'"Mu Yi..." Qin Tian menyipitkan matanya saat dia mendengar nama pemuda itu. Meskipun dia belum pernah bertemu dengannya
__ADS_1
Qin Tian sudah mendengar beberapa hal tentang Mu Yi ini.'
'Dia adalah putra termuda pemimpin klan Mu. Dan karena bakatnya melebihi semua saudaranya
dia menjadi putra yang paling disayangi oleh pemimpin klan Mu dan dinyatakan sebagai pemimpin berikutnya klan Mu. Namun
Mu Yi ini memiliki kepribadian yang menjijikkan. Dia memiliki hobi bermain dengan wanita dan memiliki kepribadian yang mendominasi
membuat banyak orang takut dengannya.'
'Orang yang seperti itu
bahkan Qin Tian tidak menyukainya. Apalagi saat ini dia cukup berani menjadikan Yu Siqi sebagai targetnya.'
'Meskipun mereka tidak sering bertemu
tapi Qin Tian sebenarnya cukup dekat dengannya. Melihat ada seseorang yang menargetkan temannya
dia tentu saja akan melindunginya.'
'"Sister Yu
jangan khawatir
dengan aku di sini
tidak ada yang bisa menggertakmu." Qin Tian berbicara untuk menenangkannya.'
'Dengan pandangan sekilas
Qin Tian bisa mengetahui bahwa Mu Yi sudah mencapai lapisan keenam ranah Awakening Meridian. Dengan kultivasi seperti itu di usianya
dia bisa dianggap sebagai jenius puncak di kerajaan Qin. Namun
di depan Qin Tian
dia tidak berbeda dengan semut.'
'Sebenarnya
kultivasi Yu Siqi juga sudah mencapai lapisan keenam
setara dengan Mu Yi. Dengan kekuatannya
seharusnya tidak mungkin bagi Mu Yi untuk melakukan sesuatu kepadanya. Yang menjadi masalah sebenarnya adalah dua prajurit yang mengikutinya. Mereka berdua sebenarnya adalah ahli ranah spiritual. Di depan ahli ranah spiritual
bahkan Yu Siqi tidak akan berdaya.'
'Meskipun Mu Yi mungkin tidak berani melakukan tindakan berlebihan terhadap Yu Siqi di istana kerajaan
tapi dia masih bisa sedikit mempermalukannya.'
'Melihat Yu Siqi bersembunyi di belakang pria lain
Mu Yi menghentikan langkahnya dan menyipitkan matanya saat dia menatap Qin Tian.'
'Dia juga mendengar kata-kata Yu Siqi saat dia memanggil Qin Tian. Di istana kerajaan ini
hanya ada tiga orang yang memenuhi syarat dipanggil dengan kata 'Yang Mulia'; Raja
Ratu
dan Pangeran. Secara alami dua yang pertama tidak mungkin
yang berarti pria muda di depannya adalah satu-satunya pangeran kerajaan.'
'"Mu Yi
ini adalah Yang Mulia Pangeran
mengapa kamu tidak memberi hormat." Melihat Mu Yi berhenti
Yu Siqi dengan cepat meneriaki Mu Yi memerintahkannya untuk memberi hormat.'
'Mu Yi tertegun sejenak sebelum dia sadar kembali. Dia segera tersenyum dan menangkupkan tinjunya sambil berkata. "Jadi itu adalah Yang Mulia Pangeran
Yi ini memberi hormat pada Pangeran."'
'Meskipun nada bicaranya terdengar sopan
tapi Qin Tian tidak merasakan ada perasaan hormat darinya. Tentu ini wajar. Status klan Mu sangat tinggi
itu hanya sedikit kurang bila dibandingkan dengan kerajaan. Jadi wajar jika dia tidak terlalu hormat kepada Qin Tian. Alasan dia melakukan penghormatan padanya kenyataannya juga hanya karena dia berada di istana. Jika dia berada di wilayah klan Mu
dengan sifatnya yang mendominasi
dia pasti tidak akan melakukannya.'
'Setelah Mu Yi
kedua prajurit yang mengikuti di belakangnya juga memberi hormat kepada Qin Tian.'
'"Apa yang kamu lakukan?" Qin Tian bertanya meskipun dia tahu apa yang dia lakukan.'
'Status Mu Yi sangat tinggi
dia tidak bisa memberinya pelajaran hanya karena dia ingin.'
'"Ehm
Yi ini memiliki beberapa urusan dengan Siqi
tapi karena Siqi sedang mengobrol dengan Yang Mulia saat ini
Yi ini ada pergi terlebih dahulu." Mengatakan itu
dia menangkupkan tinjunya sekali lagi sebelum berjalan pergi diikuti oleh dua prajurit.'
'"Hmph..." Melihat kepergian Mu Yi
Yu Siqi mendengus ringan. Jelas dia tidak senang dengan Mu Yi
apalagi ketika dia mendengar Mu Yi menyebut namanya secara langsung.'
__ADS_1