
setelah sekian hari dikontrakan bersama suamiku..
ternyata firasat burukku kepada suamiku dan lita, selama ini malah semakin menusuk, di saat aku memendam perasaan ini, hatiku terasa semakin sakit, dan hatiku merasa semakin sempit.
tapi entah kenapa, setiap kali dia (lita) berada di hadapanku, aku merasa kesal, aku tidak suka dengan dia, entah kebencian itu datang dari mana. padahal dia itu tidak pernah ada masalah dengan saya, namun hati merasa terusik dengan kehadiran dia.
seperti biasa, setiap pagi aku menyiapkan sarapan untuk mas Harun. setelah selesai makan, masih ada waktu satu jam sebelum dia berangkat kuliah.
aku ingin sekali berkata kepada mas Harun tentang perasaan gundahku ini..
setelah makan, mas harun bangkit lalau pergi dan duduk di kasur.
dan akupun masuk ke kamar sambil membawakan jaket yang biasa dia pakai, dan dia duduk sembari memainkan henfonnya,
dengan nada yang sangat lembut aku mulai berkata...
" mas,, aku mau bicara sesuatu sama kamu! "
dengan perkataan yang terbata bata..
__ADS_1
"mau ngomong apa? " sahut mas Harun.
aku menjelaskan dengan nada yang sangat pelan... "selama kita pindah di kontrakan ini!, aku tidak ada masalah apa apa!, tapi kenapa di saat setiap aku melihat lita, hati aku selalu merasa kesal, hati aku selalu merasa panas, kebencian di hati aku ada!, padahal lita tidak melakukan apa apa terhadapku! aku membencinya dengan tanpa alasan, "
mas harun menatapku dengan tatapan yang begitu tajam, seakan dia ingin marah kepadaku..
dengan membelai rambutku yang panjang dan berkata... "mungkin itu firasatmu saja, awalnya kamu bisa begitu kenapa?.. dia melakukan apa sama kamu? dia menyakitikamu? , dia menghina kamu?, "
aku menjawab dengan memalingkan wajahku..
"tidak! tapi dari awal aku melihat dia, aku merasa terusik dengan kehadiran dia, malah aku menyangka kalian jatuh hati , apa lagi dia yang selalu memanggil kamu terus, yang membuat hati aku membara rasa kecemburuan !.. apa lagi dengan sikapmu yang lembut kepada dia !"
"ngawur kamu!!, aku sama lita itu hanya teman biasa, adapun sikap lita yang centil itu memang itu sikap dia!.. mas sendiri pun menganggap biasa saja. dan lita pun biasa saja. kamu jangan berpikir yang aneh aneh lagi yah!!,, mungkin kamu karena baru kenal dia, jangan merasa aku sama dia cinta cintaan yah.. kita biasa saja, kalo aku suka dia!! ngapain aku nikahin kamu?"...
dalam benakku berkata.. "iya juga yah, mungkin aku yang terlalu negatif"
aku tersenyum memandang wajah mas Harun,..
aku berkata.. " mungkin aku yang salah, terlalu di ambil hati, maafin aku mas. yang berpikir negatif sama kamu"
__ADS_1
dengan senyuman manjanya dia menjawab..
" iyah tidak apa apa, ya sudah mas pergi dulu yah, kamu jaga diri baik baik. jangan kemana mana sebelum mas pulang... "
"iya iya.. bismillah aku di sini selalu menunggumu.. " ku merayu dengan gombalanku..
mas Harun menjawab...
"eh.!!!.. kaya judul lagu?..hahahaha( dengan tawanya yang khas), sudah sudah.. jangan bercanda terus, mas pergi yah!! "
""iya iya... hati hati, jaga mata jaga hati juga yah!!" isengku...
tangannya langsung mengangkat hormat dan berkata... "siaaaappp bosku...!! assalamualaikum "
"wakilisalam.... "
lalu aku melanjutkan membersihkan rumah. sembari menyapu, hatiku selalu berkata...
"hemm,,, ya tuhan. maafkan aku yang berpikiran negatif kepada suamiku dan lita. padahal suamiku selalu mengatakan bahwa dia benar benar mencintaiku, ya tuhan.. aku tak tau apa isi hati dia, yang lebih tau tentang dia adalah engkau ya tuhanku.
__ADS_1
aku harus lebih baik lagi, dan aku harus lebih positive tingking lagi, supaya aku dan dia tetap bersama membangun keluarga. hingga tua nanti"