
Deg.
Shakher melihat Starla masuk dan kemudian pikiran nya melayang apa jangan jangan yang menjadi direktur perusahaan Star Corp adalah Starla? Dan sekarang ia seperti menemukan sebuah teka teki Star nama Star itu diambil dari Starla.
"I am sorry, I late"
"It's ok no problem star"Shakher berbicara
Deg
Suara itu dan langsung Starla mengangkat wajahnya,suara yang tidak ingin ia dengar selama ini.
Berbanding terbalik dengan Shakher.
Shakher tersenyum setelah Starla melihat kearahnya.
"Silahkan duduk pak Shakher"
Miko terkejut karena dari mana Starla tau sedangkan di dalam kontrak pertemuan tidak ada nama.
"Terimakasih bu starla, dan saya hanya ingin berbicara dengan anda...apa bisa?"
"Tentu bisa, Miko bisa keluar"Tutur Starla
"Baik Bu"kemudian Miko pun keluar dari ruangannya.
Lalu di dalam ruangan hanya tinggal Starla dan Shakher.
Shakher mengajak Starla untuk ke taman agar lebih nyaman berbicara.
Starla pun setuju.mereka berjalan ke taman yang letak nya tak jauh dari perusahaan. mereka pun sampai.
"Dek... Bisa ga lusa kita hiking, sebelum kakak balik ke Indonesia"
__ADS_1
"InsyaAllah ramai ramai kan"
"Iya..."
"Dek boleh Abang tau sejak kapan kamu bangun perusahaan?"
"Sejak pada saat itu kan aku KKN nah karena kinerja aku bagus aku dapat tawaran kerja sama selama aku KKN itu sekaligus belajar membangun perusahaan sendiri. ya memang engga ada yang tau, tapi Alhamdulilah itu menjadi sebuah peluang"
"Iya,so Abang boleh donk kerja sama perusahaan kamu ? "Tanya Shakher
"Gimana ya bang nanti coba aku lihat Abang presentasi sejauh mana mendalami materi yang Abang kirim ke perusahaan aku" Ujar Starla tegas
Shakher tersenyum karena ia melihat Starla tumbuh dewasa dan keinginan nya untuk melamar di puncak gunung Vaalserberg.
Lalu sahabat Shakher dan Starla mulai perjalanan dengan berdoa agar lancar dan selamat. Lalu mulai perjalanan mendaki sekitar 3 jam mereka akhirnya sampai puncak,ya memang gunung nya tidak tinggi. Alhamdulilah sampai.
Setelah setengah jam puas memandang indah gunung Vaalserberg kini tiba saat nya Shakher mengeluarkan sesuatu dari kantong nya.
Starla terkejut karena Abang nya tiba tiba melamar ia di atas bukit yang indah.
"I...Yes I do" Jawab Starla
Mereka semua tepuk tangan dan Shakher bersyukur setelah 1 tahun ia bersabar menunggu momen yang tepat dan akhirnya ia bisa laksanakan hari ini juga. Hati nya merasa lega, sekaligus bahagia.
Starla menghela nafas kasar lalu tersenyum.
Mereka semua pun turun dari gunung dan senyum gembira karena Shakher traktir teman Teman nya.
...----------------...
Setelah acara makan selesai.
__ADS_1
Keesokan harinya Starla mengantar Shakher untuk ke airport untuk kembali ke Indonesia.
"Star nanti Abang bilang sama keluarga ya tentang lamaran ini"
Emm...Nanti aja ya kalau Arla sudah pulang"Jawab nya dengan santai.
"Benar? kapan ke Indonesia?"
"InsyaAllah aku usahakan lusa bang"
"Ya sudah nanti kalau udah sampai di Indonesia telepon Abang ya" Dengan perasaan bahagia, Shakher tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang sedang melanda.
" Iya bang..."
Mohon untuk para penumpang naik gabin pesawat karena pesawat akan terbang dalam waktu kurang lebih 10 menit lagi ...
"Bang sana" Suruh Starla
"Iya, Assalamuallaikum Khumaira"
"Waalaikumsalam"
...----------------...
Starla pun sudah kembali kerumah setelah mengantarkan shakher. ia merebahkan badannya yang lelah itu.
Dan Sekarang ia harus pikirkan gimana caranya agar Shakher tidak bilang ke keluarganya tentang lamaran itu.
Jujur ia kemarin menerima lamaran Shakher karena banyak orang dan merasa tidak enak untuk menolaknya. tapi disatu sisi ia harus mengorbankan rasa ego nya.
Menurut kalian apa yang harus Starla lakukan? Menerimanya atau justru menolak?
Sayang banget ga sih kalau harus menolak nya
__ADS_1
Next bagaimana sih kelanjutannya yuk tunggu update nya dan baca karya ku :)