
"Permisi,maaf apakah masih ada tersedia kamar??"tanya Liya sopan. "Tunggu sebentar ya dek,saya periksa dulu"jawab pengurus bagian kasir hotel. Liya hanya mengangguk pelan sambil tersenyum ramah. "Ada dek tapi tinggal satu kamar 111"ujar nya dengan ramah. "Oh..yaudah saya pesan kamar itu ya untuk empat orang"ucap liya kemudian memberikan sejumlah uang kepada bagian kasir hotel. "Baik dek,atas nama siapa ya??"tanyanya. "Liya Azmi putri"jawab Liya dengan menyebutkan namanya. "Baik dek,ini kunci kamarnya tapi ada satu hal yang harus setelah masuk kekamar itu tolong jangan berkata kasar dan tidak boleh membuka pintu atau jendela sebelum pagi"ujar nya. "Memang kenapa ya kak??"tanya Liya. "Nggak apa-apa,tapi tolong jangan lakukan yang kakak bilang tadi"ujar sekali lagi lalu memberi kan kunci kamar 111. Liya menerima kunci tersebut lalu pergi berlalu ke teman-teman nya. "Yaudah yuk, sekarang kita kekamar"ajak Liya. "Okey deh,tapi kamar berapa deh??"tanya Vina. "Kamar 111"jawab Liya. "Apa!!!kok kamu ambil kamar 111 sih"tanya Vina agak khawatir. "Loh,memang nya kenapa??"tanya Winda. "Kalian semua tidak tau ya bahwa dikamar 111 beberapa tahun silam itu ada yang meninggal Disana dan setiap orang yang tinggal dikamar itu pasti juga akan meninggal"jawab Vina menjelaskan. "Tenang aja Vina tadi kata kakak nya jika kita tidak berkata kasar dan membuka jendela atau pintu sebelum pagi itu bakal aman-aman aja yang penting jangan melanggar aturan itu"ujar Liya memberi tau aturan saat sudah sampai dikamar 111. "Yaudah deh!!"ucap Vina mengalah. "Yuk ke kamar langsung aku udah pengel nih ingin langsung istirahat"ujar gina yang sedari tadi sudah memegang tas nya duluan. Teman-teman nya Tersenyum lalu mereka semua pergi ke kamar 111. Walaupun sebenarnya Vina agak khawatir takut terjadi apa-apa.
Sesampainya dikamar 111,
__ADS_1
Mereka semua langsung menghampiri tempat tidur dan bermimpi indah.keesokan harinya,gina terbangun dan mendapati dirinya tinggal sendiri. "Lah,Winda,Vina sama Liya mana???kok aku ditinggal sih!!"ujar nya cemberut karena teman-teman meninggal kan nya. Gina lalu bangkit dari tempat tidur dan mencari teman-teman nya.
Sementara itu,Winda,Vina,dan liya sedang berada di resto hotel. Menikmati sarapan pagi dengan penuh Bersemangat. "Hey,kalian kenapa ninggalin gw sendiri dikamar bukannya bangunin gw"ujar gina dengan wajah bete. "Maaf gina,tadi kami udah bangunin kamu kok cuma kamu nya aja yang nggak bangun-bangun udah tidur kayak kebo"ucap Liya memberi tau agar gina tidak bete lagi. "Masa sih gw nggak ingat"ujar gina. "Ya gimana Lo mau ingat,kan Lo tidur kayak kebo"ucap Winda lalu mereka semua tertawa kecil.
__ADS_1
"Wah,seru sekali"ujar gina senang. "Iya,nih udah lama banget nggak kepantai gw.jadi kangen rasanya"timpal Vina ikut senang. Mereka bertiga terus saja bermain air hingga kelelahan dan menghampiri Liya yang sedang bermain pasir ( seperti anak kecil saja ).
"Liya,Lo lagi ngapain??"tanya Vina. "Aku lagi buat istana pasir nih"jawab Liya. "Kayak anak kecil aja Lo"ujar Winda. "Biarin aja yang penting hati senang"jawab Liya dengan wajah cerianya. "Eh,gw juga mau buat ah istana pasir"ucap Vina lalu memulai membuat istana pasir di samping Liya. Terlihat wajah mereka semua sangat berseri-seri hingga suasana pun sore. "Yah,udah sore nih balik yuk"ajak gina. "Iya,nih gw udah puas main"ucap Winda. Mereka berempat lalu pergi dari pantai balik ke hotel agwater.
__ADS_1
Sesampainya di hotel,mereka semua Langsung membersihkan diri dan meranjak untuk tidur. Tapi sebelum mereka tidur,mereka merasa bahwa ada yang sedang memperhatikan mereka dari arah balik gorden jendela.siapakah itu???apakah itu penunggu kamar 111??nantikan episode selanjutnya ya!!terima kasih!!