Kamar 111

Kamar 111
Hal-hal yang aneh


__ADS_3

"Gin,lu ngerasa kayak ada yang ngeliat kita nggak sih!!"tanya vina dengan nada pelan. Gina tak menjawab. "Ah,cemen lu vin,gw nggak ngerasain apa-apa kok!!"ujar Winda dengan lantang. "Win,lu  tau cara sopan santun nggak sih disini"ujar Vina kesal karena Winda tak bisa menjaga sopan santun nya. "Penakut banget sih,lu"ejek Winda. Liya yang sedari tadi hanya diam tiba-tiba terkejut saat gorden jendela tersebut berkibar-kibar layaknya seperti ada angin padahal tidak ada angin yang masuk. "Heh!?apa tuh??"batin Liya kaget melihat ada seseorang yang berdiri di balik jendela yang tertutup. "Ini kan di lantai 6 bagaimana ada orang yang bisa berdiri di sana!!"batin Liya semakin takut kemudian bersembunyi dibalik badan gina. Gina yang melihat Liya bertingkah aneh Secara mendadak langsung bertanya. "Kenapa???"tanya gina. Winda dan Vina langsung berhenti bertengkar saat mendengar pertanyaan gina pada Liya. "Itu,dibalik Jendela ada yang sedang berdiri!!"jawab Liya yang tak berani melihat ke arah gorden.


"Ah,gw buktiin ya,nggak ada apa-apa dibilang juga"ucap Winda kemudian berjalan mendekati jendela yang tertutup gorden. "Kok, tiba-tiba gw beriding sih"batin Winda yang mulai ragu untuk mengecek. "Ah,gw nggak boleh takut,gw mau bukti ini kemeja nggak ada yang namanya hantu-hantu"batin Winda lalu menyingkirkan rasa takutnya.


Blak.....!!!


"No,kalian lihat nggak ada apa-apa kan!!"ujar Winda setelah membuka gorden lebar-lebar. "Cepat tutup win,bahaya. Aku ngerasa dia masih memperhatikan kita disini!!"ujar liya. Winda tak segera mendengar kan liya,dia malah mengejek Liya dan Vina karena terlalu penakut. Liya dan Vina hanya bisa diam,tak berani untuk bicara sembarangan dikamar. Sementara gina lebih memilih diam tak mau ikut campur. "Yaudah,karena kalian sudah lihat nggak ada apa-apa.kita tidur yuk!!"ajak Winda yang rasa kantuknya datang. Ketiga temannya hanya mengangguk pelan.


2 jam kini sudah berlalu,


Winda dan gina sudah sangat tertidur pulas di atas kasur. Sementara Liya dan Vina masih melek,duduk di sofa. "Vin,kamu nggak bisa tidur ya??"tanya Liya. "Nggak,lu sendiri juga kan??"Vina balik bertanya. Liya mengangguk pelan. "Yaudah kita jalan-jalan yuk,biar lebih seger aja gitu"ajak Vina. "Nggak ah,kamu lupa ya vin kan waktu kita mesan kamar Mbak nya pernah bilang kalau jangan membuka pintu atau gorden jendela saat masih malam"ujar Liya mengingat kan Vina. "Eh,iya gw lupa.untung aja lu masih ingat!!tapi...kalau soal gorden yang tadi apa..."ucap Vina yang ragu-ragu untuk bicara. "Jangan bicara disini,besok aja ngomong nya"cegah Liya agar Vina berhenti bicara soal kamar yang sedang mereka tempati.

__ADS_1


Tok...Tok...Tok...


"Eh,siapa tuh??"tanya Vina pelan. "Nggak tau,tapi menurut jangan dibuka deh"jawab Liya khawatir. "Iya,mana mungkin pelayan hotel malam-malam ngetik pintu kamar"ujar Vina mengiyakan ucapan Liya dengan akal. Tapi suara ketokkan pintu tersebut semakin kencang dan tak beraturan,membuat gina dan Winda ikut terbangun. "Siapa sih,yang ngetok malam-malam begini??"tanya Winda sambil mengucek mata nya. Vina dan Liya tak menjawab,mereka berdua bahkan sampai berpelukan takut. Gina kemudian bangkit dari kasur dan berjalan menuju pintu kamar,memberanikan diri untuk melihat siapa yang mengetok pintu kamar tengah malam begini dengan suara ketokkan yang sangat keras. Saat gagang pintu baru saja dipengang,Liya segera menghentikan gina. "Jangan gin,jangan buka pintu nya!!"ujar Liya. Gina yang sangat mempercayai liya akan instingnya yang kuat hanya menurut saja. "Ngapa sih,kalian berdua penakut banget!!lu juga gin buka aja ngapa sih berisik tau"ujar Winda kesal. Ketiga temannya hanya diam,tak merespon sama sekali.


Winda semakin kesal melihat tingkah teman-teman yang benar-benar sangat penakut. "Penakut amat sih,biar gw aja yang buka deh"ucap winda bangkit dari tempat tidur. Liya dan Vina semakin berpelukan dengan sangat erat sementara gina duduk disamping Liya dengan bersikap tenang.


Klek......!!!!!


"Nah,ini dia"ujar Winda sambil mengeluarkan hpnya dari dalam tas. "Yah sial,paket jatuh lagi"ucap Winda saat hp nya terjatuh. Winda kemudian mencari hp nya terjatuh. "Apa nih,kok dingin??"batin Winda saat menyentuh sebuah benda yang sangat dingin. Winda terus meraba-raba mencari hp nya. "Nah,ketemu!!"ucap nya senang kemudian kemudian mulai menyenter mengunakan hpnya. "Udah,tuh nggak usah takut lagi!!"ujar winda melihat ketiga temannya berpelukan sangat erat.


"Kenapa sih,kalian penakut banget"ejek Winda lalu duduk di sebelah Vina. "Udah,nggak usah takut kan ada gw yang pemberani disini"ujar Winda menyombongkan diri. Tak seberapa lama,mereka berempat akhirnya tertidur di sofa dengan masih berpelukkan erat.

__ADS_1


Keesokan paginya,


Gina,Vina,dan Liya sudah bangun sementara Winda masih tertidur sangat nyenyak. "Sebentar ya,gw bangunin Winda dulu kalian berdua duluan aja"suruh gina. "Nggak usah gin,kasian Winda kan dari kemarin dia jagain kita samperin kita tertidur"ujar Vina. "Iya,biarin aja dia tidur sebentar lagi"timpal Liya. Gina mengangguk kepada dua sahabatnya. Mereka bertiga lalu keluar dari kamar meninggalkan Winda yang masih saja ngorok.


Tak lama,Winda Bangunsari tidurnya mendapati dirinya sudah ditinggal oleh teman-temannya. Winda kemudian bergegas mandi dan mengusul teman-teman nya.


Saat sedang berada dikamar mandi, Winda merasa ada yang mengawasi dia,bulu kuduknya meremang semua. Terlihat dari wajah nya Winda agak takut. Merasa ada yang sedang memperhatikan nya,Winda langsung menyudahi mandinya dan bergegas menyusul teman-teman nya.


"gin,hari ini kita mau kemana setelah sarapan??"tanya vina. "Hm...pertama kita akan kepantai sekali lagi tapi kepantai yang berbeda setelah itu agak siangan kita mampir ke restoran pasir yang lagi viral itu"jawab gina. "Restoran pasir,memang ada??"tanya Liya. "Ada,lagi viral tapi gw nggak tau kalau restoran pasir itu tempat nya disini"jawab Vina.


Liya hanya mengangguk-anggukan kepala. "Setelah makan siang Disana kita langsung ke mall untuk berbelanja"lanjut gina dengan wajah yang terlihat senang. Saat mereka bertiga asyik bicara,Winda yang masih berada dalam kamar tidak bisa membuka pintu kamar yang tiba-tiba terkunci dari luar.

__ADS_1


"susah banget,buka ini pintu!!tolong woy ada orang nggak di depan kalau ada tolong ini pintu gw nggak bisa keluar.tolong buka"teriak Winda panik karena hampir setengah jam dia terjebak di dalam kamar. Padahal sebelumnya kamar ini tidak susah untuk dibuka.


__ADS_2