Kamar 111

Kamar 111
Liya kesurupan


__ADS_3

"Kok winda,belum datang juga sih,apa belum ya tuh anak??"tanya Vina. "Yaudah,kita bangunkan yuk,biar kita langsung pergi sesuai dengan jadwal"ajak gina. Vina dan Liya mengangguk pelan. Merek bertiga lalu kembali ke lantai 6. Sesampainya di depan kamar,mereka mendengar suara jeritan Winda. "Aaaaaa......."teriak Winda dalam kamar. "Winda,buka pintunya!!!"teriak gina dari luar kamar sambil menggedor-gedor pintu. "Winda,buka!!" "Gin,aku panggilkan staf hotel nya dulu"ujar Liya lalu pergi mencari staf hotel. Tak lama Liya kembali dengan membawa dua orang lelaki dan perempuan. "Maaf,permisi dek. Saya akan bukankan dulu dengan kunci cadangan"ujar staf laki-laki menyuruh gina dan Vina untuk menjauh dari pintu kamar. "Tidak,bisa seperti ini ulah mahluk itu"ucap staf laki-laki kepada staf perempuan. "Coba aja di dobrak pintunya,saya takut dia kenapa-kenapa"usul si perempuan khawatir. Staf laki-laki lalu melakukan seperti usul si perempuan dan akhirnya pintu kamar bisa terbuka. Terlihat Winda tergeletak di karpet hotel. Gina,vina,dan Liya menghambur ke Winda yang tak sadarkan diri.


"Winda,bangun!!!"ujar gina sambil menepuk pipi Winda dengan pelan. "Maaf dek,saya akan bawa temanmu ke rumah sakit terlebih dahulu untuk diperiksa"ujar staf laki-laki kemudian mengendong Winda keluar dari kamar. Gina dan Vina mengikuti dari belakang sementara Liya masih tetap berdiri di dalam kamar.


Dirumah sakit, Winda masih diperiksa oleh dokter di ruang UGD. Gina dan Vina masih terus menunggu dengan khawatir. Tak lama dokter keluarga. "Maaf,dengan teman dekatnya??"tanya dokter. "Iya,saya sahabat nya"jawab gina. "Bagaimana keadaan nya sekarang dok??"tanya gina. "Dia baik-baik saja hanya ada sesuatu yang ganjil menurut saya,apakah kalian berdua bisa ikut saya keruangan saya"ujar dokter tersebut. Gina dan Vina mengangguk lalu mengikuti dokter tersebut dari belakang. Sementara itu, Liya masih diam dalam kamar seorang diri. Entah mengapa Liya Seperti nya sangat terlihat pucat. Hingga ada seorang ibu-ibu yang memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar yang ditempati liya dan teman-teman nya.


"Dek,ada apa??"tanya ibu tersebut kemudian duduk disamping Liya. Liya tak menjawab. Ibu tersebut memegang tangan Liya yang sangat terasa dingin. "Kok tangannya dingin sekali!!"batin ibu tersebut mulai merasa takut. "Hm...dek saya lupa masih ada urusan,permisi!!"pamit ibu tersebut dan langsung lari ke luar kamar.


"Jadi menurut saya, kejanggalan ini bukan ulah manusia"ujar dokter sambil memegang sebuah kertas hasil laporan kesehatan Winda. "Coba kalian lihat foto ini, terdapat bekas tangan dengan kuku yang sangat panjang jika kita pikir melalui ilmiah,ini sesuatu yang sangat diluar nalar"ucap dokter menjelaskan. "Saran saya biarkan teman kalian di rawat inap disini selama beberapa hari"saran dokter tersebut kepada gina dan Vina.


Gina dan Vina keluar dari ruang dokter, sambil membawa foto-foto bukti bekas memar di badan Winda.

__ADS_1


Kreng.....kreng......


"Iya,hallo!!"ujar gina mengangkat telepon. "Apa??saya akan ke sana kak secepat mungkin tolong jaga dia kak"ucap gina kemudian mengakhiri telepon. "Ada apa??"tanya Vina penasaran. "Itu liya kesurupan dikamar"jawab gina. "Aku akan kesana,kamu tetap disini temani Winda"perintah gina. Vina hanya mengangguk dengan khawatir. Gina kemudian meninggalkan vina yang masih berdiri menatapnya.


"Liya..."panggil gina kemudian menghampiri perlahan Liya yang masih kesurupan. "Jangan,dekati dia dulu,dek!!"ujar staf hotel perempuan mencegah gina mendekati Liya.


Gina terus melihat dari kejauhan Liya yang terus didoakan oleh seorang sesepuh yang paling tau disekitar hotel. Hingga tak lama,Liya tersadar kemudian menangis. Gina menghampiri nya dan memeluk sangat erat.


Beberapa saat kemudian,


Liya sudah agak sedikit tenang dan disuruh untuk istirahat didalam kamar. Sementara gina dan sesepuh berbicara di restoran hotel.

__ADS_1


"Nona,jadi soal temanmu.dia kesurupan karena penghuni kamar itu marah kenapa temanmu yang satunya kalau tidak salah Winda namanya yang tadi disebutkan oleh penghuni kamar itu"ujar sesepuh menjelaskan. "Jadi,saya harus bagaimana pak??"tanya gina. "Soal itu saya tidak tau tapi tolong usahakan untuk melindungi kedua temanmu itu Winda dan Liya"ucap sesepuh kemudian pergi begitu saja meninggalkan gina yang masih duduk dikursi.


Sementara Vina menemani Winda yang masih belum sadarkan diri. "Aaaaaah!!!" "Ngantung sekali"ujar Vina kemudian berlalu ke sofa dan tertidur di sofa.


Mimpi Winda :


"Dimana,aku??"tanah Winda yang berjalan perlahan menggunakan pakaian yang berwarna putih dan rambut yang diikat. "Lalalalala......hmhm...."terdengar suara orang sedang bernyanyi dengan saat merdunya. Winda mencari asal suara nyanyian itu. "Siapa kau??kenapa kau ada disini??"tanya Winda menghampiri perlahan sesosok wanita berambut panjang coklat yang sedang berayun-ayun. "Harusnya aku yang bertanya!!kenapa kau mengganggu kehidupan ku??"tanya nya sambil masih berayun-ayun. "Aku,kapan aku menganggu mu??"ujar winda kaget. "Di kamar itu, kau menganggu ku"jawab wanita itu kemudian bangun dari ayunan. Winda kaget dan berjalan mundur. "Sebenarnya siapa kau??"tanya Winda gemetar. "Aku, merupakan penunggu kamar itu,kau telah menganggu ku"ujar wanita tersebut berbalik badan. Winda melihat,wajahnya penuh akan darah,matanya keluar dan badan bagian depan hancur.


Winda menjerit ketakutan dan terbangun dari tidurnya. Vina yang mendengar jeritan Winda terbangun dan duduk disamping Winda. "Lu kenapa??"tanya Vina. "Tadi...tadi gw liat ada wanita mukanya hancur penuh darah!!"jawab Winda kemudian menangis. "Udah,jangan takut lagi katanya lu nggak takut!!"ejek vina sambil memeluk Winda. "Gw takut,gw takut!!"ucap Winda semakin kencang memeluk Vina.


Sementara gina,menemani Liya dikamar. Terlihat Liya sangat tidur dengan nyeyak. "Syukurlah dia bisa tidur!!"ucap gina kemudian duduk dipinggir ranjang kasur. "Jangan,jangan mendekat!?!"ujar Liya mengingau.

__ADS_1


"Liya,lu kenapa??"tanya gina khawatir. "Jangan!!!!!!"ujar Liya langsung terbangun. "Gina!!"ujar Liya memeluk gina dan menangis kembali. "Kenapa??ada apa??"tanya gina benar-benar khawatir. "Tadi aku mimpi bertemu wanita yang ingin membunuhku dan Winda"ujar Liya ketakutan. "Wanita??apakah itu penunggu kamar ini!!"batin gina yang ingat akan pesan sesepuh sebelumnya.


__ADS_2