Kamar 111

Kamar 111
Teror


__ADS_3

Episode sebelumnya,


"Wanita??apakah itu penunggu kamar ini!!"batin gina yang ingat akan pesan sesepuh sebelumnya.


"Gina,aku takut!!"ucap Liya memeluk badan gina dengan erat. "Sudah, tenang Liya aku ada disini. Kamu jangan takut"ujar gina mengelus rambut Liya. "Yaudah sekarang kamu lanjut istirahat agar besok kita langsung pulang"ujar gina. Liya menurut dan kembali tidur.


Sementara Winda yang masih berada di rumah sakit tidak dapat memejamkan matanya untuk beristirahat. "Aduh, mata gw nggak bisa dimejamkan!!"batin Winda yang sudah berpikiran negatif karena takut. "Vin,lu masih bangun??"tanya Winda yang berbaring di atas kasur pasien. "Iya"jawab Vina yang terdengar suara agak aneh tapi Winda tak memperdulikan itu.


"Vin, menurut lo apasih yang hantu itu mau dari gw sampai bikin gw kayak gini??"tanya Winda tak sama sekali tidak melihat ke arah Vina. "Menurut ku dia ingin ingin membalaskan dendam"jawab Vina seketika membuat Winda kaget. "Bales dendam, buat apa?? Kan gw nggak buat salah sama dia!!"ujar Winda. "Tapi jika aku lihat dari pandangan ku, mungkin karena kamu melanggar aturan saat masuk kekamar"jawab Vina. Winda kemudian melihat ke arah Vina yang sedang duduk disofa.


"Vin Lo kok kayak gitu sih ngomong nya!!"ujar Winda kesal. "Karena ini benar, hihihi......"ucap Vina sambil mengangkat wajahnya. "Aaaaaaa......"teriak Winda. "Lo...lo siapa??"tanya Winda takut. "Harusnya aku yang bertanya padamu kepada kamu menganggu ku!!"ujar seorang yang bermuka hancur, matanya hitam, rambutnya panjang, dan di dada nya banyak sekali darah keluar. "Aku...aku tidak...pernah menganggu mu"ucap Winda semakin terpojok saat hantu itu mulai mendekat.

__ADS_1


"Kenapa kok seperti takut???"tanya hantu tersebut yang tiba-tiba berada didepan wajah Winda. "Aaaaaaa......tolong!!!"teriak Winda sambil menutup wajahnya dengan tangannya. "Ayo kamu ikut aku, karena kamu lah aku terbangun dari tidurku"ucap hantu wanita tersebut. "Tidak...tidak!!!"ujar Winda terbangun dari tidurnya. "Hahahaha....... syukurlah itu hanya mimpi tapi kok rasanya seperti nyata ya"ucap Winda dengan keringat panas dingin.


"Lho,Vina kemana??"tanya Winda pada dirinya sendiri saat melihat ke sofa tidak ada Vina. "Aku harus cari Vina"batin Winda sambil meranjak dari kasur pasien dengan perlahan.


Sementara gina dan Liya yang masih berada dalam hotel merasakan hal aneh juga terlebih Liya.


Tok...tok...


Tok...tok...


"Buka!!!"ujar nya sambil dengan mengetok tapi kali ini dia mengetok pintu agak keras. "Buka!!!"nya dengan histeris. Gina dan Liya hanya berpelukan didalam selimut sambil terus membaca surat pendek yang mereka hafal. Lama-kelamaan suara ketukan pintu tak ada lagi. Gina kemudian mengintip dari balik selimut. Tidak ada siapapun.

__ADS_1


Tok...tok...


"Buka!!"ujar hantu itu kembali tapi kini ketikan itu berasal dari jendela kamar yang berada dekat dengan kasur yang mereka tiduri. "Tolong aku!!buka!!"ucap nya kemudian tertawa cekikikan membuat bulu kuduk semakin berdiri.


Gina yang capek terus diganggu akhirnya memberanikan diri untuk bicara dengan sekuat tenaga. "Tolong siapapun kamu!! Jangan nganggu kami, kami kan tidak pernah berbuat salah padamu kepada kamu"ujar gina berteriak lancang ke arah jendela. Terdengar suara ketawa dari Bali gorden. "Aaaaaaa....."ujar liya. "Kamu kenapa Liya??"tanya gina khawatir. "Aaaaaaa......"teriak Liya. Gina kemudian keluar kamar untuk meminta bantuan pada staf atau pelayan hotel. Sementara Liya terus meraung-raung Seperti orang sedang merasa sakit. Tak lama gina kembali ke kamar dengan membawa tiga orang bersamanya salah satu merupakan ustadz yang kebetulan sedang bermalam di hotel tersebut.


"Pak ustadz, tolong sahabat saja pak ustadz"ujar gina. "Baiklah, kamu tunggu disini agar tidak terjadi apa-apa"perintah nya kemudian masuk ke dalam kamar. Gina terus melihat Liya yang merasa kesakitan.


Beberapa menit kemudian,


Liya tersadar kembali, gina kemudian menghampiri Liya dan langsung memeluk dengan sangat erat. "Nak, gina ada yang harus saya bicarakan denganmu!!"ucap pak ustadz yang berdiri disampingnya para staf hotel. Gina menggangguk dan mengikuti pak ustadz keluar dari kamar. "Ada apa kak ustadz??"tanya gina. "Begini nak gina, saya hanya memberi tau pesan mahluk itu karena dia terlalu kuat untuk diusir jadi dia hanya bisa di usir dengan cara ini!!"jawab pak ustadz yang terlihat ragu untuk berbicara. "Cara apa kak??"tanya gina. "Berkomunikasi dengannya menggunakan ilmu raga Sukma"jawab pak ustadz. "Apa??raga Sukma"ujar gina tak mengerti. "Raga Sukma itu merupakan sebuah keluar nya arwah kita untuk melakukan hal-hal yang penting tapi yang hanya boleh menggunakan ilmu ini hanya kedua temanmu yang sedang dalam masalah dan kamu untuk menjaga mereka"ujar pak ustadz panjang lebar. "Temanmu yang berada dikamar barusan dia terlalu lemah makanya dia digunakan oleh makhluk tersebut sebagai balas dendam kepada temanmu yang satu nya"lanjut pak ustadz. "Karena kondisi yang begitu lemah jadi dia terikat oleh makhluk tersebut"sambung pak ustadz sambil berbalik badan. "Ini merupakan jalan satu-satunya untuk bisa mengusir dia dari kalian agar tidak terus diganggu terlebih kedua temannya itu" "baik pak ustadz, saya akan bicara terlebih dahulu dengan kedua teman saya"ujar gina. "Baiklah!!tapi tolong jangan terlalu banyak berfikir sebelum fatal"pesannya kemudian pergi begitu saja.

__ADS_1


Gina kemudian kembali ke kamar untuk menemani Liya.


__ADS_2