Kamu Akan Menyesal

Kamu Akan Menyesal
#Chapter 1


__ADS_3

Pagi itu di hari minggu Quenna Anandra selalu melakukan aktivitas rutin olahraga berepedah ataupun berlali di daerah komplek rumahnya, Quen sering di sapa orng sekitarnya selalu mengawali aktifitas olahraganya stelah melaksanakan solat subuh, biasanya setelah bersepedah atau lari Quen selalu behenti di bubur favorite nya tapi pagi itu tukang bubur tidak ada mangkal ditempat biasa.


"Bang, Bang Ali kmna ya?" Tanya Quen kepada salah satu pedagang yang dekta dengan tempat bang ali berdagang


"libur kayanya non, istrinya katanya melahirkan"


"wahhh,,,, alhamdulilah padahal baru minggu kmaren Quen absen ksini jdi ketinggalan info deh"


"kayanya gaakan jualan dlu non sampe istrinya bisa beraktifitas sendiri lagi, kan mereka merantau ksini"


"iya bang mari, makasih"


"mari-mari non"


Quen mengayuh sepedahnya dan mencari sarapan yang bisa mengganjal perutnya yang sudah berbunyi, tidak lama kemudian dia menemukan gerobak ketoprak yang tempatnya bersih dan membuat terpikat.


akhirnya quen berhenti dan meyimpan sepedahnya.


"Bang satu porsi ya"


"iya Non, Dibungkus atau disini?"


"Disini saja"


"Baik non tunggu sebentar ya"


tak lama kemudian ketoprakpun tersedia didepan Quen


"makasih ya bang"


"iya non minumnya mau apa?"


"kopi dingin saja bang"


"baik non"


dimanapun tempatnya apapun keadaannya kopi dingin tidak peranah meninggalkan Quen


KRINING-KRINING (suara dering panggilan masuk di Handphone Quen)


"Hallo, Asslamualaikum?"


"Waalaikum salam, lu dmana de?"


"ya di danau tempat biasa lah, emang abang yang tidur mulu bukanny libur itu olahraga"


"titip sarapan ya"


"beli aja sendiri"


"ayolah adek abang yang paling baik" (rayu abangnya)


"hmmm,,, ada maunya aja ngerayu"


"pkonya titip sarapan"


"iya, yaudah asslamualaiku"


"waalaikum salam, makasih adek abang yang cantik"


TUT.. suara menutup telpon


Quen melanjutkan menyantap ketopkraknya, tiba-tiba ada seorang laki-laki bersepeda berhenti dan makan disitu


"Bang satu ya disini" (duduk tapat didepan Quen)


"iya den, minumnya mau apa?"


"air putih dingin saja"


"waduh pagi-pagi gini minumnya udah pada yang dingin2"


"iya bang'

__ADS_1


tak lama kemudian makanan laki-laki itu siap dan ia langsung  menyantap sarapannya


"bang dibungkus satu ya"


"siap non, masih kurang non?"


"engga bang kka saya pesen"


"oh baik klo gtu"


Quen tak menyadari kalo dia diperhatikan oleh laki-laki yang duduk tapt didepannya, mungkin karna Quen wanita yang cuek dan gak pedulian apalahi sama laki-laki.


sambil melihat layar digitalnya Quen menghabiskan sarapannya. tak lama kemudian pesanan untuk dibawa pulang sudah siap.


"ini non yang dibungkusnya" (Memberikan satu bungkus ketoprak)


"jdi berapa bang semuany?" (quen berdiri dari tempat duduk nya menghampiri abang ketoprak)


"jdi 45 ribu non"


"ini bang diambil aja kembaliannya"


"makasih ya non"


"iya bang yu bang duluan"


"iya non hati-hati"


Quen pergi dengan sepedahnya waktu meunjukan pukul set 8 pagi tidak terasa hanya sekedar sarapan quen memakan waktu lama karna suasana dan tempatnya yang membuat nyaman.


....................................................................


sesampainya drumah


"lama bgt sih lu de"


"ihh udah nyuruh marah-marah pula"


"iya-iya, maksih ya"


"perhitungan bgt ade gue yang satu ini"


"emang ade abang ada berapa?"


"elu doang" (hahahahahaha)


setelah melepas sepatu Quen Masuk dan langsung ke loteng tempat biasa dia termenung sndri  menikmati kenyamanan hari liburnya, Quen salah satu orng yang gak suka dengan keramayan makannya dia lebih suka wisata alam daripada moll, paling ramai dia pergi ke pantai dua tempat yang paling ia sukai iyalah gunung dan pantai.


Dibalkon atas ada hamok yang tergantung , 2 kursi dan satu meja atap yang transparan membuat malam hari bisa menikmati indahnya langi berbintang, ditambah sound sistem musik yang menghangatkan suasana dan satu kursi panjng yang bisa bersandar.


"Bi rere" (panggil Quen)


"iya non?" (jawab Bi rere dari bawah)


"bi maaf bawain laptop quen di kamar"


"siap non tunggu dlu"


"bi skalian bikinin, kopi dingin sama cemilan sosis kentang naget ya?"


"ok non"


stelah itu Quen dudu selonjor di kursi panjang yang ada sandarannya sambil memainkan handphonenya menikmati pemandangan bukit dan pesawahan suasana yg sejuk membuat sangat nyaman penguninya.


"lu tu libur tuh jangan dirumah mulu" (tegur kka quen yang baru dtang)


"ngapain keluar rumah, nyamanan drumah kali!"


Zeyn Anandra kaka quen  yg sering dipanggil dengan sebutan Bang Zeyn berbeda 6 tahun dengan Quen mereka hanya Dua Bersaudara, Ayah nya Teo Anandra dan Ibu Margaret Jrang sekali pulang ke indonesia mereka selalu dikorea mengurus bisnis mereka.


dari umur Zeyn 12 tahun dan Quen 6 tahun kelas 1SD mereka sudah pindah dan menetap di Indonesia sesekali ayah dan ibu akan pulang, mereka tinggal tidak hanya berdua namun dengan Bi rere dan Mang Zeze yang menemani mereka dari awal mereka pindah Bi rere dan Mang zeze sudah seperti ayah dan ibu kedua bagi mereka berdua.


walau mereka jauh dai ayah ibunya kasih sayang dan perhatian yang mereka terima tidak pernah kurang apalagi Quen Bang Zeyn walau dia sering menggoda adiknya itu tapi perhatian dan kasih sayangnya kepada quen sangatlah besar namun karna mereka berdua gengsi kasih sayang itu tidak pernah terlihat jelas, hanya orang-orang yang sudah mengenal mereka dekat yang bisa melihat kasih sayang diantara mereke.

__ADS_1


"tapi kalo diajak ke gunung atau pantai pastui lu mau kan?"


"jangan ditanya den kalo itumah." (sela bi rere)


"ini Non makanannya, sebentar laptopnya bibi ambil dulu"


"iya bi makasih ya"


"bi zeyn juga mau ya sama kaya dia"


"siap den"


"ambilin laptop dlu bi biarin bang zeyn mah"


"boong bi zeyn dlu"


"udah-udah jangan ribut nanti bibi buatin dlu ya den"


Bi rere pergi meninggalkan Quen dan Zeyn, Quen berdiri pindah kerumah pohonn yang ada di balkon atas kekreativan quen dan mang zeze yang serba bisa membuat terbentuknya sebuah rumah pohon diatas balkon


sebelum Quen naik ke atas rumah pohon Bi rere memberikan Laptopnya. Bang Zeyn rebahan di tas ayunan.


"Biasa lu pergi bang kalo libur gini? tumen bgt ada drumah"


"bingung guwe harus pergi kmna? dmna2 cewe ngeliatin guwe mulu"


"PD abis lu"


"eh si kenzie mna?"


"gtau tuh tumben dia belum ksini hari libur gini"


Tiba-tiba Bi rere teriak dari bawah


"Non ada Den kenzie!"


"suruh ke atas aja bi"


"baru juga diomongin tuh bocah udah nongol" (gerutu bang Zeyn)


"Quen oh quen" (sesampainya di atas)


"apasih lu ken kaya masih kecil aja"


"hahaha.. gpph lah plesbek masa kecil, eh ada bang Zeyn"


"tau ga guwe baru aja nanyain lu barusan sama si quen, tiba-tiba lu muuncul aja. jangan-jangan kita punya telepati"


"wahh emang iya bang kita kan punya telepati"


"ihh lebay bgt si kalian"( sela quen)


"biarinlah, eh bang tumben ada drumah? gak main?"


"tuh kan si ken aja sadar klo abang tumben ada drumah"


"kalian ini bukannya seneng ada gwe dirumah tuh"


"ya engga bang tumben aja gak pergi libur gini"


"udah-udah lu mau minum ga ken biar skalian guwe juga lagi dibikinin sama bi rere"


"bi ken juga mau makanan sama es kopi dingin ya"(teriak ken)


"siap den"(balas teriak bi rere)


"ken abil proyektor sono dikamar abang kita nobar horor"


"bener bgt tuh quen ambil kasur tiup ya biar dibantu mang zeze"


"oke abang jadi raja"


quen dan kenzie turun kebawah membawa peraltan yang diperlukan untuk menonton flm,. balkon atas memang multi fungsi sengaja quen desain senyaman mungkin karna quen anak rumahan yang gak suka keraimaian.

__ADS_1


                                                                                #BERSAMBUNG#


__ADS_2