Kamu Dosenku Dan Jodohku

Kamu Dosenku Dan Jodohku
17. HARI KETIGA (3)


__ADS_3

Bruk....


Fahren dan Chelsea menjatuhkan dirinya di sofa apartemennya. Baru saja mereka melepaskan Revan yang rewel ke ibunya, sungguh tak ada hal melelahkan lainnya selain membuat seorang anak kecil agar berhenti menangis.


Tring...


Ponsel Chelsea tiba tiba membunyikan sebuah notifikasi chat grup yang masuk.


Grup bakwan (04)


Viona P.


@Chelsea U. Yang di post Kelvin itu bener?


Chelsea U.


Maksud lo?


Gabriel H.


Lyt d pstngn klvn


Chelsea. H


Apaan sih, yang jelas dong

__ADS_1


Viona P.


Gue bantu translate. Liat di postingan kelvin


Chelsea U.


Bentar gue liat dulu


Dan ya, yang benar saja. Sebuah postingan dari Kelvin berhasil membuat Chelsea tersentak. Fahren yang berada disampingnya sedang menonton TV pun menoleh.


"Kenapa?" Tanya Fahren. Gadis didepannya hanya menatap kosong ke layar smartphone nya itu. Tanpa sedikitpun bergeming.


Fahren melirik ke arah smartphone yang Chelsea bawa. Ia sedikit mengernyit. Postingan yang tidak benar itu, kenapa semuanya percaya.


"Saya nggak seperti yang mereka bicarain" ujar Chelsea dengan alis yang mengkerut. Fahren mengusap pucuk kepala Chelsea sambil tersenyum. "Besok saya akan meluruskan masalah ini" ujar Fahren meyakinkan Chelsea.


"Beneran?" Tanya Chelsea sementara pria disampingnya mengangguk sebagai balasan. Namun hal itu tak kunjung membuat raut cemberut di wajah Chelsea menghilang. Gadis itu sibuk membulak balikkan ponselnya seperti sedang gelisah.


Fahren yang melihat itu kemudian tersenyum dan merentangkan tangannya, Chelsea dengan tersenyum membalas rentangan itu. Mereka berpelukan dengan erat. Dalam hati Chelsea ia sangat lega, dari yang tadinya merasa terbebani kini semuanya seolah sedikit sirna akibat pelukan yang Fahren berikan.


"Jadi gini ya kelakuan anak bunda, pantes jarang telepon" Fahren dan Chelsea segera melepaskan pelukan mereka saat suara seseorang menginterupsi.


"Bunda?"


"Kita nikahin aja kali ya Tri?" Ucap seseorang dari arah belakang Bunda.

__ADS_1


"Mama?!"


"Siapa yang ngajarin kamu seenaknya peluk anak orang hah?" Ujar Febri--Mama Fahren-- dengan tangannya terlipat didada.


"Ini bisa dijelasin kok Ma" ujar Fahren membela diri. "Iya, ini cuma salah paham aja kok" sambung Chelsea juga sama meyakinkannya.


"Haduhhh padahal pas ditinggal masih bertengkar, sekarang udah peluk pelukkan. Ngelakuin apa kalian selama ini?" Ujar Bunda penuh curiga kepada dua sejoli itu.


"Bun, tadi Chelsea lagi murung murungnya sama postingan Kelvin, trus pak Fahren nenangin pake pelukan" jelas Chelsea. Bunda dan Mama mengerutkan alis mereka, seolah olah alasan itu tidak masuk akal.


"Postingan Kelvin?" Tanya Bunda. Anaknya mengangguk sebagai jawaban. Chelsea menyodorkan handphonenya yang terpampang sebuah postingan.


"Ini Revan bukan?" Tanya Bunda sambil menunjuk seorang anak kecil yang berada di antara Fahren dan Chelsea. "Orang manapun liat, mereka pasti bakalan ngira kalian pasangan udah nikah" ujar Mama.


"Besok saya mau ke kampus, disana saya jelasin" ujar pria itu dan dengan santainya pergi menuju dapur. Chelsea sedikit ternganga atas sikap Fahren itu.


"Kata Bunda satu minggu ke Jepang. Ini kok udah pulang?" Tanya Chelsea. "Iya, Bunda duluan pulang mau meeting disini, tapi abang kamu masih di Jepang" ujar Bunda sambil duduk di sofa begitu juga dengan Mama.


"Tentang postingan Kelvin itu, nggak perlu di peduliin. Mereka cuma bisa ngejudge aja tanpa tau sebenernya" lanjut Bunda sambil mengusap rambut anaknya itu. Chelsea hanya tersenyum, kejadian saat dia SMP dulunya menjadi pelajaran agar dirinya semakin kuat.


Yahh, ia tak perlu memikirkan hal yang memang bukan kesalahannya. Chelsea beruntung, ada Bunda disisinya disaat seperti ini. Dan juga ....... dosennya.


*****


TBC🍈

__ADS_1


__ADS_2