
SELAMAT MEMBACA
*******
Fyuhhhh
Akhirnya tugas yang diberikan Andra selesai juga oleh Chelsea dan Fahren. Iya, mereka mengerjakannya berdua. Fahren yang meminta, bukan Chelsea. Sedangkan gadis itu hanya memanfaatkan keadaan, nggak salah kan?
"Hmmm....... kamu harus lebih banyak belajar Chelsea" tutur Andra sambil mebolak balikkan berkas tugas milik Chelsea.
"Iya iya, bisa nggak kita makan siang dulu?" Pinta Chelsea, uhh dia cepat sekali lapar, dasar.
"Kita makan disini aja, nanti abang pesen. Mau pesen apa?" Tanya Andra sambil menaruh berkas tugas Chelsea tadi di meja dan melipat tanganya ke arah Chelsea
"Hmm..... Chelsea tiba tiba pengen nasgor Ada?" Jawab Chelsea. "Ada. Lo mau apa Ren?" Tanya Andra lagi ke Fahren. "Nasgor"
"Aku juga samain ya" timpal Saras. "Iya iya, minumnya samain juga ya. Es teh manis" jelas Andra sambil mengambil telepon yang ada dimeja nya kemudian menekan bilah bilah nomor. "Oke" jawab mereka bersama.
Sambil menunggu makanan tiba, Saras sibuk dengan laptopnya. Sedangkan Andra sedang memeriksa beberapa berkas, dan menanda tanganinya. Tidak tahu apa yang terjadi jika mereka nantinya menikah, dasar penggila kerja.
Sementara itu, Chelsea dan Fahren sedang belajar bersama. Ya,, ada beberapa pelajaran yang tidak Chelsea mengerti akibat terkena hukuman Fahren. Untungnya tadi Fahren bertanya ada yang mau ditanyain tentang pelajaran kampus. Mungkin hari ini hari keberuntungannya.
"Dari data yang saya analisa, kamu lemah di soal hitung hitungan, coba kamu belajar perhitungan negatif positif dulu" jelas Fahren, lalu memberikan secarik kertas yang sudah diisi dengan berbagai soal hitung hitungan. "Ini soal murid SMP, jadi saya yakin kamu bisa menghitungnya"
Celsi mengambil kertas tersebut, kemudian mencari cari jawaban. Selang beberapa menit, ia mengembalikkan kertas itu pada Fahren.
"Bagus, sekarang kita masuk ke trigonometri. Kamu harus bisa mempelajari itu sampai pesanan makanan kita datang, oke?" Jelas Fahren dengan datarnya, yang membuat Chelsea harus mengangguk.
Tok tok tok
******, pesanan makanan datang, padahal Chelsea belum sempat membaca rumus serta pengertian dari trugonometri itu.
__ADS_1
"Kita makan dulu" ajak Andra. Yang di angguki semuanya. Mereka ber empat duduk di sofa ruang kerja Andra. Membuka pesanan mereka. "Cuma beli tiga ndra?" Tanya Saras saat mendapati Andra tidak mendapatkan makanannya.
"Sengaja, mau kamu yang suapin, hehe" ujar Andra. "Dasar, yaudah sini"
Fahren dan Chelsea? Ya jelas menjadi obat nyamuk, mereka memakan makanan mereka dengan setengah nafsu.
Setelah beberapa menit habis untuk melakukan kegiatan makan. Kini semua kembali ke rutinitas semula.
"Pak, kasih saya waktu lagi dikitt, boleh nggak?" Pinta Chelsea dengan wajah memelas saat Fahren memberikan secarik kertas berisi soal lagi.
"Nggak" Tidak mempan rupanya kartu AS milik Chelsea itu.
"Dosen pelit!" Gerutu Chelsea sambil menerima kasar kertas bersoal itu. "Untung saya mau ngajarin kamu, gratis lagi" Bela Fahren, yang membuat Chelsea kembali menggerutu tidak jelas.
Dengan terpaksa Chelsea harus mengerjakan soal tersebut, dan berakhirlah dengan coretan pena merah dari Fahren di seluruh lembar jawabannya.
"Mari saya ajari kamu" ujar Fahren, lalu beralih tempat duduk dari yang semula berada di depan Chelsea kini berada di samping gadis itu.
"Jadi ini gini caranya" ujar Fahren sambil mengambil pena Chelsea lalu mengorek ngorek diatas kertas. Sementara Chelsea, gadis itu tengah bengong, wajah Fahren kini terlalu dekat dengannya, dan tubuh mereka berdua..... berhimpitan.
"Yihhhh,kepedean nih dosen, dasar" bela Chelsea pada dirinya sendiri. "Makanya fokus!"
"Gimana bisa fokus pak dosen yang super baik hati nan nyebelin?! Orang bapak sendiri mepet mepet gak jelas, saya kan risih" tegas Chelsea
"Jangan cari kesempatan Ren" goda Andra. "Ehh.... aku balik ya, lagi ada kelas nih" pamit Saras lalu segera mengambil tas pinggang nya.
"Iya" ujar Chelsea, Fahren dan Andra bebarengan. "Daaahhh" Saras sudah pergi, dan mereka kembali pada aktivitasnya masing masing. Sebelum suara ketokan berbunyi dan mereka mendongkak bersamaan.
Tok tok tok.
"Masuk" perintah Andra. Kemudian muncullah seorang wanita elegan dengan jas dan rok nya sedang membawa berkas, yang dirasa dia adalah seorang sekretaris.
__ADS_1
"Permisi pak, jadwal meeting dengan pak Gilang di majukan jadi jam 2 siang" tuh kan, dia memang seorang sekretaris Andra. "Tempatnya ada di cafe Brahma" sambungnya.
"Iya, saya kesana sekarang" ujar Andra. Dengan segera Andra mengambil jas yang ia taruh di kursi lalu memakainya. Juga ia mengambil beberapa berkas yang ada di mejanya.
"Ren, jaga adek gue ya. Kalo udah jam 5 dan gue belum pulang. Anter dia bisa?" Pinta Andra pada Fahren yang diangguki oleh Fahren. "Dek, abang pergi dulu ya, jangan nakal sama Fahren"
"Hati hati bang" ujar Chelsea saat Andra sudah membuka knop pintu dan berlalu bersama sekretarisnya itu.
"Yahhhh..... sepi dong" ujar Chelsea lagi. "Ehhh disini ada CCTV kan?!" Tanya nya pada Fahren.
"Ada. Lagipula saya nggak akan macam macam sama kamu. Tubuh kamu nggak bisa bikin saya nafsu" ujar Fahren malas, sambil menulis pada kertas kertas yang nantinya akan diberikan pada Chelsea lagi.
"Ihhh..... bapak pikirannya sampek kesitu, padahal saya cuma nanya. Jangan jangan bapak emang bener ya mau gi---"
"Saya udah bilang, tubuh kamu nggak buat saya nafsu" potong Fahren secepatnya. "Atau jangan jangan kamu yang pengen saya?" Lanjutnya. Chelsea dengan sigap memukul lengan Fahren menggunakan kertas yang ia pegang.
"Jangan ngomong aneh aneh deh pak. Saya masih waras, nggak pengen sama orang tua kayak bapak"
"Saya masih muda yaa!! Umur saya masih 30"
"Udah tua itu. Kalo bapak mah umur aja 30 tapi muka kek umur 60an"
"Saya masih muda! Lagipula wajah saya belum keriput kok, masih mulus kayak gini juga. Masih banyak yang suka sama saya diluaran sana."
"Palingan juga ibuk ibuk yang suk---"
PLEKK
"AAAAAAAAAAAAAAAAAA GELAAPPPPP"
******
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND SUBSCRIBE, EH VOTE MAKSUDNYA.
TERTANDA-PENULIS🍈