
beberapa lama kemudian tidak terasa hari berganti sore dan saat nya aku bersiap untuk berangkat mengaji .
Setelah siap aku pu langsung keluar rumah dan menuju rumah teman ku iza . Setelah sampai di rumah iza , aku pun langsung memanggil dan kemudian iza pun lamsung keluar rumah .
Kami pun kemudian berjalan bersama menuju tempat ngaji . Di jalan seperti biasa aku dan iza bercerita sampai tak terasa kami sudah sampai tempat ngaji .
Kemudian kami pun masuk ke kelas dan duduk di bangku masing-masing . Karna masih sepi kami pun langsung menuju ke taman samping mesjid tempat biasa menunggu sebelum mengaji .
di taman tempat yang kami suka tak hanya indah tapi udarah di sana sangat lah sejuk membuat kami betah ditaman . Tempat favorit kami jika sentuk belum ada yang berangkat mengaji .
Tak lama setelah itu datang lah teman aku rahma . Kami pun langsung duduk di rerumputtan yang tumbuh di taman , kami bertiga pun langsung bercerita tentang yang lucu dan membuat kita bertiga tertawa .
__ADS_1
Beberapa asik bercerita terlihat ustad yang mangajar kita ngaji sudah datang . Kita pun langsung berjalan menuju kelas dan akhir nya kami pun sampai di kelas .
Aku langsung membuang muka sat tidak sengaja bertatapan langsung dengan dia , dan aku pun langsung duduk di bangku tempat ku .
mengaji pun di mulai , satu-satu murit menyetor kan hafalan nya . Setelah itu giliran dia untuk menyetor kan hafalan .
entah kenapa perasaan ini ada rasa senang dan damai mendengar kan dia mengaji . Tetapi di sisi lain rahma sangat lah antusias mendengar kan dia mengaji .
Setelah dia selesai mengaji , rahma langsung bertanya ke aku . Apakah aku sudah dapat informasih kesukaan dia dari saudaraku .
Melihat kebahagiaan sahabat ku , hanya tentang dia membuat perasaan ku antara bahagia dan sedikit sakit . karana aku gak bisa mengungkap kan perasaan ku .
__ADS_1
Hal ini adalah tantangan terbesar ku untuk memecah kan masala yang sedang ku hadapi agar tidak melukai perasaan sahabat ku . karna saling menyukai orang yang sama walau pun aku harus memendam perasaan sendiri dan sedikit ada rasa sakit tentang perasaan ini .
Aku tidak mau berlama-lama dalam perasaan ini aku pun mencoba untuk melupakan untuk sementara ini , agar tidak membuat semua teman ku curiga tentang kegalauan ku ini .
Setelah semuanya menyetor kan hafalan kami semua pun langsung berdoa , dan satu-satu besalaman dengan ustad yang mengajak kan kami mangaji .
Kami bersama-sama keluar kelas juga berpamitan denga ustadsetelah itu langsung pulang ke rumah dan seperti biasa aku bersama iza dan rahma barenga dengan yang lain nya dikarnakan rumah kami berbedah arah .
Di perjalanan iza bertanya ke aku tentang apa yang ku ceritakan ke rahma , karna bangku iza dan sedikit berjauhan dengan kami jadi iza tidak mengetahui apa saja yang kami bicarakan .
Aku beralasan hanya tentang hafalan karna rahma berpesan ke aku bahwa jagan memberi tau kan ke siapapun . Ya , yang mengetahi nya hanya lah aku saja dan aku juga tidak terlalu penasaran kenapa iza tidak di beritahukan .
__ADS_1
Karna menurut iza tidak penting permasahanya tidak di perpanjang lagi . Ya , karna aku sudah hafal iza orang nya selalu kepo tentang apapun itu menurut nya menarik pasti dia berusaha ingin mengetahui nya .
walau pun begitu iza juga orang yang dapat di andal kan tentang mendapat kan sebua informasi . Terkatang juga aku bosan tentang informasi yang menurut ku itu terlalu tidak penting , tapi aku tetap menjadi pendengar setia nya .