
Bel Sekolah Berbunyi Pertanda Aktivitas Di Sekolah Hari Ini Telah Usai..
Seperti Biasa Vania Pulang Dengan Menaiki Angkot Karena Jarak Rumah Dan Sekolah Yang Lumayan Jauh, Menyita Waktu Kurang Lebih 15 Menit, Sehingga Sulit Jika di tempuh hanya berjalan kaki.
Vania Bersandar Di Kursi Angkot, Dalam Angkot Tersebut Hampir Semua Adalah Siswa SMA tempat Vania Sekolah...
Beberapa Teman Vania Sedang Mengobrol Sambil Bercanda ria, Mereka Tertawa Bahagia seolah olah baru lepas dari sangkar. Sementara Vania Masih Terus Terkurung Dalam Peristiwa Semalam.
Tiba Waktunya Untuk Vania turun Dari Angkot,
saat memasuki Rumah, Vania di Sugukan Dengan Suasana Rumah Yang Berbeda Dari Dia Berangkat sekolah Tadi Pagi...
Selain Ibu Dan Adik Adiknya disana juga Sudah Ada Bibi Rolin Dan Sepupunya Rani, Mereka Nampak Sibuk Membuat Persiapan Sore Nanti...
Hai Vania, Sudah Pulang ? " Tanya Rani
Iyah, Barusan " Jawab Vania
Selamat Ulang tahun yah " Ucap Rani Lagi Sambil memeluk Vania Adik sepupunya.
Makasih yah Kak Rani " Balas Vania
Ya sudah, Pergi Mandi Sana..
Badan kamu Bau asam " Ledek Rani
Ah, masa sich.!
Masih bau Parfum kok " Vania Membantah
Mulut Kak Rani Mungkin yang bau " Vania balas Ledekin Rani
Sembarangan kamu, " Rani Pura pura marah
__ADS_1
Mau Kakak hajar, Bibir kamu Vania ? Rani Dengan pura membentak,
Maaf kak, " Vania Memohon, Dia berpikir Rani Marah Benaran
Yah sudah Sana " Usir Rani
Iyah..." Vania Sambil berjalan ke Arah kamarnya
Sore Pun Tiba,
Beberapa Teman Dan Kerabat Mulai Berdatangan, Sore Itu Ada Doa Syukuran Ulang Tahun Vania Dan Oma Dari Ibunya Vania.
Doa Syukuran Yang Sangat Sederhana, Hanya di Hadiri Keluarga Dan Sahabat Terdekat.
Syukuran Yang Sederhana Namun Mengandung Makna Mendalam, Disana Banyak Doa Dan Harapan Yang di Panjatkan Oleh Keluarga Dan Para Sahabat Terdekat Vania,
Doa Untuk Vania Dan Omanya Tercinta.
Vania Berbaring Tenang Dalam Kamarnya...
Dia Masih Asyik Bermain Dalam Khayalannya,
Terus Berkhayal Dalam Dunia nya Sendiri.
Besok Nandi Pacarnya Akan Kembali Ke Kota,
Dia Masih Melanjutkan Pendidikannya DiSana. Karena sebentar Lagi Dia Akan Mengikuti Ujian Kelulusan, Maka Mau tak Mau dia Harus Kembali ke Kota.
tentu Dia butuh banyak waktu untuk belajar, Sedangkan, Dia Harus Fokus pada Pelajaran Agar Bisa Lulus Dengan Nilai Yang memuaskan.
Malam Ini Vania Enggan Bertemu ,
Padahal Tadi Nandi Sudah berpesan Pada Sepupunya Natan Yang Juga Sahabat Nandi.
__ADS_1
Dia Mengajak Vania Bertemu Sebelum Dia Pergi.
Tapi Vania Yang Keras Kepala, Bersikeras Tidak Ingin Menemui Kekasihnya Itu.
Vania Bukan Tidak Mau Bersua dengan Nandi Tapi Dia Takut Peristiwa Malam Itu Terulang Kembali.
Jujur Vania Belum Siap Menerimah Kenyataan Ini, Dia Berharap Apa yang Terjadi ini Hanyalah Mimpi Semata, Iyah Semoga ini Hanya Mimpi Buruk " Batin Vania
tapi kenyataan nya Vania Benar Benar Telah Kehilangan Kehormatannya. Tanpa Sadar Air mata Jatuh membasahi Kedua pipinya.
Air Mata Penyesalan...
Apalah Gunanya Menangisi Yang Telah Terjadi ?
Tangisan Tidak dapat Mengubah Kenyataan
Jadi Jangan lah Kau Tangisi Yang Telah Hilang
" Batin Vania Lagi.
tapi Berusahalah Untuk Memperbaikinya.
Tata lah Hidupmu Vania, Berusahalah Menjadi
Pribadi yang lebih baik lagi. " Vania Menyemangati diri sendiri
Yang Hancur Tak Akan utuh lagi
Kepingan Itu Meski kau sambungkan kembali
ia masih akan membekas.
Begitulah Kehidupan ini...
__ADS_1