KANDASNYA CINTA PERTAMA

KANDASNYA CINTA PERTAMA
06. BERTEMU UNTUK BERPISAH


__ADS_3

Vania Diam Terpaku Berdiri Di Depan Pintu Rumah...


Orang Yang Selama Ini Ia Rindukan Skarang Sudah Berada tepat di depannya.


Ingin Rasanya Ia Berlari Memeluk


Tapi Seketika Wajahnya Berubah,


teringat Akan Pertemuan Terakhir Mereka Yang Telah merenggut Hal yang paling berharga dalam hidupnya.


Van, Bisa kita bicara ? Tanya Nandi


Vania Yang Sedari Tadi Diam terpaku sontak kaget Mendengar Suara Kekasihnya itu.


Nan, Kamu Disini ? Vania balik tanya


iyah, Kita butuh Bicara Vania, Ada Hal yang Ingin aku sampaikan.


Oke, Kita ke depan saja. Biar Asik Ngobrolnya " Ajak Vania ke Teras.


Duduklah,Aku Ambilkan minum " Kata Vania yg masih berdiri.


tidak perlu Van, Aku mau bicara serius " Ujar Nandi


Duduklah " Vania mengajak Nandi Untuk Duduk.


Van, Aku Minta Maaf " Suara Nandi Dengan Nada yang sulit di artikan


Maaf untuk Apa Nan ? tanya Vania


Aku Mau bicara serius Nan, Dengarkan Aku Van ..! Kata Nandi Lembut


Van, Kamu Tau kan Aku Sangat Mencintaimu, Melebihi Cintamu padaku.


Aku Bahkan Tidak Mempermasalahkan tentang Perbedaan keyakinan kita.


Sejak Kecil kita sudah sama sama


walau awalnya Sahabatan akhirnya menjadi cinta.


sekian lama kita berjuang...


Tapi Aku Melakukan Kesalahan van,

__ADS_1


Nanti Berkata panjang lebar Dengan raut wajah sedihnya.


Aku tidak mengerti Nan," kata vania bingung.


Apa maksud Dari ucapanmu ?


bukankah Aku juga tahu hal itu ?


Tanya vani bertubi Tubi


Van, Maafkan Aku...Bulan Depan Aku Akan menikah. " suara Nandi yang Hampir tidak terdengar oleh vania.


Nan, Apa Maksudmu ? Tanya Vania mulai mengeras


Vania sayang...Maafkan A"


Katakan sekali lagi, Aku tidak dengar yang tadi kamu Bilang " Air mata Vani Sudah Menderas


bukan Berarti Vania tidak Mendengar,


tapi Gadis Itu Hanya ingin Memastikan


apa yang dia dengar Memang Nyata adanya.


Nandi Kamu dengar aku ?


aku bilang Katakan sekali lagi Ucapan kamu Yang Tadi, Aku tidak mendengarnya " Vania sudah Kacau.


Maafkan Aku Vania, Say.."


Stop Nandi" Potong Vania


Pergi...Aku bilang Pergi " Usir Vania Kepada Nandi Yang Masih Berdiri Diam Bagai patung.


Bagaimana kamu bisa Melakukan Semua ini Padaku, " Tangis Vania mulai kencang


sementara Nandi Diam Membisu


Aku Telah Menyerahkan Semuanya Padamu, Tapi Apa semua ini...


Apakah Hanya karena keyakinanku ?


Tanya Vania yang mulai mendekati Nandi

__ADS_1


di genggamnya Tangan Nandi, Aku Ingin Kamu Jujur, Apa karena keyakinan kita yang berbeda ?


tidak, Sayang.." Sahut Nandi


jangan Panggil Aku sayang, Kamu dengar Jangan panggil aku sayang " Bentak Vania


Kalo Begitu Karena Apa ? Tanya Vania Pelan, Vania lebih mendekati Nandi Dengan Lembut Ia Mengelus Pipi Nandi


Katakan Dengan Benar, Apa Salahku, Apa Kesalahanku Nandi ? Air mata vania tak bisa di bendung lagi.


Nandi Semakin Merasa Bersalah


Vania..." Suara Nandi terdengar Serak.


Nandi, Apa Hanya karena Kita Berbeda keyakinan sampai kau mau meninggalkan aku ?


Jika Memang begitu, Kenapa Kau Memintaku Membuktikan Ketulusan Cinta dengan menyerahkan kehormatanku ?


katakan Nandi,..Katakan kalau semua itu Benar " Terlihat Kondisi Vania Semakin Menyedihkan, Seperti Orang putus asa


Rambutnya yang Sudah acak acakan.


Vania,. Bukan seperti Itu " Ucap Nandi


Wanita itu sedang mengandung Anakku " Lanjut Nandi Lagi.


Vania Menatap Nandi Dengan Mata Yang Tak Berkedip


Jadi Selama Ini Selain Denganku, Kamu..? Vania semakin menggila.


Lama Keduanya Terdiam Membisu,


Vania.." panggil Nandi Dalam Kesunyian Malam


Tanpa Menoleh Dan Tanpa Menjawab Kekasihnya itu Atau yang sebentar lagu menjadi Mantan, Vania Beranjak Dari Tempat Ia Berdiri Tadi.


Perlahan Ia Berjalan Masuk Ke Dalam Rumah.


Perasaannya Kacau Sama seperti Penampilanya saat ini.


Entah Apa yang Terjadi Besok, Dia Sendiri Tidak Tahu Lagi Harus Berbuat Apa Kedepannya.


Vania Berharap Semua ini Hanya Mimpi,

__ADS_1


Dia Ingin Tidur Malam ini dan Besok Nanti Dia mau Bangun tanpa Mengingat Apa yang sudah terjadi Skarang.


__ADS_2