
Hari Berlalu Begitu Cepat...
Tak Terasa Ujian Kenaikan Kelas Telah Selesai, Vania Pun Naik Kelas Dengan Nilai Memuaskan.
Vania Gadis Yang Memiliki Tinggi 160 Dengan Berat Ideal, Termasuk Gadis Pintar di Kelasnya, Dia Pun Selalu Ikut Dalam Kegiatan Sekolah Karena Sejak Kelas 1 SMA Vania Sudah Masuk Dalam Organisasi Osis.
Selain Itu, Sejak Kelas 2 SMP Vania Sudah Menjadi Seorang Atlet Silat.
Vania Sering Ikut Lamba Atau Turnamen baik Mewakili sekolah Maupun Mewakili Kotanya.
Vania Juga Merupakan Salah Satu Atlet Voll ball dan Taqraw. Tubuh Tingginya Sangat Mendukung Ia Dalam Bidang Olahraga. Vania Selalu Mendapat Juara setiap Kali Bertanding Walau Kadang kala Pernah Juga Mengalami Kekalahan
Menang atau kalah adalah Hal yang Wajar dalam Pertandingan.
Saat Menang Vania tidak Menjadi Sombong Dan Saat Kalah Dia Menerimahnya Dengan Lapang Dada.
Dan Disinilah Vania berada Skarang, Di Lapangan Voll ball tempat Dia Dan Teman Temannya Berlatih setiap sore.
Vania,." Panggil Nova
Nova adalah Kapten Mereka...
yah, hai Nova " Sahut Vania
Besok kita Lawan Ibu Bayangkari " Kata Nova.
Ah, yang benar kamu " Vania kurang yakin.
Benar, Van. tuh baca suratnya " Nova memberikan secerik kertas
oh iyah, Benar " Vania sambil membaca surat Dari Tangan Nova.
Okelah," Vania menyanggupi
mereka pun tersenyum
Latihan pun berakhir setelah mendengar Suara Azan Di Masdjid.
__ADS_1
Vania Melangkahkan Kakinya Menuju Halte, Lama Ia Menunggu Angkot tapi setelah menunggu 2 Jam Belum ada tanda tanda akan datangnya Angkot.
Vania Mulai Putus asa
Mana bisa aku jalan kaki sejauh 13 kilometer, Bisa mati aku belum lagi harus melewati Jalan yang tak berpenghuni" Batin Vania
Tidak mungkin juga aku tidur di halte ini, Nanti aku di sangka orang stres " Batin Vania lagi
lama menunggu...
3 jam... 3 Stengah Jam...4 Jam
Jam sudah menunjukan Pukul 9 Malam.
di tengah keputus asaannya Tiba Tiba Sebuah Angkot Berhenti.
Dalam angkot itu tidak ada siapa siapa kecuali Supir angkot sendiri.
Mau pulang Van ? tanya Romi Sang supir
Iyah Kak Rom," Jawab Vania
Romi Adalah Seorang Pemuda Yang Baik, Vania mengenalnya Sejak Awal masuk SMA,
Maaf kak, apa tidak merepotkan ? Tanya vania dengan Nada Lembut
Ah, Tidak Dong ! Jawab Romi
Ayo, Masuk " Ajak Romi Sambil membuka Pintu Depan Mobil.
duduk di depan saja" Kata Romi Lagi
Baiklah " Vania Mengiyakan
Mobil pun berjalan...
Vania, Kenapa Malam Begini masih di halte ? Tanya Romi
__ADS_1
oh itu, Aku Tadi Latihan di sekolah.
Oh gitu. hem Kamu Pasti Tidak punya pacar " Tebak Romi
Kenapa Kak Romi Bilang begitu ? Tanya Vania
Karena kalo kamu punya pacar Pasti Di Antar Pulang Sama Pacar kamu " Romi tersenyum Yakin
Sepertinya Kak Romi salah " Ucap Vania Tersenyum
senyuman kamu manis " Kata Romi Menghiraukan Ucapan Vania.
Vania.." Panggil Romi
iyah kak" Sahut Vania
Sebenarnya Aku sudah lama suka sama kamu
Vania Terperanjat, Kaget.
Tapi Romi Malah Tersenyum Melihat Raut Wajah Vania.
Vania, kamu Mau..." Belum Selesai Romi Berkata
Maaf Kak, Rumah Aku di Depan " Vania menunjuk Arah Rumahnya.
Vania..." Suara Romi lagi
Kak, Terimakasih Sudah mengantar Aku " Potong Vania.
Lain Kali kita bicara lagi yah " Kata Romi
Aku tidak janji kak " Balas Vania.
Vania pun Masuk Ke Dalam Rumah Sementara Romi Sudah melajukan Kenderaannya.
Cinta datang Kepada siapa saja
__ADS_1
Ia Tak Mengenal Harta, Kedudukan Maupun Usia...
Bahkan Kepada mereka yang sudah memiliki Pasangan Masih bisa tergoda Oleh cinta Lain