
ken dan ria sangat senang bisa melihat sang anak tumbuh sehat dan pintar..
walaupun bian baru berusia 2 tahun bicaranya sudah jelas sekali bahkan watak nya ken pun tak luput dari kepribadian bian
sikapnya yang lucu dan imut dimata orang tua bisa berubah drastis menjadi dingin dan angkuh saat bersama orang lain..
bagi orang lain menganggap bian bukan seperti anak 2 tahun .. sikapnya yang terlalu dewasa selalu membuat ria was was ..
kemaren saat ken dan ria sedang mengobrol tiba tiba adam menelfon..
adam memberi tahu ken agar selalu mengawasi azka agar tidak mendekati zahra lagi..
ken hari ini membuat janji bertemu dengan azka..
mereka bertemu di sebuah cafe
azka sudah lebih dulu sampai beberapa menit kemudian ken sampai dan menghampiri azka
"apa kamu yang bernama azka" ucap ken
"iya benar .. kamu ken kan kakaknya zahra"ucap azka
"nggak usah banyak basa basi.. jauhi zahra jangan pernah kau ganggu kehidupannya lagi" ancam ken
"tapi ken saya cuma ingin bertemu dengan putriku dan meminta maaf pada zahra" ucap azka memohon
"dia bukan putrimu.. jauhi dia dan zahra tidak butuh kata kata maaf darimu" ucap ken
"saya benar benar minta maaf ken.. saya melakukan itu atas perintah kakakku" ucap azka
"siapa kakakmu " tanya ken
"kakakku bernama endang "ucap azka
"wanita jalang itu lagi.. beraninya dia menghancurkan keluargaku.. beritahu aku dimana dia sekarang "ucap ken marah
__ADS_1
"kakak.. kakak sudah meninggal kecelakaan" ucap azka tertunduk sedih
"baguslah itu hukuman buat perempuan jahat dia pantas mati" ucap ken
"saya minta maaf atas nama kakakku dan ijinkan aku menemui zahra.."ucap azka
"aku tidak akan pernah mengijinkanmu untuk menemui zahra lagi "ucap ken meninggalkan azka sendiri
azka pun memilih pergi juga
ia pergi ketempat kemaren dia bertemu zahra
sesampainya disana ia terus menatap rumah itu
vino yang baru saja pulang kerja pun menghampirinya
"hei mas ketemu lagi" ucap vino ramah
"ehh iya mas" ucap azka gugup
"nggak usah mas terima kasih"tolak azka
"nggak papa mari masuk" ajak vino
vino pun mengetuk pintu sedangkan azka berdiri dibelakang vino
tokkk..tokkk..
"eh mas sudah pulang"sambut zahra sembari mencium tangan vino
"iya nih kerjaan kantor nggak begitu banyak jadi aku pulang cepat.." ucap vino
"oh yasudah aku buatkan kopi dulu ya mas"ucap zahra sembari menuju dapur
"ayahhhhh... "sambut syifa berlari memeluk vino
__ADS_1
"anak ayah mmmuuachhh" ucap vino sembari menggendong dan mencium kening syifa
"yah tu ciapa temen ayah" ucap syifa
"hai sayang aku om azka "sapa azka ramah
"aku syifa om.. om ganteng ya tapi masih gantengan ayah syifa "ucap syifa polos
"mari duduk azka nggak perlu sungkan" ajak vino
"iya terima kasih" ucap azka
mereka pun duduk bersama diruang tamu
beberapa saat kemudian zahra kembali dengan membawa secangkir kopi
tapi betapa terkejutnya zahra melihat azka
"ngapain kamu disini PERGI !!!! " UCAp zahra menangis
zahra langsung menyuruh syifa masuk kamar
"ada apa sayang kenapa kamu nangis" ucap vino
"usir dia aku nggak mauliat dia disini"ucap zahra
"zahra aku benar benar minta maaf aku sudah meninggalkanmu waktu itu" ucap azka menunduk bersalah
"aku nggak butu maafmu PERGIII SEKARANG!!!! "UCAP zahra marah dan menangis
azka pun memutuskan untuk pergi
"kenapa kamu bawa dia kesini mas ... dia itu jahat"ucap zahra menangis dipelukan vino
############
__ADS_1
salam hangat dari aku BLUESKY😇😇