
Ivayna tersenyum kaku dia berpikir alasan apa yg cocok untuk putra mahkota yg menyebalkan ini.
"kalau tidak ada yg ingin kau lakukan cepat pergi dari sini" tinta rain
"lalu kamu mau pergi kemana?"tanya ivayna
"mengurus monster tersebut "jawab rain
"aku mau ikut"ucap ivayna
"tidak boleh jika kau terluka siapa yang akan disusahkan "jawab rain
"aku bisa membantumu"ucap ivayna
rain melirik ivayna
"baiklah tapi jangan sampai kamu dalam bahaya "ucap rain
"siap"balas ivayna senang seraya mengikuti Rain dari belakang
Rain menyerang monster tersebut dgn pedang miliknya tanpa butuh waktu lama ia sudah mengalahkan monster tersebut dan menghancurkan berkeping-keping
"pedang legendaris Murry,aku dengar pedang tersebut kembar"gumam ivayna
"kau sama sekali tidak terkejut ya"ucap rain yg tengah memudarkan energi hitam disekitar mereka
"em.. monster tersebut dikendalikan oleh sihir hitam bukan"ucap ivayna
__ADS_1
"hm..kau benar"balas rain
"seperti pemilik sihir ini bukan tingkat tinggi karena dia dapat dikalahkan dgn mudah"ucap ivayna
"bukan tapi ini energi yg diberikan secara buru buru"balas ivayna
Mereka saling menatap setelah terdiam beberapa detik karena memikirkan sesuatu
"jika terburu buru maka dia takut jika akan ketahuan jadi dia masih punya niat lain"
"tapi kalau dia menyalurkan energinya secara buru buru maka dia takut jika ada yg menyadarinya "
"dgn kata lain pelakunya masih bersembunyi di akademi ini" ucap ivayna dan rain bersamaan setelah selesai menyimpulkan pemikiran mereka
"pelakunya menyalurkan energi secara diam diam tapi juga terburu buru karena dia takut akan ada yg menyadarinya jika dia pengguna sihir hitam tingkat tinggi dia bisa saja langsung memutuskan aliran sihir agar tidak dilacak tapi masalahnya yg berada di arena ada para pangeran yg tidak terduga jadi demi tetap menjalankan rencananya dia melakukan buru buru "
...****************...
"profesor Ariana penjara monster telah dibobol "lapor salah seorang pria
"apaa!??"kejut Ariana
"aku akan kesana,beberapa penyihir tingkat tinggi juga ikutlah sisanya jaga para murid" tinta Ariana
"tuan putri Ariana kami akan ikut "ucap alvas mengajukan diri
Ariana menatap mereka
__ADS_1
"baiklah akan tetapi hanya alvas dan Reynolds sisanya saya mohon lindungi keselamatan murid murid yg lain"ucap Ariana yg dianguki oleh mereka
penjara bawah Tanah.....
"sedikit lagi"ucap seseorang yg tengah mencoba membuka segel
"sepertinya mereka benar-benar berada disini"ucap rain
"payah benarkan apa yg aku bilang, senior kau berutang padaku"balas ivayna
"kamu hanya berutung karena mengucapkan beberapa kata terlebih dahulu "cetus rain
"senior akui kekalahan dan jangan sombong" balas ivayna
para penyihir hitam mulai menyerang rain dan ivayna sedangkan seseorang penyihir hitam masih berusaha menyelesaikan pembukaan segel yg sedang ia lakukan.
Berbeda dgn rain yg melawan mereka dgn serius ivayna justrul tidak melawan dan mempermainkan mereka dgn terus menghindar serangan mereka ia menganggap bahwa ia tengah bermain kejar-kejaran.
"oi gadis serius lah"ucap rain
"siapa yg kamu sebut gadis aku punya nama" ucap ivayna
"aku hanya berpikir nama apa yg dipikirkan oleh keluargamu saat memberikan nama tersebut ,karena sama sekali tidak cocok" ucap rain mengejek
"hmm..namamu lebih tidak sesuai "cetus ivayna kesal
...Rain melemparkan pedang kearah ivayna......
__ADS_1
...****************...