
rain melemparkan pedang kearah ivayna membuat ivayna
'bung'
"oi gadis lihat kemana matamu"ucap rain yg lalu menarik kembali pedang yg tadi ia lemparkan untuk menyerang seorang penyihir yg akan menyerang ivayna dari belakang.
"sudah aku bilang aku punya nama berdebah" teriak ivayna kesal seraya menyerang seorang penyihir dgn kekuatan api yg dapat langsung membuat penyihir itu menjadi debu
"kau hebat juga"ucap rain memuji sekaligus mengejeknya
"senior juga harap fokus"ucap ivayna sembari menyerang penyihir yg hendak menyerang rain
"baiklah kita impas "ucap rain
"senior salah jika ingin saya berhutang pada senior" ucap ivayna
"mungkin kau sedang berutung "balas Rain dgn senyuman mempunyai maksud tersendiri
'ctar' segel tersebut berhasil dipecahkan oleh penyihir tersebut
"sial "umpat Rain
"oi gadis menjauhlah dari sini sedikit " perintah rain
"???" ivayna memiringkan kepala tanda tak paham apa yg diperintahkan oleh rain
"bodoh" umpat Rain yg menarik ivayna ke pelukannya
"ignis interitus" ucap rain yg menyerang penyihir hitam tersebut
"cih"decik penyihir tersebut yg menghilang dgn tangan yg telah terbakar karena Rain
"sial"umpat Rain dalam hati karena penyihir tersebut membawa salah satu gulungan.
__ADS_1
Akademi bangsawan trace ini dibangun oleh lima pahlawan terkenal Akademi yg menjadi pusat pembelajaran para bangsawan
Sekaligus tempat penyimpanan buku terlarang yg disimpan jauh dibawah penjara yg sengaja dipenuhi oleh monster
berharap tidak akan ada yg mendekati penjara tersebut tapi siapa sangka ada yg mengetahui keberadaan buku terlarang tersebut....
"kenapa wajahmu seperti itu?"tanya ivayna
"tidak " balas rain dingin
ivayna menatap heran
"kalian.....baik baik saja?" tanya seorang yg tiba tiba datang
"ouh.. profesor Ariana "ucap ivayna melambaikan tangan kpd Ariana
"oi kamu mau dihukum"bisik Rain karena merasa aneh kepada ivayna
"kenapa...?"tanya ivayna yg Sama sekali tidak mengerti apa yg dimaksud oleh rain
"kalian tidak terluka"tanya Ariana
"profesor apa kau tidak lihat kami sangat baik" ucap ivayna tersenyum lebar
"ah...kalau begitu "
...****************...
"profesor kenapa aku harus dihukum?"tanya ivayna sembari menghentak hentakan kaki
"ivayna tidak mematuhi perintah tidak berlatih dgn senior yg telah ditetapkan membahayakan diri dgn menyerang Monster yg tengah kehilangan kendali
ini cukup jelas untuk alasan kenapa dirimu dihukum "jelas Stella profesor yg bertanggung jawab menghukum murid yang melanggar peraturan
__ADS_1
"lalu kenapa senior rain tidak dihukum?"timpal ivayna yg tidak terima karena dia sendiri yg harus menghadapi hukuman
"pangeran rain dia membantu mengalahkan monster dan tetap melapor bahwa dia hadir untuk melatih juniornya"ucap Stella
"hah...apa profesor bercanda "ucap ivayna tidak percaya
"tidak "balasannya singkat dan berlalu pergi
"ini sungguh tidak adil bukan "gumam ivayna
"gadis yg menarik "ucap seorang yg memandang dari kejauhan
...****************...
malam telah menyelimuti akademi memunculkan satu persatu cahaya diarea akademi dan asrama.
" dimana rain?"tanya alvas yg baru menyadari bahwa tidak ada tanda keberadaannya
"entahlah"jawab Kenneth
*disisi lain *
Seorang remaja lelaki Tengah berjalan menatap langit menyusuri taman lalu berhenti saat menatap seorang gadis yg tengah diikat di sebuah tiang hukuman
"dia terlihat tenang"ucap rain memperhatikan
"tuan apa sekarang itu penting "ucap seven mengeritik pertanyaan rain
"aku hanya bertanya "jawab rain yg segera melanjutkan langkahnya
'seven apa menurutmu tuan menyukainya " tanya cinis hewan roh lain milik rain
"tidak tau"jawab seven tidak mempedulikan
__ADS_1
cinis menatap seven datar dia paham betul kalau tidak ada gunanya bertanya kepada makhluk satu ini.
...****************...