
Di lain tempat pratama telah menyelesaikan urusan bisnis nya,ia harus melanjut kan mencari tahu tentang alika selama ada di australia.dia menyuruh orang untuk menyelidiki dan mencari informasi namun sayang nya tama terlambat karena alika sudah resmi menjadi istri firman.
Setelah mendapat kan informasi tentang alika ,tama sangat marah dan kecewa.dia segera menemui alika karena sudah mendapatkan alamat nya.tama langsung mendatangi tempat alika yang tak jauh dari tempat tinggal tama saat ini.
Saat sampai di tempat alika,ia melihat bahwa rumah nya terlihat sepi.dia turun dari mobil dan menuju rumah alika.tok...tok...tok...tama mengetuk pintu rumah alika.kemudian terbuka lah ia melihat bahwa alika yang di hadapan nya.
Alika"kamu,,,,ngapain ke mari"
Tama"aku mau bicara sama kamu"
Alika"maaf suami ku tak ada kita bicara di luar saja"
Tama"apa kamu takut aku macam macam"
Alika"silahkan kita bicara"
Tama"Al aku mohon kembali lah pada ku,aku janji akan membahagia kan diri mu"
Alika"maaf tama jangan ungkit masa lalu,kita sudah tak punya hubungan dan aku sudah menjadi istri orang,tolong jangan ganggu kehidupan ku"
Tama"baik lah aku akan pergi tapi aku ingin jawaban anak siapa yang kau kandung itu"
Alika"untuk apa kau ingin tau suami ku adalah firman jelas ini adalah anak nya"
Tama"kau bohong Al apa kamu pikir aku gak tau soal kehamilan mu dia adalah anak ku dan firman telah menutupi dengan menikahi mu kan"
Alika"pergilah dari sini sebentar lagi suami ku pulang aku tak ingin dia salah paham"
Tama"biar kan aku ingin bicara dengan suami mu"
Alika"jangan gila kamu apa mau mu cepat lah kau pergi tama"
Tama tak menggubris omongan alika dia masih tetap duduk dengan santai,namun alika terlihat cemas karena sebentar lagi firman akan segera pulang.tama senang melihat ekspresi wajah alika yang ketakutan dia semakin menggoda alika.dia mendekati dan memegang dagu alika dia mencium bibir merah alika.namun alika berusaha menolak dan menepis tangan tama tapi tama hanya tersenyum atas tindakan alika.dia kembali mencium paksa alika dengan kasar dan mendorong alika ke dinding ia terus melumat bibir alika.plaakkk...bunyi tamparan yang mendarat ke wajah tama.
Alika"kurang ajar sekali kau tama"
Tama"kenapa apa kau sekarang lebih suka di cium firman dari pada aku"
Alika"kau memang benar benar tidak waras cepat pergi kalau tidak,,,,"
Tama"kalau tidak apa sayang apa kau akan menyerah kan dirimu untuk ku atau kau akan meminta ku melakukan nya seperti dulu"
Alika"hentikan omong kosong mu"
Alika menetes kan air mata nya ia hendak masuk ke dalam rumah namun tiba tiba sebuah mobil memasuki halaman rumah.ternyata itu mobil firman yang pulang dari rumah sakit firman terkejut melihat kedatangan tama,ia segera menghampiri nya.
Alika"mas kamu sudah pulang"
Tama"hay dokter firman maaf aku sudah mengganggu istri mu yang cantik ini"
__ADS_1
Alika"diam kamu dasar tidak waras"
Firman"masuklah,,, apa yang kau ingin kan"
Tama"pekah sekali kau dengan kedatangan ku kesini"
Firman"jangan berteleh teleh mulai lah bicara"
Alika"mas jangan hiraukan dia biar kan dia pergi aku tak ingin dia menggaggu kita"
Tama"haha...sayang ku alika jangan takut aku tak akan mengganggu mu"
Firman"masuklah kekamar biar aku bicara dengan nya"
Alika"baik mas aku menunggu mu di dalam"
Tama"wah wah romantis banget memang sih alika bikin laki laki bisa jadi gila"
Firman"aku ingin kau cepat bicara"
Tama"aku ingin kau kembali kan alika pada ku karena dia milik ku dan bayi itu juga darah daging ku"
Firman"haha,,,,apa kau tidak sadar atas kesalahan mu karena kamu dia menderita dan karena kamu dia menanggung aib"
Tama"jangan ngomong sembarangan aku memang tak tahu alasan alika meninggal kan ku tapi asal kau ingat aku tak pernah meninggal kan nya dan menyakiti nya karena aku mencintai nya"
Firman" aku akan nyerah buat dapetin alika apapun akan aku lakukan cara nya"
Firman merasa kesal dia memukul tama dan tama pun membalas pukulan firman mereka berkelahi,namun alika mendengar keributan itu dia langsung menghampiri nya.
Alika"hentikan kalian jangan ribut,,,tama dengar kan aku pergilah dari sini"
Firman"biar kan aku menghajar nya dia berani nya ingin mengambil mu dari ku"
Tama"hei,,,kau yang merebut nya dari ku"
Alika"cukuuup,,,,tama asal kau tau aku sudah meninggal kan mu dan ini semua karena ayah mu yang tak mau menerima ku apa kamu tau dia mengancam adik adik ku dan apa kamu tau apa arti adik ku dalam hidup ku apa kau ingat saat aku berpesan pada mu sebelum melamar ku,,,aku mohon tama hentikan kau mengejar ku aku ingin hidup bahagia dan aku sudah menemukan orang yang ku cintai,,,iya ini adalah anak mu aku mengandung setelah meninggal kan mu karena aku menyayangi adik ku dan tak ingin mereka kenapa napa jadi aku memilih meninggalkan diri mu.dan aku harap kamu mengerti biar kan aku bahagia aku janji tak akan memisah kan kamu dan anak mu jika kau ingin mengambil nya dariku maka bawalah dia setelah lahir tapi tolong lepas kan aku"
Firman"sayang jangan lakukan ini aku bersedia jadi ayah nya aku tak ingin kamu berpisah dari anak mu"
Alika"mas aku tak ingin kau menderita karena diriku biar kan dia membawa anak nya kau masih bisa punya anak dari ku"
Tama"maaf kan aku Al aku tidak tau semua itu aku memang bodoh,,,baiklah aku tidak akan mengganggu kalian asal kamu bisa bahagia dan jagalah anak kita Al jangan larang aku jika ingin menemui nya sekali lagi maaf kan aku Al sudah membuat mu menderita aku akan pergi dari sini tapi biarkan aku memeluk mu yang terakhir kali"
Dengan permintaan tama yang aneh alika tak berani memutuskan karena dia sudah menjadi istri firman.namun firman menganggukan kepala nya yang memberi arti mengijinkan alika memeluk tama.alika pun mendekat kan diri nya pada tama dan tama segera memeluk alika dia pun meneteskan air mata kesedihan karena kehilangan alika.di suana yang mengharukan tiba tiba alika merintih kesakitan.aaaawwh...dia merakan sakit pada perut nya.
Alika"mas perut ku sakit"
Tama"al kamu kenapa"
__ADS_1
Firman"sayang kamu akan melahirkan ayo kerumah sakit"
Mereka segera membawa alika kerumah sakit,mereka menaiki mobil tama.di dalam mobil alika teriak kesakitan namun firman memeluk dan memegan tangan alika untuk memberi semangat.tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit,firman dan tama membopong alika mereka segera memanggil perawat.alika pun segera di bawa masuk keruang bersalin namun kandungan alika bermasalah ia harus segera di operasi.dan dokter firman lah yang menjadi dokter kandungan alika.tama sangat cemas dan panik melihat keadaan alika.
Firman"jangan cemas aku akan berusaha semaksimal mungkin"
Tama"selamat kan alika dan bayi nya,,,aku janji akan membiarkan kalian bahagia setelah ini"
Firman pun segera masuk ke ruang oprasi dan memulai oprasi nya.tak lama kemudian,,oek...eok...eok...suara tangisan bayi yang terdengar dari ruang operasi.firman pun keluar dari ruang oprasi dengan cepat tama menghampiri nya.
Tama"bagaimana oprasi nya"
Firman"berjalan baik dan anak mu cwok"
Tama"keadaan alika gimana"
Firman"dia baik cuma masih butuh memulihkan tubuh nya jangan cemas"
Tama"makasih dokter firman kau selamat kan mereka"
Firman"ini sudah kewajiban ku lagi pula dia istri dan calon anak ku,,,aku permisi sebentar"
Tama yang masih menunggu di depan ruang oprasi dan melihat perawat membawa bayi yang sedang berjalan ke ruang bayi,,dan di belakang nya ia melihat alika sedang di bawa perawat ke ruang perawatan.tama pun mengikuti nya ia mendampingi alika dan memegang tangan alika sambil bergumam.
"kenapa ini terjadi padaku aku punya ayah yang kejam dan tega memisahkan aku dan orang yang ku cintai al aku relakan kamu hidup bahagia dengan suami mu"
Tak lama kemudian alika tersadar dan melihat tama sedang menangis di sisi nya,ia mengarah ke semua sudut namun tak melihat firman.dan tama mengerti dengan sikap alika
Tama"tenang lah firman masih membersihkan diri karena habis mengoprasi mu tadi"
Alika"dimana anak ku"
Tama"suster masih merawat nya"
Firman"sayang kamu sudah sadar"
Alika"mas mana anak ku dia tak apapa kan"
Firman"dia sangat baik sayang kamu jangan khwatir anak mu cwok yang tampan oh ya kamu sudah siapkan nama untuk nya"
Alika"biar tama yang memberi nama karena dia juga anak nya"
Tama"maaf aku tak berhak atas itu semua biar kamu saja yang menamainya"
Firman"hey,,,,jika kalian ribut biar aku yang kasih nama ALVIANSYAH PRATAMA gimana menurut kalian"
Alika"mas nama yang bagus terma kasih sayang,,,,muach,,,,"
Tama yang melihat alika sangat senang ia segara ingin pergi dan melepas alika agar hidup bahagia bersama firman.tama pun keluar dari ruang alika ia menuju ruang bayi dan melihat anak nya yang lucu.dia meneteskan air mata kebahagian karena meskipun terpisah dengan alika namun masih ada hubungan yang kuat sehingga tak bisa jauh dari alika.setidak nya tak bisa memiliki alika namun masih bisa melihat wajah alika.setelah itu dia memutus kan kembali ke indonesia untuk mengurus perusahaan nya.
__ADS_1