
naomi berjalan di sebuah mall yang megah, rambutnya di ikat dua, dengan tingginya yang hanya 149 maka orang akan mengira dirinya adalah anak sma
saat tengah asik berjalan jalan, tubuhnya di tabrak oleh pria asing, yang membuat dirinya jatuh,
"heh! pake mata dong!" tegur naomi sambil mendirikan tubuhnya sendiri
"kamu yang pake mata! dasar anak kecil!" tidak terima di tegur, pria itu malah menyolot
"anak kecil kau bilang?!, aku ini sudah berusia dua puluh tiga tahun ya!! jaga mulutmu" naomi adalah gadis yang tak pernah suka di panggil sebagai anak kecil
"kenapa kau sangat pendek? bahkan sudah memakai sepatu saja kau masih selenganku" ejek samuel
ya yang menabrak naomi adalah samuel, mafia yang memiliki aset dimana mana, bahkan mall tersebut adalah miliknya, samuel di kenal sebagai orang yang tidak suka di tegur, apalagi di marahi
dan samuel berbicara banyak adalah sebuah kejadian langka bagi kaum hawa yang menggilainya
"Fu*ck" umpat naomi lalu segera pergi dengan membawa perasaan dongkol
-rumah naomi
"ada apa mukamu di tekuk?" tanya mama nataly
"tadi masak ada om om nabrak omi tapi gak mau ngaku!" adu naomi
"omi... seharusnya omi duluan yang minta maaf" tegur mama nataly
"untuk apa omi duluan minta maaf?" tanya omi
"jika omi gak menemukan orang baik.. jadilah orang baik tersebut" ucap mama nataly menasehati omi kembali
"benar kata mamamu" kompor papa jordan
"iya maa" akhirnya naomi tidak mau berdebat kembali
"oh ya nanti ada teman mama and papa mau datang, sekalian mau lihat kamu" ucap papa jordan baru teringat
"Kok mau lihat aku?" tanya naomi
"ya karena kawan papamu itu pernah datang saat kamu kecil, bahkan pernah mengurusmu" jawab mama nataly
akhirnya naomi segera pergi ke kamarnya untuk bersiap, sedangkan selama ia bersiap siap mama nataly dan papa jordan terus tersenyum menatap kamar putrinya yang berada di lantai dua
"akhirnya, naomi ada di waktu yang tepat" ucap mama nataly
"semoga dia mau menerimanya" penuh harap papa jordan
-jam tujuh malam
kawan mama nataly dan papa jordan sudah datang dengan anaknya
__ADS_1
"dimana naomi?" tanya david
"sebentar saya panggilkan" ucap mama nataly, mama nataly segera pergi ke kamar putrinya yang berada di lantai dua
setelah mengetuk tiga kali, nataly di izinkan masuk, ternyata naomi baru selesai sholat
"ya ma?" tanya naomi
"ayo ke bawah, teman mama sudah datang" ajak mama nataly, naomi memakai kacamatanya sebelum turun
sebenarnya naomi memang harus memakai kacamata, tapi dirinya selalu memakai softlens agar bisa melihat tanpa kaca mata
naomi dan nataly sudah berada di ruang tamu, alangkah kagetnya naomi ketika melihat samuel
ternyata samuel adalah anak dari david and mellisa, samuel juga terkaget jika naomi adalah anak dari nataly dan jordan
"kami ingin menjodohkan kalian" ucap mama mellisa to the point
"tapi tante..." ingin rasanya naomi menolak
"ma! aku sudah punya pacar! namanya freya!" tolak samuel mentah mentah
"dengar apa kata mama!" bentak mama mellisa garang
"tante ingin kamu tinggal di rumah tante selama dua hari, agar pengenalan dengan samuel.. setelah dua hari kamu boleh pulang dan dua minggu setelahnya kalian akan menikah" lanjut mama mellisa
"baiklah jika hanya dua hari" naomi menyetujuinya
"kamu tidur di kamar samping samuel" ucap mama mellisa
"baik tan" pertanda naomi mengerti
akhirnya naomi di antar ke lantai tiga di mana kamarnya berada, saat berada di kamarnya, wangi bunga tulip langsung tercium, ini adalah bunga yang paling di sukai naomi, sedangkan samuel alergi dengan bunga tulip
naomi mengistirahatkan tubuhnya di atas kasur yang empuk, tak lama naomi tertidur
serasa baru saja tertidur, naomi mendengar suara ketikan keyboard, naomi segera duduk dan memakai kaca matanya, ternyata samuel
"bisakah kau tidak bekerj..." naomi menghentikan perkataannya setelah sadar bahwa ini bukan kamar yang ia tempati tadi
"ya aku yang menggendongmu" jawab samuel walau tidak ada yang bertanya kepadanya, gila kan? emang.
"ck. untuk apa?" tanya naomi
"agar bisa..." samuel mendekatkan dirinya ke badan naomi, yang membuat naomi menjadi tertidur di tempat tidur
"heh! cabut!" bentak naomi, samuel berdiri dan menarik tangan naomi dengan kasar, menarik naomi untuk duduk di kasur
"kau akan menjadi bos di perusahaan cranberry, itu adalah caffe dan sudah menjadi milikmu" ucap samuel
__ADS_1
"tapi ingat....aku bisa saja membuatnya bangkrut, besok kau mulai bekerja, penganggur" ejek samuel
naomi menatap samuel dengan tajam, seperti pertanda musuh
"jika kau tidak tau. aku bisa membunuh kekasih mu" ucap naomi enteng, naomi segera pergi ke luar, ternyata ada freya, ini saatnya bagi naomi
samuel juga ikut keluar, takut akan terjadi apa apa dengan kekasihnya, ternyata benar
freya sudah terjatuh di lantai dengan kepala yang berdarah, naomi terlihat masuk ke dalam lift
-lantai satu
"omi... apakah omi mencintai sam?" tanya mama mellisa
"tidak Tante, omi hanya tidak suka jika di ejek, itu adalah pelajaran buat om sam" jawab naomi lalu segera pergi dengan tampang dingin, kacamata naomi ketinggalan.
-rumah pribadi omi
naomi berada di rumah pribadinya, banyak sekali tawanan di rumah itu yang menjadi pembantu, bukan wanita, melainkan pria.
"tidak bisakah kalian menyapu dengan benar?!" teriak naomi ke salah satu pria
"aku menahan kalian untuk membersihkan ini!, jika tidak bersih maka jangan harap akan keluar dari mansion ini" ucap naomi, para pria sadar jika naomi tidak memakai kacamata maka emosinya akan naik
tapi jika naomi memakai kacamata, akan menampakkan wanita imut dan lemah lembut, serta mata dengan tatapan yang hangat yang akan di perlihatkan, suara lembut yang akan di dengar oleh mereka
para pria mulai bekerja dengan benar, naomi memakan hidangan yang baru saja di sajikan, setelah memakan satu sendok
naomi memuntahkan makanannya dan melemparnya piringnya ke depan pintu masuk
"tidak bisa masak ya?! buta rasakah?! ini terlalu asin! cepat panggil chef-nya kedepan mataku!!" teriak naomi penuh amarah
sesuai perintah chef di bawa ke hadapan naomi, naomi meletakkan kakinya di bahu chef tersebut
"tidak bisa masak?" tanya naomi pelan, lalu menendang kepala chef tersebut, darah.... kepalanya chef tersebut keluar darah.
"obati dia! naomi! apa yang kau lakukan?!" bukan orang tua naomi yang datang, melainkan samuel yang mencari keberadaan naomi
"Sam?" tanya naomi melihat ke arah pintu masuk, chef naomi di bawa oleh pengawal samuel
"ini tidak benar!" teriak samuel
"siapa kau? kau bukan siapa siapaku." tanya naomi lalu segera pergi dari tempatnya
"ada apa denganmu? bukankah kau gadis yang lembut?" tanya samuel keheranan
"aku bukan gadis bodoh. dendam dirimu di masa sekolah akan kau balaskan bukan? aku tidak akan membiarkannya. hanya karena aku menolak dirimu di masa smp sekarang kau menjebak ku?" ucap naomi mengingat masa smp, naomi segera pergi ke ruangan pribadi
naomi mulai menangis di dalam sana, menyayat tangannya, memukul kepalanya sendiri, bahkan naomi menjambak rambutnya
__ADS_1
keterpurukan yang kini di rasakan oleh Naomi, lelah.
rasanya naomi ingin mengakhiri semuanya.