
hari ini, adalah hari pernikahan naomi dan samuel
-meja ijab Kabul
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda samuel hattrick deandra bin david louis deandra dengan anak saya yang bernama naomi putri anastasya dengan maskawinnya berupa tiga blackcard dua mansion, tiga pulau 670 dollar dengan mas kawin di bayar tunai" ucap papa jordan sambil menjabat calon menantunya
"Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah" ucap samuel dengan satu tarikan nafas
SAH!
itulah yang di dengar oleh naomi, setelah ijab kabul selesai, naomi keluar dari sebuah ruangan, dengan cepat samuel menghampirinya, dan mengandeng tangan naomi
mereka berjalan ke arah pelaminan, naomi terus tersenyum kepada semua orang, pertanda inilah hari bahagianya.
-malannya
naomi telah membuka pakaian nikahnya, dan sekarang memakai piyama, begitu juga dengan samuel
-pagi-
naomi masih tertidur pulas setelah di gempur oleh samuel, begitu juga samuel masih berbaring di kasur
"maafkan aku nao, aku ingin anak" bisik samuel
tak lama kemudian naomi terbangun dan menatap ke arah jam dinding di kamar samuel, naomi segera bangkit dan, di tarik kembali oleh samuel
"aku berharap kau hamil"ucap samuel
"hanya dua bulan....anakku akan kemana?' tanya naomi pelan
"kau harus hamil! jika tidak kau akan selalu ke rumah sakit untuk membuat bayi tabung!" ucap samuel garang, naomi menangis, dan memeluk samuel dengan erat
'pelukan ini....mirip dengan pelukan freya' batin samuel merasakan hangatnya pelukan naomi, tapi samuel tidak membalas pelukan tersebut
"kau jahat..." umpat naomi sambil menangis sesenggukan
"lepaskan!" titah samuel, tapi naomi tetap memeluknya hingga kembali tertidur, tidur atau pingsan? tidak ada yang tau kecuali author.
samuel melepaskan pelukannya, lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai samuel masuk ke walk in closet, menggunakan pakaian santai, karena hari ini dia malas untuk bekerja,
samuel turun ke lantai pertama, terlihat ramai, bahkan disana ada opa ravindra dan oma kalea
__ADS_1
"hay morning sayang" sapa oma kalea
"morning to oma" samuel menyapa balik, lalu duduk di samping oma kalea
"dimana istrimu?" tanya opa ravindra
"di kamar, masih tidur" jawab samuel acuh
"sangat binal seperti ayahnya" celetuk opa ravindra yang membuat semuanya menjadi tertawa saat itu juga
-jam sembilan
naomi baru saja terbangun, naomi segera membersihkan tubuhnya dan memakai rok se betis dan memakai baju oversize
rambutnya di gerai karena baru keramas, setelah selesai naomi turun ke bawa menggunakan lift, walau ada tangga, rasanya naomi sangat pusing
naomi sudah sampai di lantai pertama, naomi segera menghampiri ruang tamu, menyalim oma dan opa
"selamat pagi naomi" sapa oma kalea
"pagi juga oma" sama halnya seperti samuel naomi di sapa, tapi tidak menggunakan bahasa Inggris, mungkin oma berfikir bahwa naomi tidak mengerti bahasa Inggris kali ya?
padahal naomi lulusan Harvard university di amerika, sayangnya
padahal wajahnya juga sangat bule, dengan Jordan asli orang paris dan nataly memiliki keturunan paris
"boleh, nak, untuk oma dan opa buatkan salad saja" izin mama melli, naomi segera pergi ke dapur dan memasakan makanannya
"bentar...dia lulusan universitas mana?" tanya oma kalea kepada samuel cucunya
"lulusan Harvard university oma" jawab samuel sambil bermain ponsel
"jangan hanya memilih yang kaya, tapi pilih yang baik juga, tapi suaranya tidak asing, oma seperti pernah mengenalnya di radio" ucap oma kalea
"dia penyanyi yang baru di terima di agensinya" ucap samuel tau
"pantaskah, tapi apakah dia kau beri kerja?" tanya oma kalea
"pernikahan kami hanya dua bulan" jawab samuel terdengar acuh
akhirnya naomi menyelesaikan masakannya, mulai menatanya di meja makan,
"ayo oma, opa, mama and papa, breakfast sudah jadi" ajak naomi sambil tersenyum, mereka semua pergi ke meja makan duduk di masing masing kursi, sedangkan naomi tidak mendapatkan duduk
__ADS_1
"saya pamit ke belakang untuk membuatkan minum" ucap naomi, kembali naomi ke dapur, membuatkan teh dan kopi, jangan lupakan susu, setelah selesai naomi segera menyajikannya lalu ingin pergi lagi
tangan naomi di tarik oleh samuel untuk duduk di pahanya
"makanlah di pangkuanku" ucap samuel
"baumu tidak enak..." naomi berbicara dengan pelan, lalu berdiri, begitu juga dengan samuel membuka bajunya dan kembali memangku naomi
"sudah hilangkah bauku?" tanya samuel
"hm, sudah" jawab naomi, naomi mulai makan, tidak lupa untuk menyuapkan makanan pada samuel
"enak." puji samuel
"aku ingin muntah" ucap naomi tiba tiba membekap mulutnya sendiri, samuel segera menggendong naomi untuk pergi ke kamar mandi
"apakah naomi hamil?" tanya opa ravindra
"entahlah, satu hari sebelum mereka menikah,. samuel menyentuhnya" jawab melli plin plan
"seharusnya kalian check, bisa aja makanan yang ia makanan mengandung banyak micin, dan ternyata dia hamil kan tidak baik" ucap oma kalea
"iya oma..." mama melli hanya mampu mengiyakan
akhirnya naomi dan samuel kembali, tidak banyak naomi hanya memakan dua suap, lalu samuel mengijinkan naomi pergi ke kamar dengan dirinya menggendong naomi
"kabar gembira, tapi hanya dua bulan" ucap mama melli sambil tersenyum kecut
-di kamar
"pusing ya?" tanya samuel, naomi hanya mengangguk dan terus memejamkan matanya, setelah di pijat oleh samuel, lama kelamaan naomu tertidur
samuel tersenyum lalu kembali ke ruang makan untuk melanjutkan makannya, sedangkan yang lainnya sudah selesai makan
- sore
naomi baru terbangun dengan perasaan sedih, ketika melihat suaminya tidak ada di sampingnya
naomi mulai menangis entah kenapa, bahkan rasanya begitu sedih, saat tau suaminya tidak ada di sampingnya,
lama ia menangis barulah samuel masuk ke kamarnya dengan bau perempuan, naomi segera menghapus air matanya
dan berpura pura tidur seperti tidak tau jika samuel sudah kembali, samuel tersenyum
__ADS_1
dan mendekati naomi, lalu mengusap rambut naomi pelan
"aku hanya melakukan bisnis, tenanglah aku tidak akan pernah tega menyelingkuhi wanita pelakor sepertimu, aku masih punya hati untuk mengasihi wanita ****** sepertimu" ucap samuel, meremehkan, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya