
"mama sudah sangat terluka.... izinkan mama pergi" ucap mama nataly sudah menyerah
"jika mama terluka, aku juga akan terluka. ku mohon demi aku.... pertahankan, aku akan membayar semuanya ma" naomi berusaha menguatkan mamanya
"pa...urus semuanya aku akan membayar" ucap naomi mantap kepada sang ayah, sang ayah mengangguk dan segera pergi ke administrasi untuk mengambil tagihan
setelah mendapatkan tagihannya, segera di kirimkan ke naomi, naomi tersenyum melihat ke arah ibunya, langsung mentransfer uang yang di butuhkan
"uang bisa ku cari....tapi malaikat tanpa sayap yang sudah melahirkan aku, dan sudah membesarkan aku, tidak dapat aku cari di pelosok dunia" ucap naomi sembari memeluk mama nataly yang terlihat sangat kurus
"terimakasih sayang....mama bersyukur memiliki kamu" ucap syukur mama nataly
"maka aku bersyukur telah di lahirkan oleh mama" naomi membalas perkataan mamanya sambil tersenyum naomi melepaskan pelukannya
"cepat sembuh ma....aku menanti mama sembuh demi melihatku sukses" sambung naomi kembali
-
setelah pembayaran selesai, naomi pamit pulang karena ada beberapa urusan, papa jordan akan menjaga mama nataly
akhirnya naomi pulang, naomi di berikan rekamana cctv oleh salah satu karyawan yang ingin mencari muka.
sayangnya itu adalah rekaman CCTV ketika samuel menggumuli hazel.
air mata tidak lagi jatuh di pipinya, melainkan kebencian yang terlihat
setelah mendapatkan dua kali lampu merah, akhirnya naomi sudah berada di mansion samuel
"habis dari mana sayang" tanya mama mellisa
"habis dari rumah sakit ma" jawab naomi lembut
"ngapain ke rumah sakit?" mama nataly mulai khawatir
"mama sakit di rumah sakit ma..." jawab naomi menampakkan kesedihan
"sakit apa naomi?, apakah parah? kenapa gak nelpon?" pertanyaan terus di layangkan kepada naomi
"oh...mama sakit jantung" jawab naomi
"udah kritis si ma...tapi bakal di operasi, tadi naomi dapat kabar tiba tiba dari papa, jadinya lupa ngabarin" lanjut naomi
"ohh, begitu istirahat lah pasti kamu lelah" ucap mama mellisa
"iya ma, naomi duluan ke kamar ya" pamit naomi lalu segera pergi ke kamar
ternyata sudah ada samuel, naomi menutup pintu, bahkan menguncinya
naomi menyandarkan punggungnya ke pintu, memejamkan matanya sebentar, lalu kembali membukanya
"lebih nikmat badan hazel ya?" tanya naomi dingin
senyap. tak ada jawaban dari mulut samuel yang kejam
"sekali lagi aku tanya samuel hattrick! apakah tubuh hazel lebih nikmat?!" naomi berapi
"bukan...aku..." samuel berusaha menjelaskan
"tidak cukup kau buat aku mengandung anakmu?! apakah satu rahim tidak cukup?! jika memang kau tak puas! silahkan saja menikah! apakah zina lebih nikmat?" beberapa pertanyaan naomi layangkan kepada samuel
"aku mengandung anakmu samuel! haruskah hazel mengandung anakmu juga?! tapi apa boleh buat, sudah di lakukan. kau harus tanggung jawab, tanggung jawab kepada hazel!" sambung naomi
__ADS_1
"tapi....dia memberikan obat perangsang" samuel mulai membela diri
"jika begitu...apa boleh buat? entah siapa yang harus aku salahkan, dirimu atau hazel aku tidak tau. sesungguhnya allah mengetahui kebenarannya" setelah berucap seperti itu, naomi membawa bajunya ke kamar mandi, dan membersihkan tubuhnya
setelah tiga puluh menitan, naomi keluar dari kamar mandi, sudah memakai piyama.
naomi membereskan lantai, seperti biasa. naomi tidur di bawah, sedangkan samuel tidur di atas
"tidak mau di atas?" tanya samuel
"kau sedang hamil kalo kau lupa" lanjut samuel, kali ini naomi diam. malas berbicara, padahal matanya belum terpejam.
masih memainkan ponsel.
"omi....tidur di atas yok....nanti baby kedinginan" sambung samuel
"baby? emang bayi Lo?" tanya naomi masih tidak menatap ke arah samuel
"iya...kan bayi sam sama omi" jawab samuel
" hm, bayi gw aja" ucap naomi lalu segera menutup matanya
samuel terdiam, menatap ke arah punggung naomi yang terlihat membelakanginya,
tes
air mata samuel jatuh satu titik, lalu memejamkan matanya juga. berharap naomi ada di dalam mimpinya
-esok pagi
samuel bangun lebih dulu, sengaja pergi ke dapur untuk memasakkan naomi makanan yang sehat
setelah salad buah dan jus apel selesai, samuel mengantarkannya ke kamar, naomi masih tertidur lelap
sekali jahat seperti setan, kalo udah baik macem malaikat Jibril! baik kali pun
sembari menunggu naomi yang biasa terbangun jam lima pagi, samuel mengambil beberapa gambar naomi yang sedang tidur
imut.
bagi samuel naomi sangat imut. bahkan naomi terlihat seperti anak yang baru masuk sekolah dasar!
...****************...
samuel hattrick deandra: maaf naomi. izinkan aku memberikan mu kebahagian aku ingin terus bersamamu, entalah tapi rasanya aku selalu ingin ada di dekatmu, izinkan hati ini berlabuh di hatimu! jadilah tempat pelabuhan ku naomi putri anastasya! aku mencintaimu!
?
...****************...
KAU RUMAHKU:
Bagaikan sungai yang tak punya malu
Mengalir meskipun terancam surut
Lalu (hmm), kakimu melangkah ke rumahku
Setengah melirik, mencoba rayu
__ADS_1
Apa yang kau inginkan
Dari senyumku, ya tuan?
Gemar sekali kau lukiskan bintang untukku
Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati
Yang hampir mati
'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita
Jangan biarkan ku pulang
Ke rumah yang bukan engkau
Bicarakan tentang seisi dunia
Perlahan mendekat, bisikkan cinta
Membuatku terlena
Ke dalam pesona sukma yang begitu indah
Apa yang kau inginkan
Dari senyumku, ya tuan?
Ohh
Gemar sekali kau lukiskan bintang untukku
Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati
Yang hampir mati
'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita
Jangan biarkan ku pulang
Ke rumah yang bukan engkau
Jika mampu ku menjelajahi langit
'Kan ku petik pelangi 'tuk warnai harimu
Jangan khawatir, masih ada aku
Jangan khawatir, masih ada aku
Gemas sekali kau lukiskan bintang untukku
Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati
Yang hampir mati
'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita
'Kan aku persilahkan kau menetap di sini
...****************...
__ADS_1
naomi putri anastasya: samuel....jadilah rumahku, aku butuh sandaran, izinkan hati ini di obati, walau kau akan menyakitinya, setidaknya kau pernah menjadi obatku. kau adalah obat sekaligus penggores luka terhebat dalam waktu yang begitu singkat.
...****************...