KEGELAPAN

KEGELAPAN
Hukuman


__ADS_3

Lia yang sudah selesai berdebat dengan Fathan pun kembali kedalam kelas dengan wajah yang suram.


"Lia!!" Teriak Jihan dari dalam kelas


"Why?" tanya Lia dengan santainya


"Ah, gue mau nanya itu tadi bukanya Fathan dari kelas XI IPS 1 ya?" tanya Jihan


"Gak tau gue, bodo amat sama tuh orang" Jawab Lia lagi dengan santainya


"Tapi nih ya, gue denger Fathan tuh baik banget tau gak sih" Nadine Melanjutkan


"Ya gue sih,,,,ya emang" Lia menjawab sambil mengeluarkan buku dari tasnya.


"WoWoWoWo, pada ngapain nih di belakang, dudukin bangku gue" Ucap laki laki yang duduk di depan Lia yaitu Gilang


"Ngapa?, masalah hah?" Ucap Alexa dengan nada bercanda


"Wo,,, ADRIAN MANTAN PACAR LU NAKAL!!" Teriak Gilang membuat Alexa memukul tangannya keras.


"akh!, sakit!!" rintih Gilang. Gilang memang terkenal berandal namun jika sudah dengan Perempuan yang menjadi teman temannya, yaitu Alexa, Nadine, dan Jihan, ia tak akan berani, malah sebaliknya ia sering jahil kepada mereka bertiga, dan kini ditambah dengan Lia, jadinya berempat.


"Kenapa sama mantan Gue?" Kini Adrian ikut dengan obrolan kita.


"udah ah males, kita kembali ke tempat duduk kita ya" ucap Alexa kepada Lia yang hanya diangguki oleh lia.


"Lah ngapa pergi, emangnya gue ada salah ya?" Tanya Adrian kepada dirinya sendiri


"Ada lah ****" Jawab Gilang dengan nada bercanda seraya menjitak dahi Adrian.

__ADS_1


"lah ap-"


"ADRIAN, GILANG!! , NGAPAIN KALIAN MASIH NGOBROL, INI PELAJARAN UDAH DARI TADI MULAI" Ucap guru yang sedang mengajar yaitu Pak Toni


"Lah kapan mulainya?" tanya Gilang kepada Lia sambil menaik-naikan kedua alisnya.


"tadi pas Alexa, Nadine, sama Jihan dudu-"


"NAH ITU, LIA, NGAPAIN IKUTAN NGOBROL?!, KALIAN BERTIGA KELUAR, DIEM DI LAPANGAN" Ucap Pak Toni tegas


"Lah, tapi pak—" kata Lia terpotong


"STOP!, GAK ADA TAPI TAPIAN, CEPAT!" Ucap Pak Toni lagi


Lia pun segera keluar dari kelas diikuti oleh Gilang dan Adrian.


"ini semua salah Lo nih" Ucap Adrian menyiku Gilang


"Ya kan emang el-"


"UDAH!, YANG SALAH LO BERDUA!" ucap Lia kesal kepada Gilang dan Adrian, kemudian Lia berjalan meninggalkan mereka berdua


"Eh ia, yang salah kita berdua ternyata bos" ucap Adrian dengan nada bercandanya, yang hanya di jawab dengan muka 'bodo amat' dari Gilang.


Tanpa basa basi Gilang pun menyusul Lia yang kini sudah jauh dari mereka berdua di depan.


"Hey!" Kata Gilang yang kini sudah berada di samping Lia. Lia hanya melihat sekilas, dan berjalan kembali.


"Woe!, tunggu gue!!" ucap Adrian yang jauh di belakang

__ADS_1


"Lia!"Ucap Gilang lagi, yang membuat Lia semakin kesal dan berjalan lebih cepat, namun langkahnya tetap dapat dikejar oleh Kaki panjang Gilang.


"Lia!" ucap Gilang yang kini menarik tangan Lia, tak hanya itu, Mereka berdua pun sudah berada di tengah lapangan.


"APAAN SIH?!" Teriak Lia membuat Adrian yang berada dibelakang terkejut, tak dengan Gilang


"Gue mau bilang, kalau gue—"


"GUE, GUE, GUE, APA?, GARA GARA LO, GUE IKUT DI HUKUM KAN!"Ngegas Lia lagi


"Biarin Gue lanjutin kata gue dulu" ucap Gilang Lembut


"APA?!" Jawab Lia, dan melepaskan tangan Gilang yang sedang memegang tangannya


"Gue minta maaf kalau gue udah buat lu dihukum" ucap Gilang sungguh sungguh


"Terus?, Gue harus maafin gitu?, secara lu udah buat hari pertama gue masuk sekolah di hukum" Jawab Lia tegas


"Ya kan emang bisa murid kaya gitu"


"terus?, lu memang bisa kaya gitu!, tapi gue enggak!" ucap Lia yang kini sudah marah


"OH!!, JADI LU BILANG GUE UDAH BIASA KAYA GITU?, DARIMANA LU TAU?, LU AJA BARU MASUK HARI INI!" teriak Gilang yang membuat Lia terkejut.


"Stop!!" Teriak Adrian yang sudah dekat dengan mereka berdua


"Dah lah males gue!" ucap Lia kemudian berbalik dan menghadap tiang bendera


"dih, kalian kenapa dah?" tanya Adrian kepada Gilang

__ADS_1


"Tau!" jawaban Gilang singkat, padat, dan jelas sambil menaikan kedua bahunya, dan menghadap kepada tiang bendera


"Dih gak jelas!" ucap Adrian dan ikut menghadap tiang bendera.


__ADS_2