KEGELAPAN

KEGELAPAN
Nomor Tak Dikenal


__ADS_3

Lia duduk terbenung di atap sekolahnya. ia tak tau harus berkata apa pada kakaknya. ia sangat takut jika ia dimarah kakaknya. Sebab dihari pertamanya sekolah, ia sudah terkena hukuman, terlebih lagi hukuman itu disebabkan oleh Gilang.


"Hey, ngapain sendiri?" Tanya Arkan yang baru saja datang dengan teman temannya. yaitu, Bastian, Adrian, tetapi tak ada Gilang


"eh, mau disini ya?" Lia berbalik menghadap Arkan. Jika ada Gilang ia tak akan mungkin bertanya. Sudah pasti ia akan lebih dahulu turun sebelum dilontarkan lebih banyak pertanyaan oleh teman sekelasnya itu.


"Ia, btw lu kok ada disini" Timpa Bastian


"cuma cari angin, Kalau gitu gue turun duluan ya" Lia berjalan ke pintu keluar atap, tapi tak disangka saat ia menuruni tangga, ia bertemu dengan Gilang.


Tak ada respon dari dua orang itu, membuat Lia kembali melanjutkan langkahnya untuk turun dan kembali ke kelas.


"oh udah sampai" Arkan berbalik memberikan rokok kepada Gilang


"udah lah, buktinya udah disini" Jawabnya jutek "oh ya, tadi gue ketemu Lia dibawah, dia ngapain di sini?"


"Tau, tadi dia bilang nyari angin" Ucap Bastian yang diangguki oleh Arkan dan Adrian


_-_-_-_-_-_


"Untung udah pulang" Alexa memasukan semua bukunya kedalam tas lalu menarik tangan Jihan, Nadine, dan Lia.


"hmm" jawab Lia singkat


"Lemes amat mbaknya" Jihan mencubit pipi Lia agar kembali bersemangat, namun apa daya jika ia takut dimarah oleh kakaknya


"eh udah nyampe aja di parkiran, gue duluan ya sama Jihan" ucap Nadine lalu Manarik Jihan kearah parkiran dan bersiap untuk pulang.


"Lu pulang sendiri?" Lia bertanya kepada Alexa, karena Alexa yang masih bersamanya.


"Nope, gue dijemput sih" jawabnya seraya membuka ponsel.


Alexa mendapatkan pesan dari sopirnya jika ia tak bisa menjemputnya, karena ada urusan yang mendadak diberikan oleh ayah Alexa.


"Yah, gue gak jadi dijemput, gue kayaknya naik taksi aja deh" Alexa menunjukkan chat dari sopirnya kepada Lia


"yaudah ikut gue aja" ajak Lia


"Gak usah, tunggu bentar aja paling busnya" ujarnya


'Tin Tin'


"Ah itu kakak gue, yuk ikut" Lia menarik lengan Alexa agar ikut dengannya


"Gak usah, udah gue nunggu aja"


"yakin?" Lia meyakinkan Alexa


"yakin, btw abang lu Gans" ujarnya


"aelah, bisa aja, kalau gitu gue duluan ya" ucap Lia lalu masuk kedalam mobil milik kakaknya itu.

__ADS_1


sudah 2 jam sejak Lia dijemput oleh kakaknya, Alexa tidak bisa pulang karena uang jajannya yang sudah habis. ia sangat lupa, kenapa ia tak meminjam uang di Lia sebelum Lia pulang, sungguh ia merasa dirinya sangat bodoh. Pada akhirnya iapun terpaksa jalan untuk pulang.


"aih?, Kamu kok disini?" Tanya Adrian diatas motornya. Adrian baru saja selesai ekstra sekolahnya, yaitu basket, maka dari itu ia nongkrong bersama teman temannya.


"apaan?!, sewet banget!" Alexa terus berjalan, namun dicegat oleh Adrian


"Gue anter" Ucap Adrian menarik tangan Alexa untuk naik ke motor ninja besar miliknya.


"GAKK!!!" Rengek Alexa tak mau


"Udah diem" ujar Adrian lembut membuat Alexa luluh, dan ikut dengannya. Adrian sudah sering melihat Alexa jalan sendiri, karena saat ia masih pacaran, Alexa sangat sering bercerita bahwa ayahnya selalu saja menyuruh supirnya mengerjakan sesuatu saat ingin menjemput Alexa. Ayahnya berkata, agar Alexa menjadi mandiri dan tidak selalu bergantung kepada orang lain, maka dari itu saat mereka masih berpacaran, ia selalu diantar jemput oleh Adrian.


_-_-_-_-_


Lia berdiam diri di kamarnya, karena tak tau harus berbicara apa Kepada kakaknya tentang masalahnya di sekolah. ia mondar mandir didalam kamarnya berfikir bagaimana caranya ia menyampaikan tentang yang terjadi di sekolah.


"persetanan dengan semua ini" batinnya lalu mencari kakaknya yang berada di dapur.


kakaknya yang tau tentang keberadaannya pun berbalik melihat Lia.


"kenapa?" tanyanya dengan menaikkan satu alisnya


"Emm, ah, udah lah bodo amat, Kak tadi Lia buat masalah di sekolah"


Deg!


Prada menaruh masakan yang sudah jadi di atas piring dengan muka datarnya, Lia sudah menduga ini akan terjadi saat ia berbicara seperti itu, namun inilah konsekuensi yang harus ia tanggung sendiri, karena ia yang berbuat, ia yang harus bertanggung jawab.


"Terus apa?" Tanya bertanya balik dengan tampang tak bersalahnya. namun di detik berikutnya kakaknya tertawa terbahak bahak, yang membuat Lia mengerutkan kedua alisnya.


"Kenapa?, emangnya lucu ya?" tanya Lia polos


"enggak, udah yuk makan" ajak Prada


"Tapi bilang dulu!!"


"Makan dulu!!


"bilang!"


"Makan!"


"Bilang!


"Makan!"


"Ah udah lah, makan dulu, udah laper, males debat!" ucap Lia dan memakan makannya dengan cepat, beda dengan Prada yang masih menertawakan adiknya itu.


Lia bermain ponsel di kamarnya setelah selesai makan malam dengan kakaknya. ia merasa lega setelah selesai membicarakan tentang sekolahnya. Lia fokus kepada ponselnya dan sibuk dengan sosial medianya, hingga tak disangka 'Nomor tak dikenal' mengirimkan ia pesan.


Hari ini

__ADS_1


Nomor tak dikenal


Hi, Malam!


Lia terkaget kaget melihat pesan dari seseorang yang tak ia kenal. ia tak tau harus menjawab apa, apakah ia harus memblokir nya?, atau ia harus menyimpannya?, tanpa pikir panjang iapun menanyakan ia siapa.


Hari ini


Nomor tak dikenal


Hi, Malam!


Natalia Dewi


.


SIAPA LU?!


Nomor tak dikenal


Pura pura gak tau lagi!, Gue..., calon pacar kamu


Natalia Dewi


Dih ngarep!


Nomor tak dikenal


siapa?


Natalia Dewi


Ya elu lah ****


Nomor tak dikenal


Yang nanya!!, hahahaha


Natalia Dewi


Anjing gue dibodohi, baru kali ini gue dibodohi!, udah lah lu siapa?!, nganggu banget!


Lia membanting ponselnya diatas kasur tak menerima perkataan dari 'Nomor tak dikenal' itu. Namun tak lama masuk panggilan lagi dari 'Nomor tak dikenal' sebanyak 10 kali. karena Lia sudah tak kuat di teror ia pun menerima panggilannya


"hall-"


"ANJING!!!, GUE INGETIN YA JANGAN TELPON GUE LAGI!, GESREK YA OTAK LO!, BYE!"


Tut Tut Tut


panggilan berakhir, Lia pun menon aktifkan suaranya, dan Segera tidur.

__ADS_1


__ADS_2