
Selesai mereka healing di taman pusat kota.Mereka kembali pulang kerumah masing-masing dengan berjalan kaki.
"Angel" panggil Shely.
"Apa"
"Tadi lu habis pel..."
Baru saja Shely mau mengatakan hal yang ingin ia katakan mulutnya langsung di kunci oleh Lisa dengan telapak tangan.
"Habis apa?"
"Eeh gak jadi-gak jadi"
"Yh"
Mereka berjalan lagi dengan keheningan tanpa dialog sekalipun.Hingga akhirnya tiba di rumah masing-masing dari mereka.Angel yang merasa lelah dengan hidupnya padahal gak ngapa-ngapain langsung saja tanpa basa basi merebahkan diri di tempat tidur kesayangannya."Hoaaamm.........malas banget"
"Sungguh malas"
Tak lama setelah ia memejamkan matanya muncul notifikasi dari ponselnya.Notifikasi itu ternyata dari ayahnya yang menyuruh Angel untuk mendata semua pendapatan dari ayahnya."Hhh....ya sudahlah"
Angel pun mengerjakannya dengan cara terpaksa.
......................
Esok harinya yang begitu menyibukkan.Hari-hari profesi mulai kembali.
Angel berjalan sendirian di halaman kampus untuk menuju ke kelas tiba-tiba dihadang oleh laki-laki yang ia benci."Hai Angel" sapa Tony.
"Ada apa" menjawab dan memalingkan diri dari Tony.
"Aku ada hadiah untukmu" Tony memberikannya sebuah buket bunga.
"Maaf aku tidak tertarik,terima kasih" Angel segera berlalu dari Tony.
"Tu....aaahhh. dasar"
Setelah tiba di lantai dua menuju kelasnya Angel lagi-lagi dihadang oleh orang yang tidak memiliki maksud jelas."Kau sudah datang,aku menunggu kehadiranmu"
"Untuk apa"
"Hei jangan lesu seperti itu,aku hanya memberikan tawaran"
"Apa itu"
"Bagaimana kalau kita bertukar posisi?" tawar Ania.
"Apa maksudmu"
"Aku akan bersama dengan Julian dan kau akan bersama dengan Tony.Bukankah Tony sungguh mencintaimu"
__ADS_1
"Apa ini apakah mereka bersekongkol" batin Angel.
"Entahlah kau tidak jelas sekali.Aku tahu kau bersekongkol dengan Tony,kan?"
"Kalau ya,kenapa?"
"Jadi kalian memiliki tujuan jahat yang sama?"
"Yoi"
Angel yang malas menanggapi Ania segera saja pergi menuju kelasnya.Dia melewati Ania yang sedang berdiri dihadapannya."Eitsh...tunggu dulu"
"Apa sih"
"Jika kau masih bersikeras untuk mendekatinya aku akan..."
"Akan apa? jika kau naksir dengan Julian ya sudah sana,dan suruh sekongkolan mu itu untuk tidak mengganguku"
"Ok,setuju"
"Lepas!" Angel segera pergi dari Ania.
...----------------...
Di lantai bawah Ania sedang menunggu kehadiran Julian sambil berlari-larian kecil di halaman depan kampus.Tak lama Julian datang dan ia segera menghampiri."Hai Julian!" sapa Ania.
"Ya hai" Julian hanya menjawab sapaan dan langsung pergi.Namun,itu ditahan oleh Ania.
"Ada apa?"
"Julian sebenarnya aku ini naksir dengan kamu"
"Oh-_-"
"Kok cuma oh doang sih"
"Biasa aja,memangnya begitu spesial di sukai atau di cintai olehmu? aku pergi"
"Hhrgghh...." Ania mengerutkan dahi.
Julian masuk ke kelas untuk menaruh tas miliknya lalu ia pergi kelantai atas untuk menemui Angel."Angel" panggil Julian dari kejauhan.Lalu Julian segera menghampiri.
"Ya,Julian" jawab Angel.
"Mengapa kau melamun di sini?" tanya Julian.
"Tidak kenapa-napa.Katanya ada orang yang mencintaimu"
"Aku sudah tahu,tapi aku tidak seperti itu padanya" jelas Julian.
"Ya,dan juga apakah kau tidak apa-apa seusai bertengkar dengan Tony waktu itu,maaf baru menanyakan sekarang"
__ADS_1
"Tidak,mengapa mereka berdua tidak jelas sekali.Ingin merusak hubungan orang lain"
"Tanya pada mereka"
"Mengapa? kau kesal" tanya Julian.
"Ya jelas" jawab Angel.
Angel mencoba bersandar di tubuh depan Julian.
"awh..."
"Hah...kamu kenapa apakah aku menyakitimu? atau kau terluka?" Angel yang terkejut bangun lagi dari sandaran.
"Tidak,hanya luka kecil saja"
"Biar aku obati,ayo kita ke UKK"
Setibanya mereka di UKK Angel segera mengambil kotak P3K.Mencari semacam obat dan kapas untuk mengobati luka Julian.
"Dimana lukanya?" tanya Angel yang sudah siap untuk mengolesi obat.
"Disini...my heart" Julian menaruh telapak tangan Angel di dadanya.
"Se...serius...." Angel berusaha tidak menatap Julian.
"Iya..." Julian membuka pakaian atasannya.
"Apakah kau bisa? Angel mengapa kau diam?"
Angel tak taha melihat tubuh Julian yang bertelanjang dada.Dia hanya membatu dan tersipu ketika melihat itu.
"Aaah...iya bisa-bisa.Tolong tutupi bagian ini,hhh" Angel menutupi bagian perut Julian dengan pakaian Julian.
"Aw..."
"Hh..apakah sakit?" Angel mengadah ke Julian.
"Tidak"
Selesai mengobati luka Angel menaruh kembali kotak P3K pada tempat asalnya."Cepat pakai bajumu!"
"Ya,memangnya kenapa?"
"Iihhh kalau di bilangin"
"Kau lucu sekali,haha"
"Sudahlah cepat,Julian.Nanti kau terlambat"
"Bagaimana dengan dirimu? kau juga masih berada disini"
__ADS_1
"Baiklah aku pergi" Angel tak hiraukan lagi langsung saja pergi ke kelas.