
Kondisi Tony yang sedang dalam peringatan jika ia melakukan kejahatan lagi maka akan di keluarkan dari kampus tersebut.Ia sungguh kesal ingin menindas sahabat lamanya.Teman jadi lawan.
Tony berjalan-jalan di halaman Observatorium yang ada di kampus sana.Berjalan sambil memikirkan bagaimana cara untuk menyelesaikan ini.Ia bertemu dengan orang yang tidak ia kenal yang sama juga dengan dirinya ingin merebut seorang bidadari."Mengapa kau mondar-mandir disini?" tanya Reynand.
"Aku? oh sedang memikirkan untuk mendapatkannya" jawab Tony.
"Memangnya siapa?"
"Yang sekarang sedang dekat dengan Julian itu"
"Oh,Angel? aku juga dahulu sempat dekat dengannya.Namun,karena kesalahanku sendiri malah memilih yang lain"
"Mengapa kau tidak merebutnya kembali? bukankah kau yang lebih kenal dengannya?"
"Salah,bro.Justru Julian dan Angel sudah kenal sejak lama,sejak di bangku sekolah menengah pertama"
"Kau yang salah,kau lebih kenal dulu dengannya b*d*h!"
"Entahlah aku berpikir aku tidak pantas untuknya aku hanya sebatas teman.Dan aku lebih fokus pada impianku!"
"Aaah...."
"Sebaiknya kau juga jangan terlalu ambisius untuk merebutnya,mau kau merebut dengan cara apapun pasti ia tidak suka"
"Ya tidak apa tidak mendapatkan Angel,yang terpenting aku dapat menghilangkan Julian"
"Memangnya ada apa dengan Julian?"
...----------------...
"Jul,kenapa sekarang lu malah musuhan dengan,Tony?" tanah Willy mereka sedang berada di perpus.
"Entahlah,mungkin karena ia ingin memiliki Angel dia memang tidak jelas,dan juga dulu aku tidak sengaja menghancurkan barang berharga miliknya.Mungkin ia ingin balas dendam padaku" jelas Julian.
Julian mengambil sebuah buku tentang agen pemasaran yang belum pernah ia baca sebelumnya.Ia meminjam buku untuk di bawa pulang.
Mereka keluar dari perpus dan kembali ke ruangan masing-masing.Julian menaiki anak tangga untuk sampai di kelasnya.Ia tidak sengaja berjumpa dengan Jennie yang menangis sepanjang jalan dari anak tangga itu."Jennie! kau kenapa?" tanya Julian.
"A-aku...bisakah kau membantuku?,hikss..hikss"
"Eeee bantu apa?"
__ADS_1
"Bantu aku mendapatkan perhatian dari orang yang ku kenal"
"Siapa?"
"Reynand....bisaaaa?" mata Jennie berkaca-kaca memohon pertolongan.Agak lain,agak aneh.
"Adeehhh....kirain apaan.Maaf ti..."
"Mohooonnn!!!..."
"Ya nanti" Julian mengalihkan pandangan ke atap-atap bangunan karena malas melihat wajah Jennie.
"Baiklah aku pergi dulu!" Jennie pergi ke ruangannya yang berada di bawah.
......................
Saat tiba waktunya pulang,Julian segera menemukan Reynand untuk menyampaikan pesan yang sangat-sangat tidak penting dan juga terpaksa.Julian menemukan Reynand di area parkiran kendaraan,yang sedang mengambil sepedaku."Rey!"
"Ya ada apa,Julian?" Reynand berbalik.
"Apakah kau masih mengharapkan,Angel? tenang saja ada gadis lain yang justru mengharapkanmu dari dia"
"Kau kenal dengan Jennie?"
"Oh ya,se ruangan dengan ku"
"Yaa...dia menitipkan salam yang sebenarnya aku tidak ingin menyampaikannya -_-"
"Oh benar?! terima kasih,Jul.Dan juga aku ada informasi bahwa Tony masih tidak menyerah untuk menindasmu!"
"Oh,ok tanks! aku pulang!" Julian berlari dari Reynand.
Suasana sepi di jalan pesepeda yang di lewati oleh Reynand.Ia sungguh tidak bisa mendengar keramaian seperti biasanya."Apa benar Jennie menyukaiku?.Hhhh apa aku harus mengikhlaskan yang lama yang tidak pasti,dan memilih yang baru dan pasti"
"Baiklah aku akan mencoba untuk memulai,huhhhh!"
...----------------...
Ditempat yang berbeda dengan waktu yang bersamaan Julian jalan pulang melewati banyak gedung-gedung tinggi dan juga ia sempat melihat balai kota Yun yang amat indah dan besar.Balai kota yang di hiasi oleh patung-patung kuno bersejarah membuat suasana menjadi teringat akan kedahuluan."Indah sekali,untung juga walikotanya adil tidak egois"
"Halo nak!"
__ADS_1
"Ya,anda memanggil-manggil saya?" jawab Julian.
"Lihat ini ada perlombaan melukis di kota ini.Pemenangnya akan dapat bertemu dengan wali kota dan mendapatkan hadiah yang amat besar! aku ditugaskan untuk menyebarkan ini!" sang tukang koran.Berita itu juga tertulis di media cetak.
"Oh,baiklah terimakasih"
"Silahkan ambil!"
"Baik"
Julian kembali jalan lagi sambil membaca berita-berita terbaru yang ada di koran tersebut.Di dalam koran tertulis waktu pendaftaran tinggal 2 hari lagi."Apa tinggal dua hari lagi!,tapi mungkin aku bisa latihan menggambar terlebih dahulu,pasti!"
"Hadiahnya.......Whaaatt.....1.000 Yun,lumayan,dan juga sebuah piagam.Wahhaha aku harus ikut!"
Julian begitu bersemangat untuk memenangkan perlombaan ini,ia tidak puas dengan berita itu ia belum menyerap semua berita jadi ia membaca kembali."Untuk perlombaan,lukisannya dibawa dari rumah lalu di pamerkan di balai kota dengan kehadiran banyak orang.Menarik!"
"Aku harus membuatnya dari sekarang!"
Setibanya di rumah Julian,ia langsung bergegas membersihkan diri dan pergi ke kamar untuk membuat sebuah lukisan di kertas potrait berukuran A3.Quinn yang keheranan dengan kakaknya yang tiba-tiba bersikap antusias dan terburu-buru ia memasuki kamar Julian untuk mengintip."Kak!,kau mengapa begitu ceria"
"Oh,ini ada perlombaan melukis dari walikota.Pemenangnya akan mendapatkan 1.000 Yun dan sebuah piagam!" jawab Julian yang penuh semangat.
"Waaahh! semangat kak.Nanti hadiahnya aku minta ya,hehe"
"Ya adikku sayang"
"Aku ke kamar dulu!" Quinn pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas.
Julian begitu gigih untuk menyelesaikan ini,beberapa kali ia gagal menciptakan lukisan yang memiliki makna seni yang mendalam,bahkan ia selalu melihat internet untuk mendapatkan informasi akan lukisan yang menarik perhatian dari semua orang yang mengerti atau tidak.Ia mencoba dan mencoba,sudah 5 kali gagal,namun ia masih terus mencoba.
Pukul 23.47
Hingga yang ke 6 kalinya ia memutuskan untuk istirahat dulu,dan di lanjutkan besok."Kak ini sudah malam" Quinn mengintip dari pintu kamar.
"Ya" jawab Julian.
"Hoaam.."
Julian tertidur pulas di meja belajarnya.
......................
__ADS_1