Kegugupan Berujung Kebahagiaan

Kegugupan Berujung Kebahagiaan
Episode 23


__ADS_3

Pada sore harinya sekitar pukul 17.00 setelah Julian dari kampus ia segera menuju balai kota sendirian.Pementasan lukisan di balai kota dimulai semua peserta sudah siap di posisi masing-masing untuk memamerkan hasil karyanya.Ada yang membuat lukisan Abstrak,Primitif,Klasikisme,Romantisme,Naturalisme,Futurisme,Realisme dll.Sementara itu Julian membuat lukisan berjenis Klasikisme yang menggambarkan para prajurit tradisional terdahulu dan juga kastilnya.


"Baik,wali kota sudah datang dan akan menilai semua lukisan-lukisan kalian.Semuanya segera bersiap!"


Wali kota segera menempati podium yang sudah di sediakan."Baiklah semuanya saya mengadakan ini bertujuan untuk melatih kemampuan para masyarakat untuk membuat sebuah lukisan yang amat berarti.Dan juga saya sendiri yang akan menjadi jurinya di perlombaan ini!"


Semua penonton serta peserta bertepuk tangan untuk memeriahkan.


Walikota segera turun untuk melihat-lihat lukisan yang sudah di siapkan.Hingga tiba pak walikota di hadapan Julian."Siapa namamu?,nak!"


"Julian,pak!"


"Kamu sekarang berstatus sebagai apa?"


"Sebagai mahasiswa di Universitas Star Student,pak"


"Bagus!"


"......."


"Aku sudah menemukan pemenangnya!" ucap pak walikota.


"Pemenangnya adalah anak ini!" wali kota itu mengangkat tangan kanan Julian untuk menunjukkan bahwa ia memenangkan perlombaan ini.


Semua penonton bersorak atas kemenangan Julian.


Usai menyelenggarakan lomba,balai kota sudah mulai sepi kembali semua penonton pulang ke rumah masing-masing,begitupun dengan pesertanya.


Sampai di rumah, Julian.Ia segera meletakkan lukisannya itu di dalam laci kaca didalam kamarnya."Aku tidak menyangka ini!"


"Bagaimana,Julian? apakah kau berhasil?" tanya bibi Elsa.


"Ya,bi.Aku mandi dulu ya" Julian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah selesai menyelesaikan hari.


"Kakak hebat!"


"Haha,terima kasih!"


......................


Julian mengecek dompet digitalnya di ponsel.Ia melihat tabungan yang sudah mencapai tujuan untuk membeli barang-barang.Tabungannya sudah berisi 20.000 Yun,bisa membeli satu buah motor.Namun,Julian lebih memilih untuk menyimpannya kembali.Meskipun Julian hanya memiliki sepeda,ia lebih memilih untuk jalan kaki menuju kampus dikarenakan dekat,hanya berjarak 300 meter.Waduh kira-kira menurut kalian dekat gak?🗿


"Lebih baik menyimpannya saja"


......................


Esok hari-hari seperti biasa kembali lagi terulang di tempat yang masih sama.Julian yang sedang berjalan di anak tangga tidak mengetahui ada sebuah jebakan tikus yang entah mengapa berada di sini,membuat keseimbangannya mengurang dan terjatuh dari anak tangga."Aaa....ouch..."


Badannya merasa kesakitan dikarenakan berbenturan dengan tembok dan juga anak-anak tangga.

__ADS_1


Dari arah belakang ada Ania yang melihat itu kemudian segera mengobati luka-luka Julian pergi ke UKK."Kau tidak apa Julian?"


"......"


"Mengapa diam? bagian mana yang sakit?" Ania sudah siap memegang sebuah handuk hangat untuk meredakan rasa sakit di badannya Julian.


"Aku tidak perlu di obati olehmu,aku bisa mengobatinya sendiri" Julian menolak berpaling lalu mengobatinya sendiri.


"Tapi...."


"Pergi!" bentak Julian tegas.


Ania pun segera pergi dari bentakan itu karena ia juga tak ingin melihat Julian marah entah apa yang akan terjadi nantinya."Hhhhhh......."


"Kenapa aku kurang hati-hati hari ini!" keluh Julian


...----------------...


"Kau melihat Julian akhir-akhir ini?" tanya Willy.


"Hmm... entahlah" jawab Zayn.


Mereka berdua berjalan melewati UKK tak sengaja bertemu dengan Julian yang sedang duduk di ranjang pasien segera menghampiri."Mengapa kau disini,Julian?" tanya Willy.


"Aku tadi tidak sengaja menginjak jebakan entah dari siapa"


"Oh aneh sekali"


Julian sudah beres mengobati lukanya,ia keluar dari UKK bersama Willy dan Zayn menuju kantin kampus.Kebetulan juga Julian belum sarapan.


...----------------...


"Aku pesan ini!"


"Hei aku dulu!"


Mereka bertiga mencari meja kosong untuk ditempati."Ramai bener"


"Iya nih jarang banget pagi-pagi udah ramai"


"Btw ges,kalian nanti magang dimana?" tanya Zayn.


"Ada aja sih,tapi nanti lah"


"Oh ya besok katanya study tour bro,lu ikut gak" Willy mengingat kembali itu.


"Kata siapa lu"


"Gw dengar dari dosen lah bro"

__ADS_1


"Owalah,ikut sih kalau gini" Zayn.


"Gw juga bosan di rumah terus" sambung Julian.


"Ikut bro,nabung dari sekarang.Katanya sih satu bulan lagi"


...----------------...


Julian berjalan menuju ruangannya ia tak sengaja berpapasan dengan Jennie.Jennie sedikit bingung mengapa Julian seperti merintis kesakitan."Julian kamu kenapa?...oh ya udah belum?"


"Jatuh tadi,udah selesai"


"Oh ok,ini ada sesuatu dari Angel dia tadi ingin menemuimu tapi kau tidak ada" Jennie memberikan sebuah kado kecil yang entah apa isinya.


"Apa ini...." Julian membuka itu,dan ternyata itu adalah foto mereka berdua saat masih SMP yang sudah tidak di ingat oleh Julian lagi.


"Hhh...kau masih saja menyimpannya" Julian menghela nafas.


"Ya dong!,emangnya kamu,pelupa" suara dari arah belakang Julian.


"Eleh,terima kasih,ya"


"Ya,tolong simpan dengan baik.Nanti jika kita bersama atau tidak kita bisa melihat itu!"


"Memangnya kau ada juga?"


"Ya ini!" Angel mengeluarkan seluruh fotonya dan Julian dari kantungnya.


"Eeee banyak banget-_-"


"Hehe"


"Kau ini tidak bisa melupakan yang lalu?"


"Tidacxk"


"Ok lah,ayo masuk nanti mulai ***"


"Ayo!"


...----------------...


"Hhh uhhhn....hhh" Tony menggerutu kesal karena ia ingin membalas sesuatu.


"Ada apa denganmu?" tanya Reynand


"Rey,temanmu itu,Julian maksudnya bisakah kau rusak hubungan mereka"


"Sepertinya tidak,untuk apa aku melakukan itu"

__ADS_1


"Hei bro,kita berdua kehilangan apa yang kita inginkan karenanya!"


"............"


__ADS_2