
Setelah selesai dari kantin mereka pergi ketaman untuk relaksasi dan menghirup udara segar.Shely memilih untuk menaiki ayunan Lisa bersandar disebuah pohon sementara Angel duduk disebuah kursi.
"Eh girls,gimana kalau kita buat rencara untuk tinggal bersama bertiga.Aku bosan tinggal dirumah selalu dimarahi oleh ibu" ucap Shely.
"Aku sih setuju aja.Lalu,Angel?" sambung Lisa.
"Gak tau" Angel merunduk.
"Kok gitu sih,pastiin dong" ucap Shely.
"Iya gel,emangnya kenapa?"
"Gak tau" Angel masih merunduk.
"Cemberut mulu lho" Shely turun dari ayunan.
Shely menghampiri teman yang menggemaskannya itu."Nih nih!gw cubit lho ya,wkwk" Shely datang mencubit pipi Angel.
"Sakitt! wooiyy" Angel melepas tangan Shely.
~Kriingg~
"Eh udh bel"
Mereka meninggalkan taman,dan pergi ke kelas masing-masing.
Saat Angel berlari tidak sengaja ia menabrak seseorang laki-laki.Tetapi laki-laki itu tidak terjatuh sama sekali,hanya Angel."Aduh"
"Kau tidak apa-apa?" tanya laki-laki tersebut.
"Ya,tidak apa-apa kok"
"Siapa namamu? nama ku Tony" Tony memberikan tangan.
"Namaku Angel"
"Nama yang bagus,sesuai dengan wajahmu"
"Ya,terima kasih atas pujiannya.Aku pergi dulu" Angel berlalu.
"Cantik juga gadis itu,apakah sudah ada yang memilikinya? tidak mungkin" Batin Tony.
...----------------...
Menuju pada Julian yang sedang mencermati materi-materi yang disampaikan oleh dosennya.Ia malah menjadi tidak fokus karena selalu memikirkan seorang bidadari."Mengapa aku terus memikirkannya akhir-akhir ini" tanya pada diri sendiri.
"Julian mengapa kau melamun?" tanya Bu dosen.
"Tidak,Bu" Julian mengadah kearah dosen.
"Baiklah kita lanjutkan,ya" ucap dosen.
__ADS_1
Ia pun melanjutkan kefokusannya pada materi yang akan ia gunakan suatu hari nanti didunia perbisnisan.
Sewaktu pembelajaran selesai,ia mengemasi barang-barangnya.Lalu,bangkit dari kursinya.Zayn & Willy menghampirinya."Julian,mengapa dengan kau akhir-akhir ini?" tanya Zayn.
"Tidak kenapa-napa kok,ayo pulang" Julian berlalu dari mereka.
"Tunggu! apa kau marah?" tanya Willy menepuk bahu Julian.
"Tidak,kalian ini kenapa? aneh" Julian melepas tangan Wilson.
Lalu,mereka bertiga jalan bersama berdampingan.Mereka berjalan tanpa dialog sekalipun,kebisuan dan keheningan membuat suasana ini terasa canggung.
Sampai di persimpangan perpisahan antara mereka,Julian menuju jalan yang lurus.Ia berjalan dengan wajah masam.Pertengahan jalan melewati suatu kebun,ia melihat Angel sedang duduk disebuah kursi.
Julian yang tak sengaja melihatnya menghampiri Angel untuk membincangkan sesuatu."Angel,mengapa kau disini?"
Angel mengadah kepada Julian."Eh ada kamu,tidak kenapa-napa cuma ingin menghirup udara segar saja.Kau sendiri kenapa menghampiriku?"
"Aku ingin mengatakan sesuatu,bolehkah?" Julian yang merasa bersalah sedikit menunduk.
"Entahlah Julian,sepertinya suasananya terlalu canggung" Angel yang sedikit tersipu memalingkan wajahnya.
"Tapi..." Julian duduk disamping Angel,ia memegang telapak tangan Angel.
"Eh kau...",
"Aku tahu kita saling menyukai satu sama lain.Tetapi,salah satu dari kita malu untuk mengatakannya.Terutama kau"
"Ya,aku juga tahu kau pasti sudah menemukan yang baru"
"Apa maksudmu.Mengapa kau malah terfokus dengan percintaan,bukankah kau ingin mengejar cita-cita mu terlebih dahulu?"
Mendengar perkataan itu Julian mulai sadar kembali.Ter-Flashback an.
"Ya kau benar.Terima kasih sudah mengingatkan.Tapi..."
"Tapi apa? kau tidak perlu cemas denganku lagi.Aku yakin kau juga sebenarnya sama sekali tidak menyukaiku.Aku pergi dulu"
Angel berdiri lalu melangkah cepat.
Sementara Julian hanya terdiam."Mengapa akhir-akhir ini semangat hidupku memadam?"
Julian bangun dari kursi berjalan dengan wajah murung yang entah mengapa akhir-akhir ini selalu merasa cemas,khawatir,dan lesu.
Sampai dirumah asmaranya,melepas sepatu,dan seragam.Lalu,membersihkan diri,dan beranjak ke kamar.
Adiknya yang melihat kelakuan kakaknya yang aneh segera mendatangi Julian.Quinn membuka pintu kamar."Kak,kamu kenapa?"
"Tidak apa-apa kok" Julian menjawab dengan posisi tengkurap.
"Sepertinya kakak menjadi aneh akhir-akhir ini" Quinn mendekati kakaknya.
__ADS_1
"Aneh kenapa?" tanya Julian dengan volume rendah.
"Biasanya kakak semangat,kok sekarang lesu" Quinn mengelus rambut kakaknya.
"Ini bukan masalahmu,pergi sana!" perintah Julian.
"Ihh kok gitu sih,ya sudah aku pergi" Quinn berlalu,dan membanting pintu kamar Julian.
Malamnya Julian tetap berada dikamar dengan kondisi pintu terkunci.Supaya tidak ada yang mengusiknya,dari ketenangan malam.
Julian menatap jendela kamarnya yang berhadapan dengan kebun.Pada saat itu juga hujan turun dengan derasnya.Membuat suasana menjadi dingin,tenang dan sunyi hanya terdengar suara air hujan saja yang berjatuhan di atap rumah.
Ia terus menatap kosong terhadap kaca jendelanya yang belum ditutupi oleh gordennya.
Tak terasa ia tertidur pulas dengan kaca jendelanya yang terbuka dari gorden.Ia lupa menutupnya,karena tidak memiliki energi.
......................
Besok hari,siklus hidup seperti biasa dijalankan dengan baik.Kinj Julian sudah pulih dari ke-lesuannya.Ia mendapat motivasi entah dari mana,mungkin dari dirinya sendiri.
Julian sedang berdiri didepan halaman rumahnya menunggu sang adik untuk pergi bersama.Julian hanya tinggal berdua dengan adiknya,paman dan bibinya tinggal didekat rumahnya.
Julian mengambil sepeda dari gudang dibelakang.Lalu membawakannya kedepan.
"Ayo cepat!" ucap Julian dengan keras.
"Ya,aku siap"
Julian melihat adiknya masih belum rapi dalam menggunakan seragamnya.Dasi yang miring,kerah yang acak-acakan.Ia membenarkan itu semua,memakaikan ulang dasi adinya tersebut."Ini masih belum rapi"
Quinn diam.
"Terima kasih,kak" Quinn mengadah kearah kakaknya yang sudah berdiri.
"Ya,ayo kita berangkat!"
"Ok"
Mereka pun berangkat menggunakan sepeda kesekolah.Julian terlebih dahulu mengantarkan adiknya,lalu ia ke universitas.
Ia pun sampai di Universitas Star Student.Memakirkan sepedanya ditempat yang telah ditentukan.Kemudian,ia berjalan pergi ke kelasnya.Namun,saat tiba ia dikejutkan dengan kondisi kelas yang sangat sepi,sunyi hening.Entah libur dadakan atau apa."Apa hari ini libur?" ia bertanya pada dirinya sendiri.
Tak lama ia melihat seseorang yang tidak dikenal datang juga kearah yang sama.Julian menanyakannya sesuatu."Hai,apa hari ini libur mengapa terasa sangat sunyi?"
Kemudian orang itu menjawab."Tidak,mungkin kau bangun terlalu pagi.Coba cek lagi arloji mu!" ia pergi.
"APAA!!! TRIGGERR"
Betapa terkejutnya Julian melihat dijam tangannya masih menunjukkan pukul 05.50.Padahal tadi ia melihat jam dinding dirumahnya sudah pukul 07.00."Ini pasti ulah Quinn"
Julian yang terpaksa harus menunggu ia pun berjalan-jalan tanpa tujuan di halaman-halaman universitas.
__ADS_1