Kehidupan Ajaib Lesta

Kehidupan Ajaib Lesta
Eps 1 (Keanehan masa)


__ADS_3

Suatu hari, suatu saat..


Arrrghhhhhhhh...!!!!!!


" Kenapa kepala ku sangat sakitttt..!! "


Ia pun memegang kepalanya yang sedang sakit hebat. Ia seperti mengingat akan hal yang pernah ia lupakan.


Arggggggh..!!!!


" kenapa sakit nya malah parahhhh..!! "


Ia pun memukul mukul kan kepalanya di tembok kamar yg sudah lusuh.


Hhhh... Brugg


Ia pun akhirnya pingsan tergeletak di lantai dengan tubuh yang sudah tak berdaya. Tak ada orang yang tau akan keberadaan nya, dan kondisi tubuh nya.


____-


" Heiiii tunggu akuu.. ", seru seorang gadis kecil.


" Cepatlah sebelum bel masuk berbunyi " jawab teman gadis kecil tersebut, dari kejauhan.


Gadis kecil tersebut berlari dengan cepat. Setelah ia sampai di depan temannya, ia pun segera mengajak temannya untuk memasuki sekolah.


" Hai teman-teman " ucap gadis kecil tersebut, saat ia sampai di depan kelas nya, yang masih duduk di kelas 2 sekolah dasar.


" Hallo Lesta " jawab para temen-temen gadis kecil tersebut.


Yah, gadis tersebut bernama Lestaroyna Joinplce. Ia adalah gadis kecil yang selalu ceria setiap hari-hari nya.


" Ayo duduk di bangku itu " ucap Lesta kepada teman di samping nya tadi, sembari menunjuk bangku yang paling depan.


" baiklah ", jawab temannya. Mereka berjalan mendekati bangku tersebut. Setelah sampai mereka pun segera duduk di kursi tersebut.


" Hari ini kau bawa bekal apa Hol ? " Tanya Lesta kepada temannya tadi yang bernama, Holynia Goynura.


" Hari ini ibuku membawakan aku bekal, nasi goreng sama ada telur goreng, terus ada sayuran nya " ucap Holy.


" Coba lihat ibuku membuat nya dengan penuh cinta, " ucapnya lagi.


" Woahhh ibu mu hebat sekali ya, membawakan bekal yang sangat enak untuk mu " ucap Lesta.


" Iya dong, ibu ku adalah pahlawan ku " seru holy.


" Kamu sangat beruntung mempunyai ibu seperti ibumu " ucap Lesta, dengan raut wajah yang berbinar-binar.


Di balik raut wajah tersebut, terdapat luka yang sangat mendalam pada kehidupan nya. Ingin sekali dia mempunyai seorang ibu, yang setiap hari selalu ada untuknya.


Namun, apalah daya takdir berkata lain. Sehingga Lesta sudah tidak bisa bertemu dengan ibunya.


Kring kring..


Bell masuk pun berbunyi, semua para murid segera belajar untuk menggali ilmu bersama para guru.


Kring kring..


Bell pulang sekolah pun berbunyi, semua murid bersiap untuk pulang dengan bekal ilmu yang sudah di dapatnya.


" Baiklah anak-anak, kita akhiri pelajaran hari ini. Langsung pulang ke rumah yang belum di jemput di tunggu di depan sekolah ya " ucap seorang Bu guru.


" Baik Bu .." seru para murid.


Semua anak-anak mulai berlari keluar dari gedung ilmu tersebut. Semua berlari mendekati jemputan nya masing-masing.


Kecuali Lesta, ia berjalan agak cepat. Ia ingin segera sampai rumah. Ia tak pernah di jemput, semua itu karena keluarga yang tidak memperhatikan nya.


Lesta berjalan dengan agak cepat. Pikiran nya melayang memikirkan jika saja ibu nya masih hidup.


Ia akan seperti teman-teman nya selalu di perhatikan, di bawakan bekal setiap hari. Selalu di jemput setiap hari. Tanpa harus berjalan kaki.


Tak terasa butiran air bening mengalir di pipi nya yang cubby. Lesta sangat menginginkan ibu nya kembali.


Di tengah-tengah khayalan nya, tiba-tiba tangan nya di tarik oleh seseorang dari belakang.


Tiba-tiba semua menjadi gelap. Seperti kenyamanan dalam kegelapan sehingga Lesta tak kunjung membuka matanya.


Bagaikan kegelapan yang seharusnya di takuti oleh gadis kecil. Namun ia mengganggap nya sebuah tempat yang teduh.


Perlahan-lahan matanya pun terbuka. Setelah sekian lama tertutup.


" Hhhhh.."


" Aku dimana? "


Gadis kecil tersebut menangis. Menangis karena tak bisa pulang. Dirinya tak tau berada di mana. Rungan yang gelap, penuh debu dan kotor.


Lesta meringkuk badannya di pojok an. Sambil menangis ia memanggil manggil ibunya.


Berharap akan ada sebuah keajaiban untuknya. Walau itu hanya sekilas.


" Hiks hiks hiks "


" Aku dimana, ibuuuuu, aku dimana.. " Isak gadis malang tersebut.


" Aku mohon ibu, tolong aku hiks hiks " ucap dalam tangisan nya.


Tiba-tiba sebuah cahaya terang muncul. Entah darimana tidak ada yang tahu. Gadis kecil tersebut menutup matanya, karena silau dengan cahaya yang tiba-tiba datang.


" Nak.. " terdapat suara dalam cahaya tersebut.


Lesta merasa seperti sedang di panggil seseorang dari dalam cahaya.


Cahaya tersebut sedikit demi sedikit menghilang. Tetapi masih menyisakan sedikit cahaya untuk penerang.


Terdapat seorang wanita memakai baju serba putih. Gaun yang indah, mahkota yang mengkilau, wajah yang masih terlihat cantik walau usia sudah agak lanjut.


Senyuman terlukis di bibir wanita tersebut. Ia memandangi wajah Lesta, seakan akan ia sangat merindukan nya.


Bulir an air mata tak terasa menetes di pipi wanita tersebut. Ia pun segera menyejajarkan tubuhnya yang tinggi dengan tubuh gadis malang tersebut.

__ADS_1


Wanita tersebut merengkuh tubuh kecil Lesta. Ia memeluk nya dengan kerinduan yang amat dalam.


Lesta seperti mengenali wajah tersebut. Dalam pikiran nya ia sedang mengingat-ingat siapa sosok wanita yang sedang memeluknya.


Seketika air mata pun terjatuh. Lesta menyadari bahwa wanita tersebut adalah ibunya. Ia membalas pelukan ibunya.


Lesta menangis dengan sejadi-jadinya. Ia bersyukur doa nya masih di kabulkan oleh tuhan.


" Hiks hiks hiks "


" Ibu.. kenapa ibu pergi.. hiks hiks "


" Kenapa ibu pergi.. huwaaaaa "


" Lesta masih butuh ibu, tapi kenapa ibu pergi, hiks hiks "


" Ibuuu Lesta sayang ibu , ibu jangan pergi "


" Lesta ingin seperti teman-teman Lesta, yang setiap hari selalu di perhatikan oleh ibu hiks "


" Hiks hiks hiks "


" Ibuuu .. huwaaaa "


Wanita tersebut merasa bahwa dirinya belum bisa menjadi ibu yang sempurna. Ia merasa belum sepenuhnya membahagiakan sang putri tercinta.


Air mata mengalir deras di pipi wanita tersebut. Ia mendengar semua keluh kesah sang buah hati. Merasa dirinya begitu kejam.


Meninggalkan putri nya yang tak pernah di perhatikan oleh siapapun.


" Nak.. " suara lembut yang membuat gadis malang tersebut berhenti dari Isak tangisnya.


" Maafkan ibu, karena ibu tidak pernah memperhatikan mu " ucap nya dengan nada yang lembut.


" Hiks, ibu sudah memperhatikan Lesta, tapi .. tapi kenapa ibu malah pergi meninggalkan Lesta sendiri, hiks hiks " ucap Lesta dengan Isak tangis.


" Nak.. "


" Maafkan ibu, ibu belum sepenuhnya memberikan mu sebuah kasih sayang dari ibu.. "


" Lesta harus kuat menghadapi semua halangan di kehidupan lesta nanti, Lesta harus bisa bertahan, ibu yakin Lesta adalah putri kecil ibu yang paling hebat " ucap wanita tersebut dengan mata yang berkaca-kaca.


" Maafkan ibu, ibu tidak bisa menemani mu untuk menghadapi rintangan di kehidupan Lesta " ucapnya lagi.


Tangan nya terulur untuk mengusap wajah sang buah hati. Ia mengusap nya dengan lembut.


Lesta tak dapat membendung air matanya. Ia menangis, memeluk tubuh sosok ibu yang dirindukan nya.


" Hiks hiks hiks "


" Ibu bagaimana Lesta kuat..? Lesta tidak akan kuat. Sedangkan ibu sudah tidak bersama Lesta "


" Ibu Lesta mohon jangan pergi lagi " ucap Lesta sembari memohon kepada sang ibu.


" Nak.. ibu sudah tidak bisa menemani lesta lagi. Lesta harus berjuang melawan semua rintangan yang ada. Walau ibu tidak bersama Lesta. Tetapi lesta tidak boleh menyerah tidak boleh putus asa. "


" Jika lesta tidak kuat, itu bukan Lesta yang ibu kenal. Lesta harus kuat itu pesan ibu"


" Ibu akan selalu ada di hati Lesta. Jadi Lesta tidak boleh menyerah apa lagi putus asa. Mengerti.. " ucap nya.


Gadis malang tersebut mengangguk kan kepalanya, bahwa ia mengerti apa yang di katakan sang ibu.


" Lesta akan mencoba untuk menjadi yang terkuat seperti yang dikatakan ibu " ucap Lesta dengan tekat yang membara.


Wanita tersebut tersenyum melihat putri kecilnya menjadi sosok yang kuat. Ia memegang tangan Lesta, memberikan sebuah kalung terdapat bandul yang berbentuk bulan sabit.


" Nak.. jika Lesta merasa dalam bahaya atau sedang sedih. Pegang kalung ini terus pejamkan mata. Nanti ibu akan datang untuk Lesta " ucap wanita tersebut dengan senyuman hangat nya.


" Baik Bu, Lesta akan selalu memanggil ibu dengan kalung ini " ucap Lesta.


Kalung tersebut di pakai oleh Lesta di leher nya. Ibunya merasa bangga sekaligus terharu dengan putrinya.


" Nak.. ibu harus pulang, Lesta harus kuat jangan pernah rapuh, mengerti.." ucap wanita tersebut.


" Baik Bu, " jawab Lesta dengan air mata yang masih mengalir.


Wanita tersebut memeluk tubuh mungil gadis malang tersebut. Dan mencium kening putrinya. Mengusap lembut kepala Lesta.


" Ibu pulang dulu ya nak " pamit sang ibu.


" Iya Bu, hati-hati Lesta akan memanggil ibu kapan saja. Jadi ibu harus datang " ucapnya.


" Baiklah " jawab wanita tersebut.


Jlebbb..


POV LESTA


Sepasang mata mungil terbuka.


" Aku dimana ? " Tanya Lesta pada dirinya sendiri.


Suasana yang berubah membuatku kebingungan. Yang tadi berada di ruangan lusuh. Sekarang aku telah kembali ke jalanan. Jalan yang aku lewati saat pulang sekolah.


"Nak cepat pergi dari tempat ini, cepat lah pulang ke rumah"


Seperti ada sosok yang menyuruh ku untuk pergi. Seperti keajaiban, kaki ku tetap melangkah dengan cepat. Aku pun segera berlari untuk cepat pulang.


Saat aku berlari, kakiku terus berlari dengan sendirinya. Seperti sudah di gerakkan oleh seseorang. Tapi, pikiran ku melayang memikirkan apakah itu tadi mimpi.


Sampai akhirnya aku tiba di depan rumah. Kaki ku berhenti dengan sendirinya. Aku merasa aneh, kakiku berlari dengan jarak yang cukup jauh. Tetapi mengapa kaki ku tidak merasa lelah.


" Aneh sekali " gumamku.


Ku buka pintu rumah ku. Seperti biasa rumah tampak sepi.


Wajah ku tersenyum, tapi hati ku hancur melihat keadaan hidupku .Tak ada seorang pun. Karena rumah ku hanya di huni oleh ku dan Ayah. Dan aku tidak tau ayah pergi kemana.


Terkadang Ayah tidak pulang selama beberapa Minggu. Aku hanya sendirian di rumah yang besar, tanpa seorang teman.


Ku langkahkan kakiku untuk menuju kamar. Ku langkahkan kakiku satu persatu, menatap setiap sudut rumah yang seperti tak berpenghuni.

__ADS_1


Ku buka pintu kamar ku, aku masuk dengan raut wajah yang bercampur aduk. Antara bahagia, sedih, takut, cemas, dan entah lah rasanya tak bisa ku katakan.


Ku letakkan tas ku di kursi belajar. Dan aku pun segera berganti pakaian. Saat ku buka lemari pakaian ku. Ada sesuatu yang menarik ku.


Saat ku ambil baju untuk berganti. Terdapat sebuah kunci, entah kunci apa itu. Aku pun segera mengambil nya, dan memperhatikan nya dengan teliti.


Terdapat bentuk yang aneh, kunci itu berukiran bulat yang dalam nya terdapat lambang bulam purnama.


Sangat aneh, hari ini pikiranku sangat kacau. Tetapi, aku sangat bingung dengan kedatangan ibu.


Ku langkahkan kaki untuk bercermin di depan kaca lemari ku. Aku bercermin dengan melihat diriku.


Aku melihat kalung yang di berikan seorang wanita yang aku rindukan, yaitu ibu ku.


Ku pegang kalung tersebut, ku lihat bandul yang berbentuk bulan sabit.


Sejenak ku pandangi diriku di depan cermin. Seketika tubuh ku menjadi sosok putri yang cantik, dengan rambut panjang, bola mata yang indah. Aku memandang lekat cermin tersebut.


Apakah itu benar-benar aku..? Ku lihat tubuh ku sendiri. Ku lihat lengan, kaki dan tubuh ku. Ku raba tubuh ku, dan itu memang adalah aku.


Aku menepuk-nepuk pipi ku, apakah ini adalah mimpi. Tapi bukan, ini sungguh kenyataan yang luar biasa.


Jlebbb..


" Aku dimana ? " Gumam Lesta.


Ia melihat dirinya sedang berada di pinggir jalan. Dengan beberapa pack tisu yang ia pegang dan sebagian di dalam tas.


" Kenapa tiba-tiba aku disini ? " Gumamnya lagi.


" Kenapa aku sudah berada di pinggir jalan dengan semua dagangan ku ini ? " Ucapnya lagi.


Sungguh peristiwa yang aneh.


Di pandangnya kendaraan yang lalu lalang di depannya. Sungguh malang nasibnya yang hidup dengan sebatang kara, dengan Ayah yang tak pernah memperhatikan nya.


Lesta pun segera menjual tisu-tisu nya. Setelah berjalan dengan jarak 1 kilometer,tak ada seorang pun yang membelinya.


Di bawah terik nya matahari yang menyengat Lesta merasa lelah, ia pun akhirnya istirahat di pinggir bangunan yang tinggi.


Lesta duduk di pinggir jalan. Dengan pohon yang menjadi peneduhnya. Ia merasa sangat kepanasan, dan segera mengibaskan tangannya untuk memberi sedikit angin.


Satu langkah, dua langkah, tiga langkah. Seorang anak laki-laki berumur lebih tua dibandingkan Lesta.


Anak tersebut mendekati Lesta, dan duduk di samping Lesta. Pria kecil tersebut mengulurkan tangannya, memberikan minuman untuk Lesta.


" Ini minum, kau pasti lelah " ucap pria kecil tersebut.


Lesta pun menerima minuman tersebut. Karena ia sangat kehausan, ia pun langsung meminum nya.


" Terima kasih, minumannya " ucap Lesta.


" Iya, sama-sama " jawab pria kecil tersebut.


" Oh iya nama kamu siapa ? " Tanya Lesta.


" Kenalin nama aku, Juniur, bisa di panggil Jun, kalo kamu siapa ?" Ucap pria kecil tersebut yang bernama Juniur. Sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan perkenalan.


" Halo aku Lesta, salam kenal yah " ucap Lesta sambil menerima jabatan tangan dari Jun.


Seperti ada cahaya yang berkedip. Lesta pun mencari asal cahaya tersebut, dan ia menemukan bahwa kalung yang berkedip.


Suasana menjadi hening, tak ada percakapan antara Lesta dan Jun. Sikap Jun yang aneh membuat Lesta curiga. Dari penampilan nya yang agak memang aneh.


Tak di hiraukan Jun, Lesta masih cemas dengan liontin kalung nya yang berkedip.


" Kenapa kalung ini berkedip ? " Gumam Lesta.


Ia memegang erat kalung tersebut. Dan memejamkan mata nya, berharap tak terjadi apa-apa.


Terbukalah mata Lesta, ia masih di tempat yang sama. Dengan lalu lalang kendaraan bermotor. Lesta menoleh ke kiri dan ke kanan.


Mencari sosok Jun yang tadi baru saja di temui nya.


" Lah dia kemana ? " Gumamnya.


" Apa yang terjadi ? " Gumanya lagi.


Lesta masih kalut dengan pikiran nya. Apa yang baru saja terjadi. Kenapa anak laki-laki tersebut tiba-tiba menghilang.


" Ini semua berapa dek ? " Terdapat seorang pria gagah bertanya kepada Lesta.


Lesta masih tak bergeming, karena ia masih kalut dengan pikiran nya.


Pria tersebut menepuk pundak Lesta. Sehingga Lesta pun tersadar dari lamunannya.


" Hah apa pak ? " Ucap Lesta dengan spontan, karena ia kaget.


Pria tersebut ternganga, lalu ia menjentikkan jarinya. Seketika dunia ini berhenti, berhenti dengan pekerjaannya.


Semua kendaraan berhenti seketika, semua orang pun mematung. Seperti sebuah keajaiban, pohon-pohon yang terkena angin pun berhenti dengan sekilas.


Begitu pun dengan Lesta ia seperti sebua patung. Yang sudah diam bagaikan patung batu berwujud manusia.


" Hm, kenapa gadis kecil ini memilik kalung ini ? " Ucap pria gagah tersebut.


Sembari memandangi kalung yang di gunakan oleh Lesta. Ia mengamati nya dengan serius.


" Apakah ini ada hubungannya dengan Listiara ? " Ucapnya lagi, sembari berpikir kenapa kalung tersebut ada di gadis ini.


" Hm, aku harus menyelidiki nya "


" Gadis ini pasti bukan gadis yang biasa, dia pasti gadis yang istimewa " ucap pria tersebut.


Sejenak ia memperhatikan kalung milik Lesta, pemberian dari sang ibu. Dan memperhatikan wajahnya yang sangat familiar bagi pria tersebut.


Seperti nya aku pernah melihat wajah gadis ini, tapi dimana, dan kapan. Dan mengapa aku merasa bahwa gadis ini memiliki ikatan denganku, hm.... Batin pria tersebut.


" Aku harus menyelidiki nya, tanpa harus memberi tahu tuan. Aku akan mencari nya sendiri " gumam pria tersebut dengan senyum misterius.


Pria tersebut menjentikkan jari nya kembali. Membuat suasana Dunai kembali dengan normal. Semua sudah bergerak dengan semestinya.

__ADS_1


" Hah apa pak ? " Tanya Lesta.


__ADS_2