Kehidupan Ajaib Lesta

Kehidupan Ajaib Lesta
Eps 3 ( Kembali ke rumah )


__ADS_3

Kakek itu pun sempat terkejut dengan kejadian yang di alami oleh Lesta.


Seperti nya gadis ini bukan lah gadis biasa...


batin Kakek Fakri.


" Ya sudah ini sudah malam sebaik nya tidur dulu, besok kakek temani kamu mencari misteri itu " ucap Kakek.


" Baik kek " jawab Lesta.


Kakek Fakri membaringkan tubuh mungil Lesta di pangkuan nya sejenak. Hingga Lesta pun akhirnya tertidur. Kakek Fakri pun meletakkan Lesta di tempat tidurnya.


Sedangkan Kakek Fakri tersebut keluar dari gubuk, dan berjalan menuruti jalan kaki setapak. Dengan penerangan sebuah obor yang ia pegang.


Akhir nya Kakek Fakri sampai di sebuah gua yang tertutupi dengan rerumputan. Dengan ukuran gua yang cukup kecil. Tidak ada yang mengetahui keberadaan gua tersebut selain Kakek Fakri.


Kakek Fakri menoleh ke kanan dan ke kiri, melihat apakah ada orang atau tidak. Setelah di rasa aman tak ada seorang siapa pun. Kakek Fakri pun segera membuka gua yang tertutup rerumputan yang merambat, dan segera masuk ke dalam gua.


Entah apa yang di lakukan oleh kakek tersebut, dirinya dengan mulutnya yang komat-kamit seperti membaca sebuah mantra.


Tiba-tiba terdapat sebuah gumpalan asap berwarna putih muncul di depan kakek tersebut. Dan setelah Kakek Fakri membuka matanya, gumpalan asap tersebut menjadi seorang peri kecil.


Dengan sepasang sayap yang indah berwarna hijau, rambut berwarna kuning, dengan tongkat sihir yang di bawa peri tersebut.


" Wahai Tuan Fakri, ada yang bisa saya bantu ? " ucap Peri tersebut, yang melayang di udara dengan bantuan sayapnya.


" Aku hanya ingin kamu mencari tahu tentang gadis ini, " ucap Kakek Fakri.


Tangan kakek tersebut menunjuk ke arah bola kaca. Yang di dalamnya terdapat Lesta yang sedang tertidur nyenyak.


" Baiklah tuan, aku akan mencari informasinya " ucap Peri tersebut.


" Dan satu pesan ku untuk mu Peri ..!" seru Kakek Fakri.


" Dia gadis yang baik, kamu harus menjaganya dari semua bahaya. Jika dia dalam bahaya segera bantu dia dan selamat kan dia ..! itu perintah ku untuk mu !! " seru Kakek Fakri.


" Baik tuan aku akan menjaga gadis tersebut dari semua apa pun itu, dan nyawa ku sudah ku berikan untuk nya " jawab peri tersebut dengan jiwa yang membara.


" Baik lah terimakasih telah menjaganya " ucap Kakek Fakri.


" Iya tuan, saya pergi dulu " pamit sang peri.


" Hm " hanya di balas dengan deheman Kakek Fakri.


Peri tersebut menjadi sebuah gumpalan asap yang berwarna putih, lalu ia pun menghilang.


" Aku harus segera pulang sebelum Lesta terbangun dari tidurnya " gumam Kakek Fakri.


Kakek Fakri pun meninggalkan gua tersebut, dan menutup nya lagi dengan rerumputan liar.


Hari masih malam, dunia masih terlihat gelap. Kakek tersebut berjalan kembali menelusuri jalan setapak yang tadi ia lewati.

__ADS_1


Setelah tiba di depan gubuknya, kakek tersebut langsung masuk ke dalam. Dan melihat keberadaan Lesta.


Kakek tersebut mengelus pucuk rambut Lesta dengan rasa belas kasihan. Dan ia tinggal menunggu informasi dari peri nya.


-----_-----


POV LESTA


Sinar surya sudah nampak memunculkan diri nya di sebelah timur. Dengan sinar nya yang cerah menembus tembok kayu sebuah gubuk.


sinar mentari yang menyoroti wajahku membuatku silau hingga aku terbangun dari tidur. Aku segera beranjak dari tempat tidur, dan mencari sosok Kakek yang ku temui tadi malam.


Ku cari Kakek Fakri kemana-mana tapi tak menemukan nya. Hingga aku mendengar sebuah suara seperti seseorang sedang mencangkul di belakang gubuk ini.


Aku pun segera berjalan ke arah belakang gubuk. Sebuah inspirasi yang tak sesuai dengan ekspektasi. Aku mengira itu adalah Kakek Fakri, tapi bukan.


Aku berjalan mengendap-endap, berharap makhluk apa pun itu tak melihat keberadaan ku. Aku bersembunyi di sebuah semak-semak, ku buka sedikit daun yang menghalangi pandangan ku.


Aku pun langsung menutup mulut ku, melihat makhluk yang sungguh aneh di depan mata ku. Aku pun sangat ketakutan melihat makhluk tersebut, wujudnya yang sangat menakutkan.


Dengan tubuh yang kurus tanpa secuil daging, hanya ada tulang dan kulitnya saja. Dan rambut yang panjang menutupi sebagian badannya, dan kepala yang retak, dengan wajah yang sudah tak berbentuk.


Darah mengalir deras dari mulut makhluk tersebut, sungguh mengerikan. Aku pun ketakutan dan berjalan mundur dengan perlahan.


Kreekkk..


Sebuah suara yang berasal dari posisiku saat ini. Ku lihat ke bawah, dan benar saja aku menginjak sebuah ranting pohon.


Aku sangat ketakutan berharap ada seseorang yang membantu ku. Ku tetap berdiam tak bersuara agar makhluk tersebut tak jadi ke arah ku.


Ya Tuhan tolang lah aku, tolong aku. Tolong jauh kan makhluk itu dari ku, hindar kan aku darinya...


Hiks hiks Kakek Fakriiiii..... Tolongggggg Lestaaa .. hiks hiks...


Aku hanya bisa menjerit dalam hati dan batin ku. Berharap ada keajaiban yang membantu ku.


Seketika itu aku teringat dengan kalung yang di berikan ibu. Ku pegang kalung ku dengan erat, lalu ku pejamkan mataku.


Ibuuuuuuu tolong Lesta hiks hiks, Lesta masih ingin hidup bahagia di dunia ini.. hiks hiks ibuu tolong Lesta ...


Rintihan yang aku keluarkan hanya dengan batin saja. Masih ku pejamkan mataku tak berani ku buka.


Tiba-tiba sebuah cahaya terang muncul. Hingga mataku yang tertutup pun merasakan nya. Aku masih takut untuk membuka mataku. Ku dengar suara dari arah makhluk tersebut, suara seperti sebuah pertarungan.


Hingga suara tersebut menghilang aku masih memejamkan mata. Setelah sekian lama ku buka kembali mataku. Ku lihat ibu, ibu dengan gaun putihnya, serta mahkota yang ia pakai.


" Ibuuuuuu " seru ku.


" Nak " ucap Ibu.


Aku pun langsung berlari dan memeluk ibu, ku peluk dengan erat. Air mata menetes kembali membasahi tangan ibu.

__ADS_1


" Ibu aku takut " ucap ku.


" Nak, Lesta tak perlu takut Ibu akan selalu menjaga Lesta dari dalam hati Lesta " Ucap ibu.


" Ingat walau ibu tidak ada untuk Lesta seperti teman-teman Lesta, tetapi ibu masih ada untuk menjaga Lesta, mengerti .." ucapnya lagi.


Aku pun mengangguk kan kepala, aku sadar aku harus kuat aku tidak boleh takut. Walau banyak sekali cobaan mau apa itu cobaan. Aku harus melewati dengan berani tidak boleh takut dan menyerah.


" Sekarang pegang tangan ibu " seru ibu, sembari memberikan tangannya.


Ku pegang tangan ibu erat-erat, lalu ku pejamkan mata ku kembali.


------_------


" Batu apa ini ? " ucap seorang pria misterius.


" Hah hanya batu seperti ini, mungkin hanya batu akik " ucap nya lagi.


Pria tersebut langsung membuang batu yang ditemukan nya di hutan pada malam hari. Lalu ia segera pergi dari tempat tersebut.


Pria tersebut adalah Yoiga. Yoiga pun pergi dari dalam hutan. Setelah ia sampai di luar hutan, ia pergi ke sebuah sekolah untuk melamar pekerjaan menjadi seorang guru.


Yoiga akan pergi ke kos-kosan nya terlebih dahulu untuk menggantikan baju yang ia pakai.


Sesampainya di sekolah Yoiga langsung pergi ke ruang kepala sekolah untuk melamar pekerjaannya.


" Baiklah anda di terima di sekolah kami, semoga sukses dalam memberi ilmu untuk para anak-anak agar menjadi anak yang berguna " ucap kepala sekolah sembari berjabat tangan dengan Yoiga.


" Terima kasih pak, telah menerima saya di sekolah ini " ucap Yoiga dengan girang.


" Iya sama-sama, sekarang kamu harus mengajar anak-anak dengan baik " seru kepala sekolah.


" Baik pak " jawab Yoiga.


------_------


Cahaya pun muncul kembali dengan keberadaan di depan rumah Lesta. Terdapat dua sosok yaitu ibu dan anak.


Lesta pun membuka matanya, ia melihat sudah berada di depan rumah nya.


" Nak, cepat masuk rumah. Jangan kemana-mana ingat jika sedang ada bahaya cepat panggil ibu ya " ucap ibu.


" Baik Bu, " jawab Lesta.


" Baik lah ibu pulang dulu, ingat ya nak jaga diri baik-baik. Jangan lupa untuk selalu beribadah, dan belajar dengan giat " ucap ibu.


" siap Bu, mulai sekarang Lesta akan kuat dan berani untuk selalu melangkah ke depan " seru Lesta.


Ibu pun hanya tersenyum mendengar ucapan Lesta. Cahaya pun mulai datang kembali menutupi seluruh tubuh ibu. Dan akhirnya pun menghilang.


Kini Lesta pun masih berdiri di depan rumah nya, menatap langit yang sudah senja. Ia harus kuat harus berani. Dirinya tak boleh putus asa, ia pun tersenyum dengan kehidupan nya ini.

__ADS_1


 


__ADS_2