
" Dih mulut elu pasti kaya akan cabe, dah pedes judes lagi " ucap Geno.
" Lah masalah buat lu, bodo amat lah suka-suka gue " Timpal Resy.
" Pedes juga tuh mulut yah " ucap Orlan.
" Ah masa bodoh " ucap Resy.
" Ya udah aku mau pesen makanan dulu, eh elu pesen apaan sekalian gue pesenin " tanya Orlan kepada Geno.
" Gue mau mie kuah sama es jeruk " ucap Geno.
" Okeee " Ucap Orlan, sembari berjalan ke arah meja pesanan.
" Ngomong-ngomong kenalin nama gue Geno Arilio " ucap Geno sembari memperkenalkan nama panjangnya.
Tak ada seorang pun merespon dengan perkataan yang di ucap kan Geno.
" Dih sombong amat dah ga ada yang respon kek kenalan juga kek " celoteh Geno.
" Lah elu tadi kenalan ma siapa jamalll " seru Holy.
" Ya sama elu bertiga lah, siapa lagi " ucap Geno.
" Oh ku kira sama demit elu kenalan tadi " sindir Lesta.
" Dih gue bukan anak indigo " jawab Geno.
" Hehhhhhh gue juga laper, nyusul dua bocah demit aja lah " Ucap Zyen,
Ia merasa kelaparan hingga akhirnya pergi ke kantin untuk mengisi perut nya. Saat ia masih berjalan menuju arah ke kantin. Zyen melewati ruangan kuno, tampak ada sesuatu yang mengkilau di dalam sana.
Pertama Zyen tidak tertarik untuk masuk ke dalam, dan akhirnya rasa penasaran nya pun muncul.
" Sebenarnya ada apa sih di dalam, kok gue jadi penasaran " gumam Zyen.
Kaki Zyen pun di langkahkan dengan pelan-pelan. Hingga saat Zyen memasuki ruangan tersebut, ia berjalan ke arah asalnya cahaya tersebut.
" Cahaya apa ini ? " gumam Zyen.
Terdapat sebuah berlian berwarna biru terang mengkilau dengan terang. Zyen pun segera mengambil nya.
" Apa ini, benda macam apa ini ? " Gumam Zyen.
" Hah nanti lah mikir nya mau makan dulu " ucap nya lagi.
Setelah Zyen sampai di kantin, ia mencari kedua temannya. Menoleh ke kanan dan ke kiri. Akhirnya pun ia menemukan tempat duduk yang di duduki oleh Geno dan Orlan.
Zyen berjalan mendekati meja yang di duduki oleh kedua sahabatnya. Ia tak mengerti dengan tiga cewek yang duduk memunggunginya.
" Heh ternyata elu disini, " ucap Zyen, sembari mendudukkan dirinya di kursi samping Geno. Yang berhadapan dengan Lesta.
__ADS_1
" Eh elu cowok brengsek, kenapa elu duduk di sini hah ??!! " seru Lesta, setelah ia mengerti siapa yang duduk di depan nya.
" Dihhhhh elu juga kenapa duduk di depan gue anj*ng, najis tau lihat muka elu kek ketek " timpal Zyen.
Lesta tak menanggapi perkataan yang di lontarkan oleh Zyen. Ia memilih diam dari pada membuat ribut di kantin yang sedang ramai.
" Mental amannnnn " ucap Zyen.
" Dih gitu aja bangga " ucap Holy.
" Jadi ini cewek yang nabrak elu tadi ? " tanya Orlan.
" Iyeh tuh, pokok nya elu harus tanggung jawab atas hp gue " seru Zyen kepada Lesta.
" Dih siapa elu emak gue bapak gue bukan kan, Napa elu ngatur-ngatur gue " ucap Lesta.
" Ya elu pokok nya harus tanggung jawab, elu udah ngehancurin hp gue " ucap Zyen dengan penegasan.
" Dih bodo amat lah " ucap Lesta.
" Pokok nya elu harus tanggung jawab, kalo elu ga mau ganti hp gue kerjain tugas gue " ucap Zyen.
" Dih anak anj*ng " gumam Lesta.
" Apa lu bilang anak anj*ng ? " tanya Zyen.
" Iya elu kek anak anj*ng " seru Lesta.
" Hihhhhh udah udah ga malu apa jadi pusat perhatian di kantin Segede ini " ucap Geno.
" Elu sih cari gara-gara " ucap Lesta.
" Dih kenapa gue, harus nya elu yang cari gara-gara elu udah hancurin hp gue dan elu malah ga mau ganti " seru Zyen.
" Ck udah dah gede kaya anak TK lihat tuh jadi pusat perhatian kita kan jadi malu " ucap Resy.
" Iya tuh Les mending elu mau deh ganti hp nya bocah itu, apa pilih ngerjain tugasnya " ucap Holy.
Sejenak Lesta terdiam, sekarang dirinya malu telah menjadi pusat perhatian di kantin sekolah nya.
" Hih ya baiklah aku akan tanggung jawab " ucap Lesta.
" Nah gitu dong harus nya dari tadi bilang, jadi kan ga bisa ribut kaya gini " ucap Zyen.
" Kalo gitu elu pilih ganti hp gue apa kerjain tugas gue ? " Tawar Zyen.
" Hih ogah gue kerjain tugas elu itu kan tugas elu sendiri, gue ganti hp nya aja lah, emang hp merek apaan ? " tanya Lesta.
Senyuman laknat terukir di bibir Zyen.
" Hp gue merek iPhone 12 dengan harga 25 juta elu harus bisa ganti dong, kan elu ga mau kerjain tugas gue " Ucap Zyen yang sudah mengatakan hpnya yang sudah rusak.
__ADS_1
Buseettttttttt 25 Juta nj*r darimana bisa gue dapet tuh uang kalo kaya gini caranya, orang tabungan gue aja cuma 5 Juta. Batin Lesta.
" Kenapa elu diem, ga punya duit lu ? " ucap Zyen dengan nada yang menyindir.
" Punya lah, oke gue ganti rugi itu hp lu " ucap Lesta.
" Oke dilll, gue beri elu waktu 3 hari, kalo elu ga bisa ganti rugi elu harus mau ikut gue kerjain tugas gue " ucap Zyen sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
" Hih iya iya gue ganti " ucap Lesta tanpa menerima jabatan tangan dari Zyen.
" Dih sombong amat lu " cibir Zyen.
Lesta pun tak menanggapi cibiran Zyen.
" Nah gitu dong kan sekarang kita udah ga jadi pusat perhatian lagi " ucap Orlan.
" Dah puas lu " ucap Lesta.
Seketika semua terdiam kalut dengan pemikiran nya masing. Hingga bel kelas berbunyi, para siswa pun berlari memasuki kelas nya masing-masing.
Dalam pembelajaran di kelas Lesta tak pernah fokus. Semua yang di ajarkan oleh guru ia tak mengerti sama sekali. Dia sedang kalut dengan pikirannya.
Holy pun menyenggol tangan Lesta untuk menyadarkan lamunannya.
" Oy Oy sadar Napa Tod, itu elu di panggil Bu Heni " bisik Holy.
" Hah apa " seru Lesta dengan nada yang agak tinggi.
" Lesta maju ke depan kerjakan soal nomor 5 " ucap Bu Heni.
" Hah, baik Bu " ucap Lesta.
Lesta pun berdiri dan berjalan menuju ke depan kelas, untuk mengerjakan soal yang berada di papan tulis.
Lesta pun segera mengambil kapur tulis yang telah di sediakan. Di taruh nya kapur tulis tersebut di atas papan tulis. Tetapi ia tak menulis apa pun.
" Ayo Les segera kerjakan " Ucap Bu Heni.
Lesta tak mengerti apa yang harus ia tulis. Karena ia tak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Ia pejamkan matanya tangan kirinya tak sengaja memegang kalung yang di pakai nya.
POV LESTA
" Aku dimana ? " gumam Lesta.
Aku mengingat kembali apa yang sebelumnya telah terjadi. Dan aku mengingat bahwa aku tadi sedang di depan kelas.
" Lalu kenapa aku bisa ada di sini ? " gumam nya lagi.
Sekarang dirinya tengah berada di sebuah bangunan keraton yang sudah tak berpenghuni lagi. Dengan keadaan keraton yang sebagian sudah hancur, berdebu, banyak sarang laba-laba. Dan suasana yang mistis.
Kakiku mengarahkan aku untuk terus berjalan lurus, aku pun hanya bisa mengikuti nya. Hingga aku sampai di sebuah ruangan aku melihat ada seseorang di sana.
__ADS_1