KEHIDUPAN ATAS BAWAH

KEHIDUPAN ATAS BAWAH
EPISODE 25 : PENGALAMAN TERBURUK DALAM HIDUP KU


__ADS_3

Sudah Satu bulan lamanya aku magang di PDAM kota Balikpapan. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Aku juga harus Bersiap-siap pergi ke tempat magang karena hari ini aku harus pergi ke PDAM KM 8 bersama mentor dan temanku , memperbaiki katup air yang tersumbat.


Beberapa menit kemudian.


Aku langsung pergi kekantor PDAM wilayah dua. Semua peralatan dan keperluan sudah aku masukan dalam tas dan aku langsung bergegas pergi menuju kantor PDAM wilayah dua tempat aku Magang.


Sebelum pergi aku harus memastikan rumah ku dalam keadaan aman karena orang tua ku pergi Ke Jakarta. Tadi jam 5 pagi dari bandara internasional Sepinggan Balikpapan. Menghadiri acara perusahaan di Jakarta.


Aku sudah mengecek , Semuanya aman aku langsung berangkat pergi namun di tengah jalan handphone berbunyi, saat kuliat ternyata mentor menelepon. Aku langsung mengangkat telepon.


* Percakapan Telpon *


- Mentor : Assalamualaikum , Posisi Dimana mas ?


- Aku : Waalaikumsalam , Lagi dijalan mau ke Bengkel , ada apa yang pak ?


- Mentor : Mas tolong belikan minum sama cemilan ya buat Perjalan ke PDAM KM 8, nanti uang nya saya ganti pas Sampai bengkel.


- Aku : Baik pak , mau beli minuman dan cemilan apa saja pak ?


- Mentor : Beli air mineral 2 botol 1,5 liter , Minuman dingin 4 botol dan cemilannya beli saja goreng 35ribu rupiah mas.


- Aku : Baik pak , laksanakan.


Selesai mengobrol di telepon.


Aku langsung mampir ke toko depan gerbang perumahanku dan membeli gorengan didepan gerbang perumahan ku.


Kemudian aku langsung memutarkan balik kedalam perumahan, membeli minuman dan camilan yang disuruh oleh mentor ku.


Aku sampai di warung , kemudian aku membeli cemilan dan minuman yang mentor ku suruh. Setelah semuanya sudah dibeli, aku langsung bergegas menuju PDAM tempat aku Magang


25 menit kemudian.


Aku sampai di PDAM wilayah dua. Aku langsung memarkir kendaraan ku. Aku sudah melihat motor teman ku sudah tiba. Aku langsung bergegas absen dan masuk kedalam kantor bengkel.


Setelah Aku absensi ,mentor ku langsung menanyakan " Sudah beli apa yang saya suruh tadi mas? ",


Aku pun menjawab " Sudah pak , ada di gantungan kendaraan saya ,saya ambil dulu" ,


aku langsung berlari mengambil pesanan yang berada di gantungan kendaraan ku , setelah aku mengambil aku kembali ke dalam bengkel , mentorku bertanya " Semuanya habis berapa mas? " ,

__ADS_1


aku menjawab " 70 ribu pak , Air mineral 15 ribu/2 botol , minum dingin habis 20 ribu pak , sama gorengan 35 ribu jadi totalnya 70 ribu pak ",


Mentorku langsung mengeluarkan uang dari dompet nya " ini mas 100 ribu, ambil saja kembalian nya , buat ongkos bensin " ,


aku pun langsung bilang " Terima kasih Banyak , pak ".


Kemudian kami disuruh mentor untuk membawa alat-alat bengkel seperti kunci pas , palu , jangka Sorong dan alat ukur.


Aku dan teman ku langsung mengambil semua barang yang akan dibawa nanti, setelah semuanya sudah di ambil. Kami langsung memasukan kedalam tas ransel milik mentor ku.


Semua alat sudah di siapkan. Kami masih menunggu mobil pickup milik PDAM kota Balikpapan yang akan mengantar kami ke PDAM KM 8 Balikpapan.


Setelah menunggu 45 menit mobil pick up tiba di parkiran. Kami langsung bergegas menuju parkiran untuk menaiki Pick up tmenuju PDAM KM 8. Kami semua sudah naik kedalam mobil pick up. aku dan teman ku duduk bak belakang sedangkan mentor ku duduk di samping supir. Kami langsung pergi Menuju PDAM KM 8.


Diperjalanan arah ke PDAM KM 8


Aku dan teman ku mengobrol sambil menikmati suasana pagi kota Balikpapan yang begitu nyaman. Aku dan teman ku baru pertama kali pickup, biasanya kami hanya naik motor atau mobil.


Kami terus mengobrol dan bercanda di perjalanan , hingga kami tiba dilokasi, ternyata kami masuk kedalam hutan dan kami harus berhati-hati karena jalannya berbatu dan licin. Kami berpegang sama besi di kendaraan agar tidak terjatuh.


Kami memasuki sebuah perkampungan warga. Kami bertanya arah menuju resiver PDAM sebelah mana, warga yang kami tanyai menuju kearah lurus jalan ini. Kami langsung bergegas menuju lokasi namun tiba-tiba hujan turun deras di lokasi yang kami datangi.


Kami memutuskan untuk mencari tempat berteduh sampai hujan reda. Kami melihat warung kecil di pinggir jalan dekat hutan kami langsung berhenti di warung itu sembari menunggu hujan reda. Kami memesan minuman panas dan makan mie rebus. kami memesan minuman dan makanan sambil menunggu pesanan kami mengobrol.


- Mentor : Gimana mas , perjalanan kita penuh tantangan, beginilah kita kerja nanti.


- Aku : Iya pak , ternyata susah juga mencari uang , kita tidak tahu bagaimana orang tua kita banting tulang , bertaruh nyawa di Kerjaan.


- Temanku : Iya pak.


- Supir PDAM : apa lagi saya mas , tiap hari harus bolak balik setiap wilayah PDAM untuk mengantarkan barang dan lain lain , misal seperti ini cuaca tiba tiba hujan saya pun harus berhati-hati kalo saya tidak berhati-hati resiko nya soalnya saya bawa orang lebih baik saya jatuh sendiri mas dari pada kita semua terjatuh.


Sekian lama kami mengobrol kami langsung membayar semua makanan dan minuman yang kami pesan. Kami langsung melanjutkan perjalanan menuju lokasi. Waktu sudah pukul 12 siang namun hujan masih rintik-rintik.


Kami berjalan Melewati rimbunan pohon dan jalan yang kami lewati hanya cukup untuk satu kendaraan. Kendaraan kami melaju sangat pelan karena takut terjatuh kedalam lubang disekitar jalan.


Kami tidak melihat rumah satu di sekitar lokasi namun sekitar 200 meter ada 3 rumah yang saling berdekatan akhirnya kami putuskan untuk berhenti disana. Kami kelokasi dengan berjalan kaki karena kendaraan kami tidak bisa melewati jalan setapak. Perjalanan Kami 500 meter lagi. Kami putus berjalan kaki menuju lokasi resiver air PDAM kota Balikpapan.


Langkah demi langkah kami berjalan namun perasaan ku tidak enak dan merasakan ketakutan yang amat dalam.


Aku berfikir " jika terjadi apa-apa mungkin tidak ada yang tahu karena permukiman warga jauh dari lokasi ". Hingga kami sampai di resiver air PDAM. Kami langsung mengecek kondisi resiver air.

__ADS_1


Beberapa menit setelah mengecek. Kami didatangi seorang warga dengan mengendarai kendaraan berwarna biru. Aku melihat di belakang baju nya kaya membawa benda tajam. Aku langsung bilang ke mentor " hati hati pak , orang yang tadi pakai kendaraan itu bawa senjata tajam " , mentor ku langsung menjawab " iya mas , saya juga tahu ".


Setelah warga itu pergi kami langsung melanjutkan pekerjaan kami. Kami langsung mengambil alat-alat untuk membuka resiver air PDAM namun resiver air tidak bisa terbuka walau kami paksa membukanya.


Hanya alat las potong yang dapat membuka nya namun karena kami tidak membawa las potong. Kami putuskan untuk melaporkan kantor pusat, kamu langsung kembali namun tiba-tiba hujan kembali turun kami bergegas kembali ke kendaraan kami.


Kami brerjalan kembali namun setiba nya dijalan sudah banyak warga yang berkumpul di dekat kendaraan kami. Mungkin kurang lebih 15 warga salah satu nya orang yang tadi kami temuin di resiver air PDAM


kami langsung menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi namun belum sempat bertanya orang yang membawa senjata tajam itu marah-marah seperti provokator, menghasut warga untuk menyerang kami. Kami jugasudah siap juga dengan alat-alat yang kami pegang jika terjadi tindakan yang berbahaya.


Akhirnya salah satu warga menjelaskan tentang permasalahan kantor pusat dan warga sekitar bahwa air bor PDAM akan di tutup paksa karena melanggar aturan. Mentor ku pun menjelaskan "bahwa kami tidak tahu menahu atas terjadinya masalah ini Karena kami hanya bekerja di bagian bengkel ", warga pun langsung menjawab " begitu pak , tolong sampaikan kepada kantor pusat bahwa mereka sudah memakai lahan kami namun kami hanya minta air nya sedikit saja di larang ", mentor ku menjawab " baik pak , saya sampai kan sampai kan setelah pulang ini ".


Setelah selesai mengobrol dengan salah satu warga tadi. Orang yang membawa senjata tajam langsung marah-marah sambil mau mengeluarkan senjata tajam namun aku sudah siap jika terjadi tindakan yang berbahaya namun salah satu warga langsung menyuruh orang itu kembali pulang karena masalah sudah selesai. Akhirnya orang itu pun pergi dari sini.


Semuanya sudah beres, kami ijin pulang dan pamit kepada warga sekitar.


Ada salah satu warga mendatangi kami , warga itu bilang " maaf ya pak tadi itu orang lagi mabuk " Mentor ku menjawab " iya tidak apa apa, sudah tangung jawab kami memberikan layanan buat para warga ".


Kami langsung Kembali pulang karena waktu sudah pukul 3 sore. Akhirnya kami langsung melanjutkan perjalanan pulang ke bengkel.


Di perjalanan kami sangat lemas dengan kejadian tadi. Kami putus kan untuk istirahat di kendaraan.


45 menit kemudian.


Kami sampai bengkel , namun semua karyawan sudah pada pulang kecuali karyawan pengolahan air karena kerjaan mereka shift. Kami langsung masuk kedalam bengkel dan langsung bernafas lega.


Kami langsung Bersiap-siap untuk pulang sebelum pulang kami mengobrol sebentar membahas tentang Masalah tadi.


* Percakapan Obrolan kami *


Mentor : Gimana mas , pengalaman yang tadi ? , kalo misal nya tadi kita semua diserang saya akan melawan nya mas , karena itu tugas saya menjaga Kalian.


Aku : Agak serem pak , baru juga magang pak sudah begitu pak , tapi saya juga tidak takut pak , kalo orang itu macem macem , saya buat kelar juga pak.


Temanku : saya sih sudah biasa pak , saya juga ga takut cuma kalo main keroyok saya juga tidak berani berbuat banyak.


sopir : kalo saya sudah siap besi mas , tadi didekat saya ada besi cukup lah untuk membalas semua nya.


Setalah semuanya selesai mengobrol.


Kami semua langsung bergegas pulang karena waktu Sudah sangat sore. Aku langsung pamit Kepada Mentor ku.

__ADS_1


Aku langsung bergegas pulang kerumah , setibanya rumah aku langsung beristirahat dan bersantai untuk melupakan apa yang terjadi tadi.


BERSAMBUNG......


__ADS_2