KEHIDUPAN ATAS BAWAH

KEHIDUPAN ATAS BAWAH
EPISODE 3 : TRAGEDI ANTARA HIDUP DAN MATI


__ADS_3

Semua Pembayaran administrasi pendaftaran selesai. Kami putuskan mengadakan rapat serta membahas tentang latihan.


Pelatih akan memberikan Kami istirahat selama satu Minggu sebelum pertandingan dimulai agar menjaga kondis badan kami agar lebih prima saat mengikuti pertandingan .


Selesai rapat, aku memutuskan untuk pergi bermain main ke lanud menghibur diri dengan bermain air soft gun bersama teman-teman komunitas air soft gun. Sampai di lanud aku mulai mempersiapkan atribut air soft gun untuk latihan ringan.


Aku menyiapkan unit dragon-nov karena aku paling suka menggunakan unit jarak jauh agar mudah membidik lawan dari jarak jauh, semua sudah siap. Aku dan teman-teman pergi ke area latihan. Aku selalu Memilih posisi highground karena paling enak untuk melihat posisi lawan.


Mulailah latihan dan semua sudah diposisi masing-masing untuk melakukan latihan ringan. Aku juga siap dengan perlengkapan unit Serta sudah siap di posisi ku. Pertengahan latihan Airsoftgun. Aku kemudian terjatuh dari ketinggian dan dadaku menghantam kayu. Aku mengalami cedera serius serta tidak sadarkan diri. Aku langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Saat aku tersadar aku sudah berada di ruang operasi karena tulang rusuk ku patah dan harus segera Di operasi namun dari kejauhan aku mendengar suara ibu ku dan keluarga yang lain dari luar ruang operasi rumah sakit.


Beberapa saat kemudian aku di berikan obat bius oleh dokter yang mengoperasi ku. Operasi pun berjalan diluar dugaanku. Aku mengalami hal-hal diluar akal logika manusia, saat operasi berjalan selama 8 jam. Aku merasakan mimpi berjalan dengan seorang pria bejubah putih dan aku melihat sekeliling seperti surga dan neraka. Aku berjalan menuju cahaya putih bersama pria berjubah putih. Aku tidak tahu apa yang dibicarakan namun aku hanya mendengar pria bejubah putih " belum saatnya kamu disini". Perkataan pria berjubah putih kepada diri ku.


Saat sampai di depan cahaya putih di ujung jalan, aku langsung tersadar.

__ADS_1


Aku terbangun dan menggigil kedinginan setelah menjalani operasi yang memakan waktu berjam-jam. Aku mendapatkan cerita dari ibuku kalo badan ku sudah dingin semua dan membiru setelah keluar dari ruang operasi. Saat itulah aku tersadar bahwa aku masih diberikan kesempatan hidup untuk memperbaiki semuanya apa yang pernah kulakukan dulu.


Setelah operasi aku diperbolehkan makan dan minun. Aku mendapatkan 5 transfusi darah saat operasi dan mendapatkan 8 botol infus selama aku dirawat di rumah sakit.


Ke-esokan harinya setelah pasca operasi banyak yang menjenguk di rumah sakit. Keluarga ku pada heran karena banyak yang menjenguk ku namun yang datang semuanya merupakan teman cewek ku semaunya.


Kemudian teman tim basket dan guru ku juga menjengukku namun ada hal yang membuat aku lebih kaget, dia juga menjengukku dirumah sakit. Saat itu adalah hari pertama dimana aku bertemu dia kembali.


Beberapa hari dirumah sakit aku diperbolehkan pulang kerumah tetapi jadwal turnamen akan dilaksanakan 1 Minggu lagi, aku harus datang keturnamen basket.


Aku harus mencoba minta ijin pergi untuk ke acara turnamen. Aku diperbolehkan pergi asal tidak ikut bertanding tapi aku memakai dua lapis baju yang merupakan baju jalan dan baju basket.


Setelah mendapatkan ijin aku pergi ke tempat turnamen. Aku tiba di lokasi turnamen, aku langsung mengganti baju namun dengan kondisi dada masih terbalut perban yang aku tutupi dengan hand miniset yang membuat tidak ada yang tahu bahwa aku masih diperban.

__ADS_1


Acara awal dimulai.


Tim kami bertanding ke urutan kedua dan setelah pertandingan pertama selesai. Tim kami memasuki lapangan dan aku juga masuk lapangan namun saat ditanya kondisi ku. Aku menjawab "Tidak apa-apa kok aku masih bisa bertanding satu atau dua quarter".


Sesaat kemudian pertandingan Quartter pertama dimulai. Tim kami unggul Dengan hasil skor (21-7) hingga Quartter 2 dimulai kembali namun ada sedikit masalah karena salah satu tim ada yang egois tidak mau diganti membuat konsentrasi tim hancur.


Saat Quartter 3 selesai. Aku langsung menggantikan play maker namun aku selalu menahan dadaku dengan tangan kiriku hingga pertandingan selesai. Kami memimpin dengan skor yang beda tipis dengan lawan (25-21), namun setelah pertandingan aku dimarah habis-habisan oleh pelatih dan official. Aku nekad bertanding dengan kondisi tubuh yang belum fit dan pasca operasi. Pelatih marah kepada ku , takut jika aku terluka lagi dan kemungkinan besar cedera parah. Aku hanya diam karena aku juga salah.


Pertandingan selesai , aku langsung diskor tidak di perbolehkan ikut dalam laga berikutnya sampai benar-benar sembuh dari luka pasca operasi.


Pelatih menyuruh tim ku beristirahat yang cukup, serta kami juga akan merayakan kemenangan pertandingan yang kami lakukan di gedung Doom Balikpapan bersama pelatih.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2