
Di taman belakang rumah sakit, terlihat Elvan tengah duduk di salah satu kursi taman .
sedangkan Kirana berada di pangkuan Elvan.
terlihat beberapa dokter dan para pasien yang tengah beristirahat di taman.
karena , pada saat itu adalah jam makan siang beberapa dokter dan pasien memakan bekal makan siang yang telah disiapkan oleh keluarga mereka dan ada sebagian yang membeli bekal. karena faktor tidak ada yang menyiapkan bekal mereka.
semilir angin membuat dedaunan yang berada di dahan pohon-pohon di taman tersebut bergesekan.Terlihat banyak sekali orang-orang disekitar taman yang tengah menikmati bekal mereka dengan teman dan keluarga.
"Tenang sekali, sudah lama aku tidak merasakan semua ini"batin Kirana sambil melihat pemandangan di depannya yang membuatnya tersenyum.
Elvan yang melihat putrinya tersenyum pun bertanya "Kirana apakah kamu senang "tanya Elvan.
Terlihat Kirana menoleh ke arah papanya dan ia menganggukkan kepalanya tanda ia senang sambil tersenyum.
"kalau papa sih merasa sangat tenang "ujar Elvan sambil menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya, lagi lagi Kirana tersenyum lalu tertawa .
Elvan tertegun mendengar suara putrinya yang berada di pangkuannya tertawa. setelah beberapa saat ia akhirnya sadar lalu ia pun bertanya dengan khawatir Kepada Kirana .
__ADS_1
"em , apakah ada yang salah dengan wajah papa Kiran?" tanya Elvan pada Kirana.
sekarang giliran Kirana yang tertegun. Setelah beberapa detik ia pun sadar dan langsung menggelengkan kepalanya tanda tak setuju.
Elvan pun menghela nafas lega , tetapi melihat putrinya terlihat bingung ia pun sadar dan menjelaskan kepada Kirana.
"em, Kirana apakah kamu tidak suka papa memanggilmu Kiran?"tanya Elvan yang lagi lagi khawatir, melihat putrinya diam ia pun merasa bersalah.
Beberapa saat kemudian Kirana tersenyum kearah Elvan diiringi tawa Kirana. Elvan yang melihat Kirana tertawa pun bertanya sekali lagi .
"jadi apakah kamu senang dengan panggilan papa untuk kamu "tanya Elvan memastikan dan dijawab anggukan kecil Kirana .
Elvan pun senang dan langsung bercerita tentang rencana untuk pindah ke negara kelahirannya, seolah Kirana mengerti apa yang ia bicarakan.
Tak terasa karena asik bercerita dengan Kirana Elvan sampai tidak sadar jika putrinya telah tertidur pulas di pangkuannya, setelah ia selesai bercerita ia baru sadar jika Kirana telah tertidur dan langit pun telah berubah warna dari biru menjadi jingga. melihat Kirana tertidur pulas ia pun langsung memindahkan putrinya ke dalam stroller dan membawa stroller kembali ke ruangan Laura .
Sesampainya di ruangan Laura
saat masuk ia melihat seseorang yang ia tidak kenali tengah berbincang dengan Laura.
__ADS_1
Laura yang melihat suaminya yang berada di ambang pintu ruangan dengan putrinya yang tengah tertidur di dalam stroller yang dipegang oleh Elvan, ia pun bertanya
"eh , Van kamu sudah kembali kok lama sekali ke tamannya "tanya Laura
Elvan yang mendengar suara istrinya pun sadar dan langsung menjawab"ah itu, tadi aku terlalu asik bercerita dengan Kiran sampai lupa waktu "jawab Elvan, mendengar jawaban Elvan Laura hanya beroh ria.lalu ia teringat dan berkata
"eh iya Van ini perkenalkan Lin Wa dia adalah salah satu sahabatku "kata Laura sambil menoleh sebentar ke arah Lin Wa memberi kode untuk agar dirinya memperkenalkan dirinya kepada Elvan.
Lin Wa yang mengerti kode Laura pun segera mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya.
"Hai aku Lin Wa "ujar lelaki bernama Lin Wa pada Elvan.
Elvan pun hanya menjawab "Elvan"jawabnya dingin dan tidak punya niat untuk menjabat tangan sahabat istrinya itu.
Lin Wa yang melihat jika suami sahabatnya itu tidak punya niat pun tersenyum kecil dan menarik tangannya yang menggantung di udara.
Laura yang melihat pun merasa kesal karena suaminya itu mengabaikan sahabatnya, tetapi ia sadar jika putrinya masih berada di dalam stroller dan menyuruh suster yang berada di ruangan untuk menaruh Kirana ke dalam box bayi.
beberapa saat kemudian.
__ADS_1
setelah kejadian canggung antara Lin Wa dan Elvan. Lin Wa yang sadar bahwa sahabatnya ingin berbicara dengan suaminya pun memutuskan untuk pergi , setelah Lin Wa pergi Elvan duduk di samping Laura dan berkata .
"pesawat kita berangkat jam 09.00 "ujar Elvan dan dibalas anggukan Laura.