Kehidupan Kedua Jenderal Fey Xhi

Kehidupan Kedua Jenderal Fey Xhi
Bertemu Kakek


__ADS_3

Malam itu di sebuah rumah besar dan mewah di kamar utama, terlihat sebuah keluarga kecil yang tertidur dengan sangat nyenyak.


...****************...


saat matahari menunjukkan cahayanya di sebuah rumah mewah di kamar utama terlihat Elvan yang tengah menerima telepon dari kakeknya dengan mata yang masih setengah terbuka.Sedangkan Laura telah bangun lebih awal dan tengah berada di dapur membantu para pelayan yang tengah menyiapkan hidangan untuk menjamu kakek mertuanya yang katanya akan datang ke kediaman mereka untuk makan siang bersama nanti.


terlihat beberapa pelayan berlalu lalang di dapur.para pelayan bekerja dengan


dibantu oleh Laura . Kadang-kadang Laura akan memberikan instruksi pada para pelayan.


Meskipun pada awalnya para pelayan sangat gugup ketika melihat majikan mereka yang ingin membantu untuk membuat jamuan makan siang.


"Nyo.... Nyonya an...anda ti....dak perlu membantu"ucap kepala pelayan yang berbicara dengan sangat gugup, sangking gugupnya kedua tangan dan kaki kepala pelayan sampai gemetaran.


"ya,,,,, bagaimana ya Saya Sangat ingin membantu membuat makan siang,,,,, karena yang akan jadi tamu adalah kakek mertua saya. APAKAH KALIAN KEBERATAN?!!!!"ucap Laura dengan menekankan kata kata terakhir yang ia ucapkan.


Ucapan Laura membuat para pelayan yang gugup menjadi lebih gugup.Apalagi kepala pelayan yang merasakan bahwa lututnya sudah lemas, kedua tangan dan kakinya yang awalnya sudah bergetar menjadi lebih bergetar, bulir bulir keringat terlihat jelas di keningnya jelas diantara semua orang yang berada di sana dialah yang paling ketakutan.

__ADS_1


"Maa,,,,,, maaf Nyonya"ucap kepala pelayan sambil menundukkan kepalanya menghadap lantai.


"Huh baiklah lupakan saja, kali ini saya akan memaafkan anda tetapi tidak untuk lain kali "ucap Laura.


Mendengar perkataan Laura semua pelayan dan kepala pelayan menghela nafas lega.


"Baiklah sekarang kalian bantu aku "perintah Laura yang langsung dilaksanakan oleh para pelayan dan kepala pelayan.


Sedangkan di dalam kamar utama hanya ada seorang bayi perempuan yang tengah tertidur pulas dan seorang pria yang tengah berada di depan komputer sambil memakan sarapannya.


Pria dan bayi itu tak lain dan bukan adalah Elvan dan Kirana. Memang tadi Elvan mendapatkan Telefon dari asistennya yang mengabarkan bahwa ada beberapa dokumen yang harus dikerjakan oleh Elvan itulah yang menyebabkannya bekerja sambil sarapan.


Saat dia bangun hal yang pertama kali masuk ke Indra penglihatannya adalah papanya yang sedang bekerja didepan komputer sambil memakan sarapannya yang adalah sebuah Sandwich buatan istrinya (Laura).


Yang niatnya yang tadinya ingin berbicara "papa lagi kerja ya " malahan hanya terdengar suara tangisan bayi yang adalah dirinya sendiri.


Sedangkan Elvan yang tengah mengerjakan pekerjaan ( Dokumen) kaget dengan suara tangisan putrinya sampai hampir terjungkal ke belakang, untungnya Elvan memiliki refleks yang cukup hebat untuk menjaganya agar tidak terjatuh kali ini .

__ADS_1


Jikapun dia terjatuh itu tidaklah masalah menurutnya yang masalah sekarang adalah kenapa Putrinya menangis.


Dengan khawatir Elvan segera bertanya kepada putrinya setelah dia berada di samping ranjang.


"Ada apa Kirana apakah ada yang sakit?"Tanya Elvan dengan khawatir sambil menggendong anaknya itu .


Mendengar ucapan papanya yang khawatir kepadanya membuat Kirana menjadi ingin tertawa dan jujur dia sangat tersentuh oleh perhatian yang diberikan kepadanya.


"Jujur aku tak pernah mendapat perhatian seperti ini di kehidupan pertamaku semenjak Ayah Ren dan Ibu Jura tiada." batin Kirana dengan wajah sendu tetapi karena tidak mau membuat papanya khawatir dia segera membuat wajahnya menjadi wajah bahagia .


Setelah kejadian itu Elvan memberikan Kirana kepada Laura agar segera dimandikan. setelah mandi Kirana dipakaikan baju berwarna pink tetapi Kirana menolak dan memilih gaun dengan warna biru muda dan putih di bagian bawah .


Laura yang awalnya ingin menolak menjadi menyerah karena anaknya tidak mau.


"Aau eeemanaaa ?"tanya Kirana kepada Laura membuat Laura terkejut karena bayi berusia Satu setengah bulan itu telah bisa berbicara walaupun tak fasih.


"Ah Kirana kita akan bertemu kakek" Jawab Laura .

__ADS_1


Mendengar perkataan Mamanya, sontak Kirana kaget ah lebih tepatnya sangat kaget karena dia pikir bahwa orang tuanya tidak memiliki keluarga yang lain. karena memang selama ini tak pernah ada keluarga yang berkunjung ke rumah mereka.


"Ternyata aku masih memiliki keluarga lain, aku pikir kalau mama dan papa tidak memiliki keluarga lagi."batin Kirana.


__ADS_2