Kehidupan Kedua Sebagai Nyonya Kaya

Kehidupan Kedua Sebagai Nyonya Kaya
Part 01


__ADS_3

...HAPPY READING 🍀...


Sunyi, itulah yang dapat dirasakan ketika melihat sebuah kamar yang luas nan megah milik seseorang. Sunyi senyap seperti tak berpenghuni namun di sebuah ranjang terdapat seorang wanita tengah berbaring dengan beberapa alat rumah sakit yang terpasang di tubuhnya. Inilah mengapa ruangan tersebut terasa suram dan sunyi hanya berisi bunyi dari alat-alat yang menempel di tubuh wanita tersebut karena sang penghuni kamar tengah berbaring tak sadarkan diri. Bahkan sinar matahari yang masuk dari celah-celah jendela tak dapat mengusik sang pemilik kamar yang masih setia tertidur tanpa ada niatan untuk membuka matanya kembali.


Suara berisik dari burung-burung yang tengah berkicau yang bertengger disebuah pohon di dekat jendela kamarnya pun tak mengusik pendengarannya. Dia masih setia pada kediamannya tanpa ada niatan untuk bangun dari tidur panjangnya.


Cklek...


Pintu kamarnya di buka dari luar, beberapa pelayan perempuan masuk dengan sebuah baskom berisikan air hangat dan kain.. Mereka mendekati pemilik ruangan tersebut tanpa takut di usir sang pemilik kamar, karena sang pemilik kamar tengah tak sadarkan diri.


Dengan telaten mereka mengelap tubuh sang nyonya agar tetap segar walaupun dia sedang tak sadarkan diri. Setelah selesai dengan kegiatan membersihkan tersebut mereka mengganti pakaian sang nyonya dengan pakaian yang nyaman lainnya. Setelahnya mereka keluar dari ruangan tersebut melakukan rutinitas mereka yang lainnya meninggalkan pemilik kamar yang masih setia memejamkan matanya.


.


.


Sementara itu di lain waktu dan dimensi yang berbeda......


*Raya Aprillia,


Seorang wanita yang mengalami kejadian tragis yang merenggut nyawa nya di sebuah perkebunan sawit itu. Kini di buat kebingungan dimanakah dirinya saat ini.


" dimana sebenarnya aku, apakah ini alam akhirat?" ujarnya merasa kebingungan sambil menatap intens sekelilingnya.


Yang Raya lihat hanya sebuah hamparan luas tanpa ujung. Hamparan luas tanpa ada satupun makhluk hidup maupun tumbuhan. Benar-benar hamparan luas yang kosong hanya ada kabut-kabut putih yang mengelilingi.

__ADS_1


Hingga dia dikagetkan dengan tepukan halus di punggungnya.


" eh." kagetnya sambil menoleh ke arah belakang tubuhnya.


"kamu siapa?." tanya nya binggung sambil menatap intens seseorang wanita di depannya.


Walaupun dia tak dapat melihat dengan jelas siapa yang ada di depannya karena kabut tersebut semakin tebal namun dia tau jika yang menghampiri nya adalah seorang wanita.


" hai, aku adalah seorang yang sama seperti mu." jawab wanita di depannya tersebut.


" maksudnya gimana? Sama kaya aku? ." Ujar Raya binggung sambil mencoba mencerna ucapan wanita di depannya.


" aku juga seseorang yang sudah mengalami kematian, sama seperti mu." ucap wanita tersebut dengan senyum kecil di bibirnya.


Raya hanya diam tanpa menjawab atau membalas ucapan wanita di sampingnya itu. Dia masih belum percaya dengan semua yang terjadi di kehidupan nya.


" kamu tau, aku sudah lebih lama berada di sini dari pada kamu namun aku bingung kenapa aku masih di sini tanpa benar-benar pergi ke akhirat." ucap wanita tersebut karena melihat tak ada reaksi apapun dari Raya yang hanya diam dengan wajah murung.


" kamu belum menerima kenyataan ini ya, kamu tau aku masih bisa di berikan kesempatan untuk hidup kembali namun aku tak ingin mengambil kesempatan tersebut, bagaimana jika kau saja yang mengambil kesempatan itu untuk ku, memperbaiki kehidupan ku yang dulu dan hidup bahagia sebagai diriku ataupun dirimu sendiri." ujar wanita itu memberikan penawaran yang membuat Raya kembali menoleh melihat wanita itu dengan raut penasaran dan bertanya.


" ya kamu bisa mengambil kesempatan itu untuk mu sendiri dan memanfaatkan nya untuk mu sendiri." ucap wanita itu membuat Raya semakin penasaran.


" kenapa aku tidak bisa kembali ke tubuhku sendiri, kenapa harus ke tubuhmu." ucap Raya penasaran.


" kamu lupa kamu benar-benar sudah meninggal saat ini, sementara aku tubuhku masih baik-baik saja sehingga aku masih mempunyai kesempatan itu." ucap wanita itu membuat Raya mendesah pelan.

__ADS_1


" kau bisa mencari keluarga mu dan membantu mereka" ucap wanita itu meyakinkan Raya untuk mengambil kesempatan tersebut membuat Raya tergiur.


" cepatlah membuat keputusan karena sebentar lagi pintu untuk kembali akan segera terbuka, jika kau tak segera mengambil keputusan maka kau tak akan pernah bisa hidup kembali ." ucap wanita itu


" baiklah, aku akan mengambil kesempatan itu, namun bagaimana dengan dirimu?." ujar Raya binggung


" aku akan benar-benar pergi ketika tubuh asliku mendapatkan kebahagiaan yang aku inginkan, jadi aku mohon bahagiakan dirimu nanti dan aku ingin kau menjaga ayahku karena dia sekarang sedang bersama dengan wanita jahat dan bisa kau perbaiki kehidupanku juga ungkap kematian ku dulu." ucap wanita itu memohon.


" eh pintu nya sudah terbuka cepat masuklah kedalam sana." ucap wanita itu sambil mendorong tubuh Raya untuk masuk ke pintu tersebut sebelum menutup pintu tersebut wanita itu berujar yang membuat Raya melongo tak terima.


" buatlah suamiku mencintaiku nanti ya, aku mohon, selamat tinggal hanya itu caranya agar aku bisa pergi selamanya dari dunia ini." ucapnya sebelum benar-benar menutup pintu tersebut.


" ehh hei, hei apa maksud mu dengan suamimu hei, hei kau menipu ku ya heii buka pintunya, akh..." ucap Raya sambil mengerang frustasi


Tiba-tiba dari arah belakangnya sebuah cahaya terang menerpa dirinya sebelum kesadaran nya menghilang di telan cahaya tersebut*.


...***PENASARAN...


...sama kisah selanjutnya......


...Yuks banyakin like sama komentar nya ......


...dan Follow akun author juga🤧...


...Papayy ketemu lagi di part selanjutnya 🥳🤗🥴***...

__ADS_1


__ADS_2