Kehidupan Kedua Sebagai Nyonya Kaya

Kehidupan Kedua Sebagai Nyonya Kaya
Part 3


__ADS_3

...~HAPPY READING ~...


Di saat semua orang sibuk dengan kegiatannya. Namun, berbeda dengan seseorang yang tengah berbaring di keheningan ruangan milik nya. Bagikan putri tidur yang menanti pangerannya yang datang untuk membangunkannya. Yah, Naraya masih setia menutup matanya entah kapan dia akan bangun, namun setelah keheningannya. Tak lama bola mata wanita itu bergerak-gerak dan jari jemarinya mulai bergerak pelan. Setelahnya bola mata itu terbuka pelan menyesuaikan cahaya yang ada di ruangan tersebut. Dengan ringisan pelan dia menatap sekeliling nya.


Asing.


Satu hal yang terbesit dalam pikiran ketika menatap satu persatu barang yang ada di ruangan besar entah milik siapa.


Bibirnya sulit untuk di buka karena bibirnya sangat lah kering, membuatnya sulit untuk membuka mulutnya untuk bersuara.


'dimana ini? Apakah aku sedang bermimpi?' gumamnya dalam hati.


Dia meraba sebelah tangannya yang terpasang selang infus dan menatap alat-alat rumah sakit yang berada di sebelah ranjangnya.


Dia menghela nafas panjang.


'Apakah benar mimpiku itu, dimana aku menempati tubuh wanita itu dan melanjutkan hidupnya, mengingat aku berada di tempat asing ini, apakah itu memang benar?' Dirinya kembali bergumam.


Dirinya belum bisa berbicara dan menggerakkan tubuhnya, rasanya benar-benar kaku dan terasa aneh. Dirinya seperti lumpuh.


'Sebenarnya berapa lama wanita ini tidur, mengapa rasanya tubuh ini sangat kaku sekali?.'

__ADS_1


Tak lama pintu pun terbuka menampilkan seorang wanita yang mungkin seumuran dengan nya.


" Nona anda sudah bangun." ucap nya kaget dengan mata melotot


" sebentar saya panggil kan dokter Fani." ucapnya seraya pergi.


Raya menatap kepergian wanita itu dengan bingung. Tak lama datang dua orang wanita yang satu masih muda dan satu lagi seperti sudah berumur 35 tahunan ke atas.


" Permisi nyonya, saya periksa keadaan anda terlebih dahulu." ucap wanita yang diketahui dari name tag nya bernama dokter Fani ini.


Setelah melakukan beberapa rangkaian pengecekan dokter Fani menyimpan kembali peralatannya.


" Keadaanya sudah kembali normal, hanya butuh waktu untuk pemulihan lebih lanjut, jangan lupa ini resepnya." ucap dokter Fani memberikan struk obat kepada wanita di samping.


" saya permisi dulu." ucap dokter Fani


" mari saya antar." ucap wanita di sebelahnya.


Setelah keduanya pergi Naraya kembali dalam keheningan, namun itu tak bertahan lama karena wanita yang memanggil dokter tadi kembali dengan wajah tersenyum cerah. Seperti menemukan harta Karun berlimpah itulah ekspresi wanita tersebut membuat Raya bingung.


" akhirnya anda kembali sadar nona, saya sangat senang sekali." ucapnya dengan terharu sambil meneteskan air mata nya.

__ADS_1


Raya menatapnya semakin bingung, dia menunjuk gelas air mineral di atas meja dekat ranjangnya. Rupanya wanita itu cukup peka dengan segera memberikan gelas air tersebut pada Raya. Yang di sambut suka cita oleh wanita yang telah lama terbaring koma tersebut.


Seperti sekarat di gurun pasir dan berharap ada hujan turun itulah yang dirasakannya saat ini, dan hujan tersebut menjadi nyata.


Air tersebut membasahi tenggorokan nya yang terasa sangat kering, bibir yang tadi kering dan pucat kini menjadi lebih segar setalah terkena air.


Akhirnya, Raya kembali bisa membuka bibir nya kembali.


" Kamu siapa?". suara pelan Raya, itulah kalimat tanya yang sejak tadi bersarang di kepala nya akhirnya bisa dia ucapkan juga.


Dahi wanita itu berkerut dalam, menciptakan tanya di kepalanya.


" anda pasti bercanda." ucap nya tak percaya.


" tidak, kamu siapa? aku sama sekali tak mengenalmu?." ucap Raya menambah kerutan di kepalanya wanita itu.


Wanita itu terkekeh tidak percaya bagaimana nona nya melupakan dirinya, dirinya sangat tidak percaya akan hal itu.


" aku ulangi, kamu siapa?." ucap Raya sedikit keras karena jengah dengan wajah tercengang wanita tersebut.


Wanita itu kembali terkejut dan meneteskan air matanya. Bagaimana nona nya melupakan dirinya.

__ADS_1


.


__ADS_2