
...Happy Reading 🍀....
Mentari telah menyapa datang dengan sinar nya yang hangat. Sinar nya yang mampu membangunkan seluruh yang ada di bumi ini. Bunga-bunga yang sebelumnya mengguncup mulai bermekaran. Malam yang terasa dingin mulai di gantikan dengan hangatnya mentari pagi. Dedaunan hijau nampak sangat cerah dengan sisa-sisa embun yang tertinggal. Burung mulai berkicau, ayam-ayam mulai berkokok dengan lantang menandakan pagi telah datang. Aktifitas pun mulai berjalan, semua orang mulai sibuk menyiapkan diri untuk menjalani aktivitas nya masing-masing. Seperti yang terjadi di mansion mewah milik seseorang. Semua orang mulai menyiapkan perkejaan mereka masing-masing, ada yang sedang menyiram tanaman, mencuci, mengepel, memasak bahkan ada yang masih tidur.
Namun di sebuah ruangan yang nampak masih sepi karena sang pemilik kamar masih setiap menutup matanya. Ini sudah 1 bulan dirinya tertidur tanpa ingin terbangun lagi. Wajahnya yang dulu nampak berseri-seri kini nampak pucat dan tirus. Wajah yang dulu selalu terangkat keatas kini terbaring lemah. Nampak beberapa pelayan kini tengah membersihkan tubuhnya dengan handuk dan air. dan beberapa pelayan lainya sedang membersihkan ruangan. Tenang saja yang melakukan semua pekerjaan tersebut adalah pelayang wanita. Nampak seseorang wanita kini menatap sedih ke arah wanita yang terbaring tersebut setelah selesai di bersihkan. Dia menggenggam tangan nya begitu erat jangan lupakan cairan bening yang ikut menetes dari kelopak matanya.
" Nona." panggil nya pelan tanpa balasan dari lawan bicaranya.
__ADS_1
" kenapa masih betah tidur, ayo bangun ini sudah pagi, katanya klo bangunnya siang nanti rezekinya di patok ayam." ucapnya ini adalah aktifitas baru nya setelah 1 bulan ini.
Dirinya terkekeh pelan dengan ucapannya itu, mungkin jika Nona nya bangun dia akan marahi nya karena berkata hal yang tidak masuk akal. Nona nya itu sangat keras kepala dan susah untuk di nasehati. Tubuh dan hidup di lingkungan yang sama membuatnya sangat memahami sikap dan sifat dari Nona nya tersebut.
" Nona, kau pasti bangun kan, Kau tak akan meninggalkan ku kan. Tak masalah jika kau akan mengomel setiap hari yang penting kau bangun, walaupun suaramu itu sangat memekankan telinga tapi tak apa asal kau membuka matamu." ucapnya sambil menatap wajah tersebut.
" kau tau nona wajahmu sudah tidak cantik lagi, wajahmu sangat pucat dan tirus, bagaimana jika tuan Edward tak menyukainya, ayo bangun agar kau bisa berdandan dan menjadi cantik kembali." Ujarnya sambil mengundang pelan tangan ringkih milik nona nya tersebut.
__ADS_1
cklek
Pintu terbuka muncul seorang wanita dengan pakaian kekurangan bahan dan berdandan sangat menor, bibir Semerah darah itu menampilkan senyum simpul sangat kecil dengan wajah angkuh dia masuk dengan gaya gemulai. Bergaya seakan Sorang model papan atas dia menatap berganti antara wanita yang terbaring tersebut dengan bawahan milik wanita itu.
" apa belum ada perkembangan dari keadaan anakku?." tanyanya dengan wajah sedih miliknya.
"belum." jawab singkat sang lawan bicaranya membuat wanita tadi mendengus kesal.
__ADS_1
'baguslah jika tidak ada perkembangan bahkan aku berharap dia mati saja, agar aku bisa dengan mudah merebut suaminya.' ujar wanita memakai lipstik merah tersebut dalam hati.
Dia sangat senang mengetahui anak tirinya itu tidak mengalami perkembangan dalam proses penyembuhan nya.